kpkgg
bisnis

Ketua Kadin Anindya Bakrie Yakin Hubungan Dagang RI dan Negara ASEAN Akan Terjaga Stabil

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie, menekankan pentingnya memperkuat hubungan perdagangan Indonesia dengan negara-negara ASEAN, terutama di tengah isu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyebabkan kabut asap lintas batas. Ia percaya bahwa komunikasi yang efektif di kawasan ini adalah kunci untuk menjaga stabilitas ekonomi dan investasi antarnegara.

Anindya menegaskan bahwa permasalahan karhutla adalah tantangan yang harus dihadapi oleh Indonesia. Situasi ini perlu diatasi dengan pendekatan komunikasi yang konstruktif dan kerjasama, alih-alih memperburuk hubungan dengan negara-negara yang sudah lama menjalin kerjasama dalam bidang perdagangan dan investasi.

“Saya juga menjabat sebagai Ketua ASEAN BAC, ASEAN Business Advisory Council. Alhamdulillah, hubungan kita dengan negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura, berjalan sangat baik. Kami berkomitmen untuk menjaga hubungan ini, mengingat besarnya volume perdagangan dan investasi di antara negara-negara ASEAN,” jelas Anindya dalam pernyataannya pada acara Kadin.

Ia menekankan bahwa meski ada tantangan yang dihadapi, hal tersebut tidak seharusnya mengganggu hubungan ekonomi di kawasan. Menurutnya, rakyat Indonesia, Malaysia, dan Singapura merasakan dampak dari karhutla, sehingga penyelesaian masalah ini harus menjadi perhatian bersama.

Anindya menjelaskan bahwa stabilitas di kawasan ASEAN selama ini didorong oleh komunikasi yang baik antar negara. Hubungan ini perlu dipertahankan, terutama ketika muncul masalah yang berpengaruh terhadap masyarakat lintas batas.

Ia berpendapat bahwa karhutla tidak hanya menjadi isu lingkungan bagi Indonesia, tetapi juga tantangan yang memerlukan pemahaman dari negara-negara tetangga. Oleh karena itu, respons terhadap permasalahan ini harus diarahkan pada penyelesaian dan upaya untuk menjaga kesejahteraan masyarakat.

“Ketika kita menghadapi tantangan dan musibah, penting untuk menjaga hubungan kita dengan baik. Kita tidak perlu berlebihan dalam menanggapi situasi ini, sebab dampaknya dirasakan oleh semua orang, terutama masyarakat di Indonesia, Malaysia, dan Singapura,” ungkap Anindya.

Pernyataan tersebut disampaikan Anindya sebagai respons terhadap pertanyaan mengenai potensi dampak krisis kabut asap lintas batas terhadap iklim investasi dan hubungan perdagangan di kawasan ASEAN. Pertanyaan ini juga menyentuh kekhawatiran akan kemungkinan pemboikotan atau hambatan perdagangan terhadap produk-produk Indonesia.

➡️ Baca Juga: Joanna Alexandra Lepas Status Janda dan Tanda-Tanda Menuju Pernikahan Segera

➡️ Baca Juga: <p>“Apple Mengumumkan 2,5 Miliar Perangkat Aktif Secara Global”</p>

Related Articles

Back to top button