slot deposit qris depo 10k
berita

Ojol Serang Pos Polisi dengan Molotov, Sahroni: Tindak Tegas Pelaku Anarkis

Pengemudi ojek online (ojol) melakukan aksi nekat dengan melempar bom molotov ke dua pos polisi di Surabaya pada malam hari, 15 Agustus. Tindakan tersebut diduga dilatarbelakangi oleh kekecewaan akibat penilangan yang dialaminya.

Pelaku yang berusia 30 tahun itu ditangkap setelah aparat berwenang berhasil mengumpulkan bukti dari rekaman CCTV serta keterangan dari saksi-saksi yang ada di lokasi.

Kombes Jules Abraham Abast, Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur, menginformasikan bahwa satu anggota polisi mengalami luka dan telah mendapatkan perawatan medis. Meskipun demikian, kerusakan yang terjadi pada pos polisi tergolong ringan dan pelayanan di pos tersebut tetap berjalan seperti biasa. Dalam sebuah video yang beredar, pelaku mengaku terinspirasi aksi tersebut dari permainan video PUBG.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, menyatakan bahwa tindakan ini tidak dapat dibenarkan dengan alasan apapun. Ia menegaskan bahwa menyerang aparat penegak hukum merupakan tindak pidana yang harus diproses secara hukum.

“Apapun alasannya, menyerang aparat adalah tindakan yang jelas salah dan memiliki konsekuensi hukum. Jika memang ditilang, itu berarti ada pelanggaran lalu lintas yang dilakukan, bukan justru membalas dengan menyerang polisi,” tegas Sahroni dalam pernyataannya.

Sahroni menambahkan, tindakan satu individu seharusnya tidak mencoreng reputasi jutaan pengemudi ojol yang selama ini menjalankan tugas mereka dengan tertib, mematuhi aturan, dan menjaga keselamatan penumpang.

“Oleh karena itu, proses hukum harus dilanjutkan agar ini menjadi pelajaran bahwa ketidakpuasan terhadap tindakan penegakan hukum tidak bisa diselesaikan dengan cara kekerasan,” ujar Sahroni.

Lebih lanjut, Sahroni menekankan bahwa aksi tersebut tidak seharusnya digeneralisasi sebagai perilaku semua pengemudi ojol. Sebagian besar dari mereka justru berkomitmen untuk menjaga keselamatan penumpang dan mematuhi peraturan lalu lintas yang berlaku.

“Mematuhi rambu-rambu dan aturan lalu lintas adalah bagian penting dalam menjaga keamanan penumpang, serta merupakan standar yang harus diikuti oleh para pengemudi. Inilah yang selalu dijunjung tinggi oleh rekan-rekan pengemudi ojol. Sehingga, jika ada oknum yang berperilaku menyimpang seperti ini, tindakan tegas harus diambil. Jangan ada toleransi terhadap tindakan anarkis,” pungkas Sahroni.

➡️ Baca Juga: Harga Emas Dunia Meningkat, Siapkan Diri Menghadapi Dampaknya Bulan Depan

➡️ Baca Juga: Spatial Audio Sony Pulse Elite dengan Planar Magnetic: Benarkah Bikin Suara 3D Lebih Hidup?

Related Articles

Back to top button