IHSG Tertekan, Sementara Bursa Asia-Pasifik dan Wall Street Menguat Bersama

IHSG dibuka dengan penurunan sebesar 32 poin atau setara dengan 0,52 persen, berada di level 6.209 saat sesi perdagangan dimulai pada hari Senin, 28 September 2026.
Fanny Suherman, selaku Kepala Analis Riset Retail, memprediksi bahwa IHSG akan menghadapi tekanan resistance sebelum mengalami koreksi lebih lanjut di hari ini.
“IHSG kemungkinan akan mencoba menembus resistance di kisaran 6.300 hingga 6.330, namun setelah itu berpotensi kembali mengalami penurunan,” ungkap Fanny dalam laporan riset hariannya pada Senin, 28 September 2026.
Sementara itu, bursa saham Asia-Pasifik menunjukkan tren positif pada perdagangan Jumat lalu, meskipun banyak pasar di wilayah tersebut tutup, termasuk China daratan, Korea Selatan, dan Taiwan.
Di sisi lain, tekanan dari aksi jual di pasar obligasi global terus menyebabkan imbal hasil surat utang AS bertenor panjang mencapai level tertingginya dalam dua dekade terakhir.
Lonjakan yield obligasi AS ini berpotensi meningkatkan biaya pinjaman secara global, yang pada gilirannya dapat menekan valuasi aset berisiko, termasuk saham.
Indeks Nikkei 225 di Jepang mengalami kenaikan sebesar 1,30 persen, sedangkan Topix mencatat penguatan 1,31 persen. Namun, indeks Hang Seng di Hong Kong turun 1,01 persen dan ASX 200 di Australia melemah 0,43 persen. Di sisi lain, FTSE Straits Singapura menguat sebesar 0,5 persen, sedangkan FTSE KLCI Malaysia sedikit turun sebanyak 0,04 persen.
Di luar itu, Bank Sentral Norwegia mengumumkan kenaikan suku bunga pada hari Kamis pekan lalu, sementara bank sentral Swedia juga menunjukkan indikasi untuk mengikuti langkah tersebut sebelum tahun berakhir.
Sementara itu, Bank Sentral Meksiko memutuskan untuk mempertahankan suku bunga, tetapi menghapus pedoman sebelumnya yang menyatakan adanya periode jeda panjang dalam kebijakan moneter mereka.
“Support IHSG berada pada level 6.100 hingga 6.170, sementara resistance IHSG terletak di kisaran 6.300 hingga 6.330,” tambahnya.
Sebagai informasi tambahan, Wall Street ditutup dengan penguatan, didorong oleh kinerja Microsoft dan saham-saham yang terkait dengan teknologi AI, meskipun harga minyak yang tinggi dan lonjakan yield obligasi pemerintah AS memberikan tekanan.
Pada hari Jumat lalu, indeks S&P 500 ditutup naik 0,51 persen, sedangkan Nasdaq menguat 0,48 persen, dan Dow Jones Industrial Average mencatat kenaikan sebesar 0,93 persen.
➡️ Baca Juga: Latihan Pagi yang Efektif untuk Mempersiapkan Tubuh Sebelum Beraktivitas Sehari-hari
➡️ Baca Juga: Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Gagal Menjadi Tahanan Rumah Seperti Yaqut



