kpkgg
berita

Kepala Bakom Syahganda: Suara Rakyat Terendah Harus Dengar Presiden untuk Perubahan

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Syahganda Nainggolan, menegaskan bahwa suara rakyat yang berada di lapisan paling bawah harus didengar oleh Presiden Prabowo Subianto. Hal ini sejalan dengan instruksi yang disampaikan oleh Kepala Negara kepada lembaga yang baru dibentuk tersebut.

Syahganda menjelaskan bahwa Presiden menginginkan agar pandangan dan aspirasi masyarakat yang berada di bawah bisa disampaikan secara langsung kepada pemimpin negara. Ia menekankan pentingnya mendengarkan kondisi dan permasalahan yang dihadapi oleh kelompok masyarakat tersebut.

“Ini adalah prioritas yang telah diminta, sehingga kita perlu memastikan bahwa suara rakyat sampai kepada kita,” ungkapnya pada hari Selasa, 6 Oktober 2026.

Arahan tersebut diterima Syahganda dalam sebuah pertemuan dengan Presiden yang berlangsung di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Minggu, 4 Oktober 2026. Pertemuan itu melibatkan Wakil Kepala Bakom, Fadli Tri Hartono, dan berlangsung sekitar dua jam setelah pelantikan keduanya.

Menurut Syahganda, Presiden juga menekankan pentingnya agar program-program pemerintah dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di lapisan paling bawah.

Ia menyebutkan bahwa Bakom telah menyiapkan berbagai sarana untuk mewujudkan hal tersebut, termasuk jaringan komunikasi publik dan saluran aduan di kementerian serta lembaga, seperti “Lapor Pak Polisi”, “Lapor Pak Menkeu”, dan “Lapor Pak Mentan”.

Sarana-sarana ini, menurutnya, merupakan hasil pengembangan yang dilakukan oleh pendahulunya, Muhammad Qodari. Sejak hari Senin, 5 Oktober 2026, ia dan Fadli telah mengadakan rapat dengan para deputi untuk memetakan kemajuan yang telah dicapai.

Fadli menyampaikan bahwa Bakom akan berfokus pada perannya sebagai pengatur komunikasi pemerintah yang lebih responsif dan proaktif. Ia menambahkan bahwa Presiden mengharapkan Bakom aktif dalam mendengarkan masukan, saran, keluhan, bahkan kritik dari masyarakat.

Masukan-masukan tersebut akan diteruskan kepada kementerian dan lembaga terkait, termasuk kepada Presiden. Fadli berharap agar komunikasi pemerintah dapat menjadi lebih terbuka, dialogis, dan berkelanjutan.

Selanjutnya, Fadli menekankan pentingnya penggunaan bahasa yang sederhana agar gagasan dan program pemerintah dapat dipahami dengan baik oleh masyarakat, termasuk manfaat dan pemikiran yang mendasari setiap kebijakan.

Syahganda juga mengajak media, baik arus utama maupun media baru, untuk berkolaborasi dengan Bakom. Ia berharap akan terbentuk jejaring yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dan jurnalis, baik secara vertikal maupun horizontal.

Diketahui bahwa Syahganda menggantikan posisi Qodari, yang kini menjabat sebagai Sekretaris Dewan Pertimbangan Presiden sekaligus sebagai anggota.

➡️ Baca Juga: Mauro Zijlstra Gabung Persija Jakarta: Minim Menit Bermain di Belanda

➡️ Baca Juga: Pasar Mobil Listrik Melonjak Dua Kali Lipat, Mendorong Kenaikan Konsumsi Listrik

Related Articles

Back to top button