Keterlibatan Perempuan dalam Program Pemberdayaan Didukung Secara Optimal dan Efektif

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) memberikan penghargaan atas perluasan manfaat dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Hal ini dilakukan melalui tiga inisiatif yang berfokus pada inklusi sosial, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi.
Inisiatif yang diluncurkan oleh Pelindo mencakup penyaluran alat bantu untuk penyandang disabilitas, pengiriman relawan Port Captain Inspirasi 2026 ke daerah terpencil, serta dukungan sarana usaha bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Keterlibatan perempuan dalam pelaksanaan program-program tersebut terlihat cukup signifikan. Dari total 20 relawan Port Captain Inspirasi 2026 yang akan berangkat ke daerah seperti Banda Aceh, Garut, Sumbawa, dan Ambon, sebanyak 16 orang di antaranya adalah perempuan.
Selanjutnya, dari 53 pelaku UMKM yang menerima bantuan sarana usaha, 41 di antaranya adalah perempuan. Selain itu, Pelindo juga memberikan alat bantu kepada 25 penyandang disabilitas, di mana delapan di antaranya adalah perempuan.
Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian PPPA, Amurwani Dwi Lestariningsih, menyatakan penghargaan atas partisipasi perempuan dalam program TJSL. Ia menekankan bahwa memberikan akses dan kesempatan kepada perempuan merupakan langkah penting dalam mendukung kemandirian mereka serta kontribusi terhadap keluarga dan masyarakat.
Amurwani mengungkapkan, “Kami mengapresiasi mereka yang memberikan ruang bagi perempuan untuk berpartisipasi dan mendapatkan manfaat dari berbagai program pemberdayaan. Ketika perempuan memiliki akses dan kesempatan untuk berkembang, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh individu tersebut, tetapi juga oleh keluarga dan lingkungan sekitarnya.” Pernyataan ini disampaikan dalam keterangan pers pada Selasa, 8 September 2026.
Sekretaris Perusahaan Pelindo, Benny Ariyadi, menjelaskan bahwa meskipun ketiga program tersebut memiliki sasaran yang berbeda, mereka memiliki semangat yang sama, yaitu untuk memperluas akses dan memberikan kesempatan kepada masyarakat agar semakin mandiri.
“Program TJSL kami dirancang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat secara konkret. Ada penyandang disabilitas yang memerlukan dukungan untuk meningkatkan mobilitas, masyarakat di daerah terpencil yang memerlukan akses pendidikan dan kesehatan, serta pelaku UMKM yang membutuhkan sarana untuk mengembangkan usaha mereka. Semua ini pada akhirnya bertujuan untuk membuka akses dan kesempatan agar masyarakat bisa lebih berdaya,” jelas Benny.
Menurut Benny, besarnya peran perempuan dalam program UMKM dan Port Captain Inspirasi menunjukkan bahwa perempuan memiliki posisi yang kuat, baik sebagai penerima manfaat maupun sebagai penggerak perubahan dalam masyarakat.
“Kami melihat bahwa perempuan memiliki peran penting, tidak hanya sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai penggerak perubahan. Oleh karena itu, Pelindo berkomitmen untuk memastikan bahwa program TJSL memberikan kesempatan yang setara bagi perempuan untuk berkembang, meningkatkan kemandirian, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi keluarga dan komunitas,” tambahnya.
➡️ Baca Juga: Dubes Iran Puji Indonesia Sebagai Fasilitator Perdamaian yang Efektif
➡️ Baca Juga: Persiapan Upgrade: Generasi Intel Arrow Lake Diprediksi Hanya Support RAM DDR5




