Tiga Langkah Efektif Menangani Karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengungkapkan bahwa penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, akan difokuskan pada tiga aspek utama. Ketiga aspek tersebut meliputi pemadaman api, pembukaan akses jalan, dan pembangunan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air.
“Di lapangan, fokus penanganan saat ini terletak pada tiga pekerjaan inti, yaitu pemadaman api, pembukaan akses jalan, dan pembangunan sumur bor guna mendukung ketersediaan air,” jelas Raja Juli dalam penyampaian informasinya di Jakarta.
Untuk mempercepat proses penanganan, tim yang bertugas di lapangan dibagi menjadi tiga kelompok dengan tanggung jawab masing-masing: membuka jalan, membangun sumur bor, dan memadamkan api yang berkobar.
Menurut Raja Juli, pembagian tugas ini dirancang untuk mempercepat penanganan karhutla sekaligus memastikan bahwa akses menuju lokasi kebakaran dan sumber air dapat diakses oleh petugas pemadam.
Hingga kini, tim yang bertugas membuka jalan telah berhasil membangun sekitar 1,8 kilometer jalan setapak yang mengarah ke Shelter Pesalat. Akses ini sangat penting untuk memfasilitasi mobilisasi personel, peralatan, dan juga pasokan air ke titik kebakaran yang ada.
“Akses jalan sudah berhasil kita buka sepanjang 1,8 kilometer menuju Shelter Pesalat. Kami juga telah menentukan titik-titik sumber air serta lokasi untuk penempatan flexible tank atau portable tank dan sumur bor,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni bersama tim terkait juga turun langsung untuk menentukan lokasi penempatan flexible tank, jalur suplai air, dan titik pembangunan sumur bor. Penentuan lokasi tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan keperluan operasional pemadaman di lapangan.
Titik sumber air yang disiapkan berada di beberapa lokasi, masing-masing akan mengarah ke Shelter Pesalat untuk memastikan kebutuhan air dapat terpenuhi.
Menteri Raja Antoni bersama tim juga melakukan pemantauan dengan berjalan kaki dari Tanjung Harapan, menyusuri jalan setapak yang baru saja dibuka sepanjang 1,8 kilometer menuju Shelter Pesalat. Mereka mengecek proses pembuatan embung untuk menampung air yang akan disalurkan ke titik-titik kebakaran.
“Kita membagi tim menjadi dua untuk pemasangan. Kami akan memasang malam ini, agar bisa langsung digunakan besok, dan kami akan menginap untuk memastikan semuanya terpasang dengan baik,” jelas Raja Antoni.
Menteri Kehutanan menegaskan bahwa penanganan karhutla di Tanjung Puting akan terus dilakukan secara maksimal dengan memanfaatkan semua sumber daya yang ada untuk mendukung upaya tersebut.
➡️ Baca Juga: Oknum Polisi AKBP Merokok Sambil Mengemudi, Respons Marah Terhadap Teguran Warga
➡️ Baca Juga: Chromebook Hp 14a Na1000 Resmi Rp 2 Jutaan Bisa Bikin Anak Sekolah Senang Ini Review




