Mendagri Tito Karnavian Tekankan Pentingnya Penghargaan Bagi Kader PKK, Bukan Denda

Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Pusat sekaligus Ketua Umum Tim Pembina Posyandu, Tri Tito Karnavian, mengungkapkan keprihatinan terkait penerapan denda bagi kader Dasawisma yang tidak berhasil mencapai target kegiatan. Ia menekankan bahwa para kader yang menjalankan tugas secara sukarela seharusnya mendapatkan apresiasi, bukan sanksi berupa denda.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Tri saat membahas Sosialisasi Sadar Hukum dan Registrasi Posyandu yang berlangsung di Gedung Ksirarnawa, Kota Denpasar, Bali, pada Rabu, 21 Oktober 2026.
Tri menyatakan bahwa peran kader PKK dan Posyandu dalam memberdayakan masyarakat harus didukung dengan pembinaan dan penghargaan yang tepat. Hal ini penting untuk memastikan bahwa pelaksanaan program tetap berlandaskan pada prinsip sukarela yang menjadi dasar keterlibatan para kader.
Ia memberikan tanggapan terhadap laporan yang mengindikasikan adanya penerapan target kegiatan bagi kader Dasawisma, termasuk dalam hal pengumpulan sampah, yang disertai dengan ancaman denda jika target tidak terpenuhi.
“Memberlakukan sistem denda kepada kader adalah langkah yang tidak bijak. Sebaliknya, kita harus memberikan penghargaan kepada mereka, setidaknya melalui ucapan terima kasih dan apresiasi, bukan dengan memberi sanksi yang bersifat hukuman,” tegas Tri.
Tri menekankan pentingnya keberadaan kader PKK dan Posyandu dalam mendukung upaya pemberdayaan masyarakat. Dengan menjalankan tugas secara sukarela, mereka memerlukan dukungan yang dapat menjaga motivasi untuk terus berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan sosial.
Menurutnya, bentuk penghargaan tidak selalu harus berupa uang atau materi. Ucapan terima kasih serta pengakuan atas kontribusi yang telah diberikan oleh kader juga merupakan bentuk penghormatan terhadap usaha yang telah mereka lakukan.
Ia menganggap penerapan sistem denda bagi kader yang tidak memenuhi target perlu menjadi bahan pertimbangan untuk evaluasi. Pendekatan dalam pelaksanaan program seharusnya menyesuaikan dengan karakter kegiatan yang bersifat sukarela.
Dengan adanya pembinaan dan penghargaan yang tepat, diharapkan para kader dapat menjalankan perannya secara berkelanjutan tanpa mengabaikan tujuan utama dari program pemberdayaan masyarakat.
Selain membahas pentingnya penghargaan bagi kader, Tri juga mendorong PKK dan Posyandu untuk aktif dalam memberikan perlindungan bagi perempuan dan anak dari segala bentuk kekerasan, baik yang bersifat fisik maupun verbal.
➡️ Baca Juga: Tim Tenis Putri Indonesia Raih Prestasi, Kembali ke Playoff Billie Jean King Cup Setelah 22 Tahun
➡️ Baca Juga: Pegadaian Raih Empat KESGI Award 2026 dengan Kinerja ESG Unggul di Sektor




