kpkgg
berita

Prabowo Kerahkan 60 Ribu Personel Gabungan untuk Padamkan Karhutla di Dua Provinsi Prioritas

Presiden Prabowo Subianto telah memutuskan untuk mengerahkan lebih dari 60 ribu personel dari berbagai instansi untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia.

Dua provinsi yang menjadi fokus utama dalam upaya ini adalah Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan, di mana pemerintah memberikan perhatian lebih untuk menangani masalah karhutla yang semakin meluas.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa perkembangan penanganan karhutla dilaporkan kepada Prabowo dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan pada malam hari, Senin (12/10/26).

Laporan tersebut mengindikasikan bahwa pemadaman kebakaran masih berlangsung di area seluas 639 hektare yang tersebar di enam provinsi, dengan Kalimantan dan Sumatra sebagai wilayah yang paling terdampak.

“Saat ini, fokus utama kita adalah pada dua provinsi, yaitu Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan,” kata Teddy ketika menyampaikan hasil rapat mengenai penanganan karhutla di Istana, yang dikutip pada Selasa (13/10/26).

Teddy menjelaskan bahwa operasi pemadaman yang dilakukan melalui jalur darat melibatkan 60.177 personel gabungan. Mereka berasal dari berbagai instansi, termasuk pemadam kebakaran, TNI, Polri, Kementerian Kehutanan, dinas kehutanan daerah, serta relawan yang berdedikasi.

Menurut Teddy, upaya pemadaman di lapangan menunjukkan hasil yang cukup memuaskan, dengan tingkat keberhasilan mencapai lebih dari 80 persen dari luas lahan yang terbakar setiap harinya.

Selain personel di lapangan, pemerintah juga melaksanakan pemadaman menggunakan jalur udara. Operasi ini melibatkan helikopter dan pesawat yang digunakan untuk menjatuhkan air atau melakukan water bombing di titik-titik kebakaran.

“Operasi udara dengan water bombing di berbagai lokasi juga terus dilakukan untuk mempercepat proses pemadaman,” ungkap Seskab Teddy.

Di tengah upaya pemadaman ini, situasi karhutla di beberapa wilayah mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Teddy mencatat bahwa kondisi di Riau, Kalimantan Barat, Jambi, dan Kalimantan Selatan telah mulai membaik.

Pemerintah juga terus berupaya mengoptimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk memanfaatkan potensi pertumbuhan awan hujan. Langkah ini diambil sejalan dengan perkiraan awal musim hujan yang diprediksi akan mulai merata pada pertengahan hingga akhir Oktober 2026.

Dalam rapat terbatas tersebut, Prabowo meminta semua pihak untuk memperkuat upaya penanganan karhutla dan mengerahkan semua sumber daya yang ada secara maksimal agar kebakaran dapat segera dipadamkan dan tidak meluas ke wilayah lainnya.

“Presiden menekankan agar penanganan karhutla terus diperkuat dan seluruh sumber daya dikerahkan secara optimal untuk mempercepat pemadaman serta mencegah meluasnya kebakaran,” tambah Teddy.

➡️ Baca Juga: Ilmuwan Terkenal Amerika Serikat Tewas Ditembak dalam Insiden Tragis

➡️ Baca Juga: PS5 SSD 5.5GB/s vs Xbox 2.4GB/s: Loading Hanya Beda 3 Detik?

Related Articles

Back to top button