Pria Usia 45 Tahun Keatas Rentan Marah dan Tersinggung, Waspadai Penyebabnya!

Pernahkah Anda memperhatikan bahwa orang tua atau pasangan yang telah berusia 45 tahun ke atas sering kali menunjukkan ekspresi cemberut, sering menunjuk-nunjuk, atau menggelengkan kepala ketika diajak berbicara?
Fenomena ini dikenal sebagai “grumpy old man complex,” yang merujuk pada kecenderungan pria di usia tertentu untuk lebih cepat tersinggung dan menunjukkan kemarahan. Hal ini menjadi semakin terlihat saat generasi baby boomer memasuki fase usia 50-an, di mana karakteristik ini mulai sering muncul.
Seiring bertambahnya usia, pria cenderung lebih banyak mengeluh dan menunjukkan emosi yang lebih intens. Penelitian menunjukkan bahwa hal ini tidak terlepas dari perubahan hormonal yang terjadi, seperti penurunan kadar testosteron. Menurut Mayo Clinic, perubahan ini dapat berpengaruh signifikan terhadap suasana hati dan perilaku pria. Dr. Ridwan Shabsigh, seorang ahli urologi yang juga menjabat sebagai pimpinan International Society of Men’s Health di New York City, menjelaskan dampak penurunan hormon tersebut terhadap kesehatan mental pria.
“Testosteron adalah hormon kunci yang berperan dalam berbagai fungsi tubuh seperti pertumbuhan otot, pengurangan lemak, serta penguatan energi dan libido. Namun, hormon ini juga memengaruhi sistem saraf dan kesehatan mental. Dalam praktik kami, banyak pria yang mengalami penurunan suasana hati dan menjadi lebih mudah tersinggung,” ungkap Dr. Shabsigh dalam wawancaranya.
Menariknya, perilaku mudah marah sering kali diidentifikasi sebagai salah satu indikator dalam kuesioner untuk mengevaluasi kadar testosteron yang rendah. Salah satu formulir yang banyak digunakan di Amerika Serikat adalah tes Androgen Deficiency in Aging Men (ADAM), yang berfungsi untuk mendeteksi kemungkinan kekurangan androgen pada pria yang lebih tua. Androgen merupakan kelompok hormon yang penting dalam pengembangan karakteristik fisik dan seksual pria.
Dr. Shabsigh juga menambahkan, “Pasien yang memiliki kadar testosteron rendah melaporkan penurunan kemampuan konsentrasi. Mereka merasa lebih sulit untuk menghadapi situasi sehari-hari, baik itu dari keluarga, teman, rekan kerja, maupun pelanggan. Karena kita selalu berinteraksi dengan orang lain, ketersinggungan dapat meningkat. Dengan rendahnya kadar testosteron, kemampuan untuk menoleransi situasi semacam itu juga cenderung berkurang.”
Semua faktor ini menunjukkan betapa pentingnya memahami kondisi emosional pria berusia 45 tahun ke atas. Dengan pengetahuan ini, kita dapat lebih bersikap empatik dan memberikan dukungan yang diperlukan.
➡️ Baca Juga: Ekonomi Syariah Perlu Memberdayakan Masyarakat dari Basis yang Kuat dan Berkelanjutan
➡️ Baca Juga: Aplikasi Terbaik untuk Meningkatkan Kecepatan Koneksi Internet di Android




