Polda Lampung Perluas Pencarian Wartawan Hilang Kontak Saat Liputan Gunung Anak Krakatau

Polda Lampung kini memperluas upaya pencarian terhadap delapan orang yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, Banten. Dari jumlah tersebut, lima di antaranya adalah wartawan yang sedang dalam perjalanan menuju Gunung Anak Krakatau untuk mendokumentasikan aktivitas erupsi yang terjadi di kawasan tersebut.
Memasuki hari kedua dari pencarian, pada Rabu, 9 September 2026, tim kepolisian bekerja sama dengan Basarnas Lampung dan berbagai unsur SAR lainnya dikerahkan untuk menyisir sejumlah lokasi yang dianggap relevan dengan jalur yang dilalui speedboat yang membawa para wartawan tersebut.
Area pencarian pun diperluas hingga mencakup perairan Pulau Legundi, Pulau Sebesi, serta wilayah sekitar Gunung Anak Krakatau. Langkah ini diambil untuk meningkatkan kemungkinan menemukan keberadaan speedboat dan penumpangnya.
Direktur Polairud Polda Lampung, Komisaris Besar Polisi Erick Sartani Marbun, menyatakan bahwa perluasan pencarian didasari oleh berbagai faktor, termasuk kondisi cuaca, arus laut, serta titik terakhir komunikasi yang diterima dari rombongan wartawan.
“Upaya pencarian terus kami perluas dengan memperhatikan berbagai faktor, seperti cuaca dan arus laut, serta titik terakhir komunikasi yang kami terima. Kami meminta seluruh personel di lapangan untuk mengutamakan keselamatan dan melaporkan setiap perkembangan secara berkala,” ungkap Erick.
Rombongan wartawan tersebut berangkat menggunakan speedboat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, pada hari Senin, 7 September 2026, sekitar pukul 14.00 WIB. Mereka menuju Gunung Anak Krakatau untuk mengambil gambar dokumentasi erupsi yang sedang berlangsung.
Salah satu jurnalis dari rombongan tersebut sempat mengirimkan titik lokasi terakhir sekitar pukul 14.42 WIB. Namun, komunikasi terputus sekitar pukul 15.04 WIB, dan sejak saat itu, keberadaan speedboat dan para penumpangnya belum dapat dilacak.
Setelah tidak adanya kabar, tim SAR menggunakan titik komunikasi terakhir dan lokasi yang diketahui sebagai dasar untuk melanjutkan pencarian. Proses ini melibatkan berbagai strategi dan teknik untuk menjangkau area yang luas.
Lima wartawan yang kini masih dalam pencarian meliputi M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, dan Donal, seorang jurnalis freelance. Keberadaan mereka menjadi perhatian khusus di tengah situasi yang penuh ketidakpastian ini.
Selain kelima wartawan tersebut, terdapat juga tiga kru kapal yang berada di dalam speedboat, yaitu Warta, Surakman, dan Heriyanto. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Isawandari Yuyun, menambahkan bahwa seluruh personel dan sumber daya yang dimiliki oleh kepolisian telah disiagakan untuk mendukung operasi pencarian yang dilakukan secara gabungan.
“Polri bersama Basarnas dan berbagai unsur terkait terus berupaya melakukan pencarian. Semua personel dan sarana yang ada kami siagakan untuk mendukung operasi SAR ini,” tegas Yuni.
Pencarian yang dilakukan oleh Polda Lampung dan tim SAR merupakan upaya serius untuk menemukan wartawan hilang kontak di Gunung Anak Krakatau. Situasi yang menegangkan ini menuntut kerja sama dan koordinasi yang baik antara semua pihak yang terlibat, demi keselamatan dan harapan untuk menemukan mereka dengan selamat.
➡️ Baca Juga: Touch ID Di iPhone SE 4 2025, Touch ID Di Samping Gak Ada
➡️ Baca Juga: Kabar Duka: Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto Meninggal Dunia




