Cegah Penyalahgunaan Dana Bansos untuk Judi Online, Luhut Terapkan Strategi Ini

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, menargetkan peluncuran sistem perlindungan sosial digital yang didukung oleh kecerdasan buatan (AI) pada minggu ketiga bulan Oktober 2026. Inisiatif ini bertujuan untuk memodernisasi penyaluran bantuan sosial di Indonesia.
Dia menjelaskan bahwa dana bantuan sosial yang akan ditransfer kepada penerima akan disesuaikan dengan kebutuhan dasar mereka, mencakup pembayaran untuk tagihan listrik, kebutuhan pokok seperti beras, serta bahan bakar seperti bensin.
Sebagai Ketua Komite Percepatan Digitalisasi Bantuan Perlindungan Sosial, Luhut mempertimbangkan penerapan skema kupon dalam penyaluran bantuan sosial tersebut. Langkah ini diharapkan dapat memperketat penggunaan dana agar lebih terarah.
Tujuan utama dari strategi ini adalah untuk memastikan bahwa dana bantuan sosial benar-benar digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok penerima manfaat, serta mencegah penyalahgunaan yang dapat terjadi, seperti penggunaan untuk judi online.
“Kami sedang mempertimbangkan apakah akan memperkenalkan kupon yang melarang penggunaan untuk judi online,” ungkap Luhut dalam sebuah konferensi pers di kantornya pada Kamis, 10 September 2026.
“Dana tersebut akan digunakan untuk membayar listrik, membeli beras, dan bensin, serta kebutuhan lainnya. Dengan cara ini, kami berharap akan tercipta mekanisme pasar yang lebih transparan di lapangan,” tambahnya.
Luhut juga optimis bahwa sistem Perlindungan Sosial Digital berbasis AI ini akan mampu menyalurkan dana bantuan secara tepat sasaran kepada para penerima yang berhak.
Selain itu, pemerintah akan mendukung sistem ini dengan membuka rekening massal bagi masyarakat agar mereka dapat langsung menerima transfer bantuan sosial tersebut.
Program rekening bank gratis ini direncanakan akan dilaksanakan melalui BRI dan BSI, dan akan menyasar sekitar 50 juta orang termiskin di Indonesia.
“Presiden baru-baru ini juga telah menginstruksikan agar semua orang memiliki rekening bank. Pada akhirnya, kami tidak akan memberikan subsidi dalam bentuk produk lagi, tetapi akan langsung memberikan subsidi kepada rakyat,” jelas Luhut.
“Ini merupakan arahan dari presiden. Diharapkan langkah ini akan memberikan keadilan bagi masyarakat yang paling membutuhkan, dengan jumlah sekitar 50 juta jiwa yang akan mendapatkan manfaat,” tutupnya.
➡️ Baca Juga: 11 Aplikasi Google Play Dihapus 2025: Diam-Diam Mining Bitcoin!
➡️ Baca Juga: Pembunuhan Cucu Mpok Nori Terungkap, Pelaku WNA Irak dan Mantan Suami Korban




