kpkgg
berita

Ketum Gibranisti Tanggapi Pernyataan Amien Rais Mengenai Ijazah Gibran dan Putusan MK

Jakarta – Setelah putusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai sengketa ijazah Wapres RI, Gibran Rakabuming Raka, sejumlah tokoh politik mulai melontarkan komentar yang cukup tajam. Salah satunya adalah Amien Rais, yang merupakan anggota Majelis Syura Partai Ummat.

Tanggapan terhadap pernyataan Amien Rais datang dari Ketua Umum Gibranisti, Taufik Bilfaqih, yang dengan tegas membantah argumen yang disampaikan oleh Amien mengenai putusan MK mengenai ijazah Gibran.

Amien Rais sebelumnya meminta agar Gibran mundur dari posisinya sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia. Permintaan ini disampaikan sebagai respons terhadap pernyataan MK yang mengungkapkan tidak ditemukannya ijazah setara SMA dari Gibran saat membacakan keputusan atas gugatan dari Denny Indrayana dan rekan-rekannya.

Lebih jauh, Amien Rais menggambarkan potensi dampak yang bisa terjadi bagi bangsa jika Gibran tidak mengambil langkah mundur dari jabatannya.

Dia mengungkapkan kekhawatirannya akan munculnya kemarahan dari masyarakat Indonesia. Amien bahkan menilai, jika situasi ini tidak dikelola dengan baik, maka Presiden Prabowo Subianto akan menjadi pihak yang paling bertanggung jawab atas ketidakpuasan yang mungkin timbul.

Menyusul pernyataan tersebut, Amien kembali meminta Prabowo untuk segera mendorong Gibran agar mundur dari posisinya sebagai Wapres.

“Saya sangat prihatin jika kemarahan masyarakat semakin meningkat akibat ketidakmauan Gibran untuk mundur. Hal ini bisa mengarah pada situasi yang tidak terkendali. Kita jangan sampai mengalami ledakan sosial yang sulit untuk ditangani oleh aparat keamanan dan pertahanan yang ada,” ujarnya dalam sebuah video di YouTube pada Minggu (11/10/2026).

Lebih lanjut, Amien mengemukakan bahwa jika Gibran tidak lagi menjabat sebagai Wapres, maka kinerja Prabowo sebagai pemimpin negara akan menjadi lebih efektif.

“Untuk Pak Prabowo, sisa tiga tahun masa jabatan Anda akan lebih produktif jika Gibran di-drop saja. Itu akan lebih baik,” tegasnya.

Amien Rais juga menyoroti momen bersejarah ketika Wapres pertama, Muhammad Hatta, memilih untuk mundur dari jabatannya pada 1 Desember 1956.

Dia menjelaskan bahwa Bung Hatta tidak lagi sejalan dengan Presiden pertama, Soekarno, yang menyebabkan Indonesia dipimpin tanpa sosok Wapres selama sebelas tahun ke depan.

➡️ Baca Juga: ProMotion di iPhone 15 Pro: Adaptive Refresh Rate Bisa Turun Sampai 1Hz

➡️ Baca Juga: Gianni Infantino Memperkenalkan Timnas Indonesia sebagai Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Related Articles

Back to top button