Sanksi Berlapis untuk Java United: Denda Rp760 Juta dan Larangan Bermain untuk Duo Sayuri

Komite Disiplin PSSI telah mengambil langkah tegas dengan menjatuhkan sanksi berlapis serta denda total mencapai Rp760 juta kepada tim Java United. Sanksi ini diambil setelah terjadinya insiden keributan yang berlangsung setelah pertandingan melawan Persija Jakarta.
Keputusan tersebut resmi diumumkan melalui Surat Keputusan Komdis PSSI pada tanggal 24 September 2026. Sanksi ini berkaitan dengan sejumlah pelanggaran yang terjadi di area lorong ruang ganti Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali.
Pertandingan Super League 2026-2027 yang berlangsung tanpa penonton tersebut berakhir dengan kemenangan Persija 1-0. Namun, pertandingan itu diwarnai dengan kerusuhan, aksi kekerasan, intimidasi terhadap pengawas pertandingan, serta pernyataan yang bersifat diskriminatif.
Sanksi paling berat diberikan kepada Achmad Resal Octavian, mantan asisten pelatih Java United. Ia terbukti melakukan tindakan diskriminatif dengan mengeluarkan kata “pendatang” kepada pelatih kepala Persija Jakarta, Shin Tae-yong.
“Menurut Pasal 60 ayat (1) huruf a dan b Kode Disiplin PSSI Tahun 2025, Achmad Resal Octavian dikenakan skorsing sebanyak 10 pertandingan dan dilarang memasuki stadion dalam 1 pertandingan, serta denda sebesar Rp500.000.000,” demikian bunyi petikan dari Surat Keputusan Komdis PSSI.
Selain Achmad, dua pemain utama Java United, Yakob Sayuri dan Yance Sayuri, juga menerima sanksi. Keduanya dijatuhi larangan bertanding selama empat laga dan denda masing-masing sebesar Rp50 juta karena terbukti mengintimidasi Pengawas Pertandingan agar merekam video keributan di lorong stadion dihapus.
Sanksi serius juga menimpa staf pelatih dan anggota tim lainnya. Pelatih kepala Fabio Lefundes dan ofisial Josmiro De Goes Dos Santos Sobrinho masing-masing didenda Rp30 juta akibat tindakan kekerasan fisik yang mereka lakukan terhadap Media Officer tim tamu. Selain itu, agen pemain Antonio Teles dikenakan denda Rp50 juta karena menendang dan mengintimidasi ofisial Persija secara ilegal di area steril.
Klub Java United FC juga harus menanggung denda tambahan sebesar Rp50 juta terkait pelanggaran penyalahgunaan ID Card. Di sisi lain, ofisial David Glen Oei menerima sanksi berupa teguran keras karena menghalangi pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas.
➡️ Baca Juga: Panglima TNI Jelaskan Siaga 1 sebagai Ujian Kesiapsiagaan Personel yang Biasa
➡️ Baca Juga: <p>Dengarkan Langsung Panggilan Pendapatan Apple Q1 2026: Panduan Langkah-demi-Langkah</p>




