Kapal Pesiar Milik Swasta Dipinjam Tanpa Biaya Sewa, Menurut Kemhan

Jakarta – Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengonfirmasi bahwa kapal pesiar J7 Explorer, yang dihiasi dengan logo kementerian, merupakan milik perusahaan swasta. Kapal ini dipinjam tanpa dikenakan biaya sewa untuk mendukung berbagai kegiatan pemerintah di beberapa lokasi di Indonesia.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menjelaskan bahwa kapal tersebut berfungsi sebagai sarana pendukung dalam pelaksanaan program pemerintah di berbagai daerah. “Kapal ini dipinjam tanpa biaya sewa dan digunakan untuk mendukung kegiatan Kemhan yang berfokus pada program-program pemerintah,” ujarnya dalam pernyataan resminya di Jakarta pada hari Minggu.
Rico menambahkan bahwa kapal pesiar ini dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana dalam mendukung program ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintah. Kapal ini telah digunakan untuk mendistribusikan logistik di berbagai wilayah, termasuk Wanam di Papua Selatan, Kalimantan, dan Sumatera.
Selain berfungsi dalam distribusi logistik, J7 Explorer juga berperan sebagai tempat untuk mengadakan rapat guna membahas teknis pelaksanaan program di lapangan. Ini menjadikan kapal bukan hanya sebagai alat transportasi, tetapi juga sebagai ruang diskusi penting bagi tim yang terlibat.
Di Wanam, Papua Selatan, di mana fasilitas akomodasi masih terbatas, kapal ini juga dimanfaatkan sebagai tempat penginapan sementara bagi petugas yang sedang melaksanakan tugas di daerah tersebut. Hal ini menunjukkan fleksibilitas penggunaan kapal dalam mendukung kegiatan di lapangan.
Rico menjelaskan lebih lanjut bahwa pemasangan logo Kemhan pada kapal bertujuan untuk menunjukkan bahwa kapal tersebut sedang digunakan dalam mendukung kegiatan kementerian. “Kapal ini bukanlah aset yang diakuisisi atau dibeli oleh Kemhan, melainkan sarana yang dipinjam untuk meningkatkan mobilitas dan koordinasi para petugas,” jelasnya.
Sebelumnya, keberadaan J7 Explorer yang dilengkapi dengan logo Kemhan menarik perhatian publik setelah tersebar di media sosial, memunculkan berbagai pertanyaan mengenai status kepemilikannya. Kemhan telah mengonfirmasi bahwa kapal ini adalah milik swasta dan diperuntukkan bagi operasi serta logistik dalam program ketahanan pangan.
Dalam pernyataan terpisah, pengusaha asal Kalimantan Selatan, Andi Samsudin Arsyad, yang lebih dikenal sebagai Haji Isam, mengungkapkan bahwa J7 Explorer adalah miliknya. Dia menjelaskan bahwa kapal berbobot 8.076 gross tonnage (GT) ini dibangun di Batam dan selesai pada tahun 2022.
Haji Isam juga menambahkan bahwa saat ini J7 Explorer dimanfaatkan sebagai pangkalan bergerak untuk mendukung pengembangan lahan pertanian di Wanam, Papua Selatan. Dengan demikian, kapal ini berperan krusial dalam membantu pembangunan infrastruktur pertanian di daerah tersebut, yang diharapkan dapat meningkatkan ketahanan pangan nasional.
➡️ Baca Juga: 9 Hidden Settings di Menu Privacy iOS yang 95% Pengguna iPhone Tidak Pernah Buka
➡️ Baca Juga: Batas Free Float Saham Naik Menjadi 15%: Dampaknya Bagi Emiten dan Investor




