Thailand Memiliki Rekor Kuat Melawan Timnas Indonesia, John Herdman Targetkan Kemenangan di Final

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengakui bahwa Thailand memiliki rekor yang lebih baik dalam pertemuan langsung dengan skuad Garuda. Ia menegaskan keinginan untuk mengubah catatan tersebut ketika kedua tim bertanding di final FIFA ASEAN Cup 2026 yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Senin malam, 5 Oktober 2026.
Herdman menyadari bahwa sejarah pertemuan antara kedua tim dapat menjadi sumber kepercayaan diri bagi Thailand. Namun, pelatih asal Inggris ini menilai bahwa final adalah peluang bagi Timnas Indonesia untuk membalikkan keadaan sekaligus meraih trofi yang diidamkan.
“Saya telah melihat catatan pertandingan antara kedua tim. Thailand telah meraih banyak kemenangan melawan Indonesia,” ungkap Herdman dalam sesi konferensi pers di SUGBK pada Minggu, 5 Oktober 2026.
Dengan rekam jejak yang menguntungkan, Herdman percaya Thailand akan tampil percaya diri. Mereka memiliki sejarah kemenangan yang kuat atas Indonesia. Ini menjadi tantangan bagi para pemain Indonesia untuk mengambil langkah signifikan dalam mengubah tren yang ada.
Sejak tahun 1957, Indonesia dan Thailand telah bertemu sebanyak 78 kali. Dalam pertemuan tersebut, Thailand berhasil mencatatkan 37 kemenangan, sementara Indonesia meraih 25 kemenangan, dan 16 pertandingan lainnya berakhir imbang.
Dominasi Thailand juga terlihat dalam sepuluh pertemuan terakhir antara kedua tim, di mana Thailand mengantongi lima kemenangan, sementara Indonesia hanya mampu meraih dua kemenangan.
Kemenangan terakhir Indonesia atas Thailand terjadi pada leg pertama final Piala AFF 2016, di mana skuad Garuda berhasil menang 2-1 setelah sempat tertinggal akibat gol dari Teerasil Dangda. Indonesia mampu membalikkan keadaan berkat gol-gol dari Rizky Pora dan Hansamu Yama.
Di samping membahas sejarah pertemuan, Herdman juga mengingatkan akan fleksibilitas permainan Thailand di bawah arahan Anthony Hudson. Menurutnya, calon lawan memiliki kemampuan untuk mengubah formasi sesuai dengan situasi yang dihadapi dalam pertandingan.
Herdman bahkan sudah mengenal Hudson sejak mereka berkarier di sepak bola Amerika Utara. Hudson pernah menjabat sebagai asisten pelatih tim nasional Amerika Serikat, sementara Herdman sendiri menangani tim nasional Kanada.
“Jadi, seberapa banyak pun saya tahu tentang Thailand, termasuk sistem permainan mereka yang bisa berubah dari formasi diamond menjadi lima bek, atau beralih dari lima bek ke formasi 4-2-1-3 atau 4-3-3, yang sudah kami saksikan dilakukan oleh Anthony Hudson, dia sangat adaptif dan fleksibel,” jelas Herdman.
➡️ Baca Juga: Yusuf Kartiko Ungkap Dampak Keluarga Terkait Saksi Kasus TPKS Betrand Peto
➡️ Baca Juga: Game Mobile Legends Baru Mode 5v5v5 Triple Battle Bikin Meta Kacau Balau Pro Player Bingung




