Mantan Pemain Kelas Dunia Indonesia Ini Hanya Ingin Bergabung dengan Persija atau Bali United

Radja Nainggolan mengungkapkan ketertarikan awalnya untuk memperkuat dua klub besar Indonesia, yaitu Persija Jakarta dan Bali United, ketika ia mendapatkan tawaran berkarier di tanah air. Namun, pada akhirnya, mantan bintang Inter Milan tersebut memutuskan untuk bergabung dengan Bhayangkara FC pada tahun 2023.
Dalam sebuah wawancara dengan media asal Belanda, Nieuwsblad, Radja yang kini berusia 38 tahun menceritakan bahwa ia sempat berpikir untuk mengakhiri karier sepak bolanya setelah meninggalkan SPAL, klub yang ia bela di Serie B Italia, pada tahun 2023.
“Saya memang berencana untuk pensiun dari sepak bola [pada tahun 2023 setelah bermain untuk SPAL di Serie B Italia],” tutur Radja, seperti yang dilansir oleh Nieuwsblad pada Senin, 12 Oktober 2026.
Rencana pensiun tersebut berubah ketika Erick Thohir, mantan presiden Inter Milan yang kini menjabat sebagai Ketua Umum PSSI, mengundangnya untuk menjadi duta Piala Dunia U-17 2023 di Indonesia.
Selama dua minggu di Indonesia, Radja mengunjungi beberapa kota, termasuk Jakarta, Bandung, Solo, dan Surabaya. Pengalaman tersebut memberikan kesan mendalam bagi pemain yang memiliki darah Indonesia ini.
“Sampai mantan presiden Inter [Milan], yang sekarang menjadi kepala Federasi Sepak Bola Indonesia [Erick Thohir], mengundang saya untuk menjadi duta Piala Dunia U-17 [2023],” ungkapnya.
“Saya menjalani dua minggu yang luar biasa di sana. Setelah itu, saya tidak tahu apa yang harus dilakukan. Hingga saya menerima telepon yang menanyakan apakah saya berminat untuk bermain di Indonesia.”
Ketika tawaran untuk bermain di Indonesia datang, Radja merasa tertarik untuk menerima kesempatan tersebut, meskipun sejak awal ia sudah memiliki preferensi untuk bergabung dengan Persija Jakarta atau Bali United.
Namun, keadaan membawanya untuk bergabung dengan Bhayangkara FC, yang dikenal sebagai klub yang berhubungan dengan institusi kepolisian, yang membutuhkan tenaganya untuk memperkuat tim.
“Saya menerima tawaran itu dengan senang hati, meskipun awalnya saya hanya ingin bermain di Jakarta [Persija] atau Bali [United]. Namun, ternyata tim kepolisian negara, Bhayangkara FC, membutuhkan saya,” tambahnya.
Dalam perjalanannya bersama Bhayangkara FC, Radja mengungkapkan bahwa meskipun klub tersebut bukanlah pilihan awalnya, ia mendapatkan pengalaman finansial yang menarik. Ia menyebutkan bahwa dia menerima gaji sebesar 400.000 euro, yang setara dengan sekitar Rp8 miliar, untuk kontrak selama enam bulan.
➡️ Baca Juga: Klarifikasi Atta Halilintar Mengenai Akhir Rumah Tangga Bersama Aurel Hermansyah
➡️ Baca Juga: Stabilitas Listrik di Sumsel Terancam, Pakar Mengingatkan Pentingnya Tindakan Segera



