Kapal Induk Terbesar AS Terbakar di Tengah Perang Iran, Dua Personel Terluka

Kapal induk terbesar Amerika Serikat, USS Gerald R. Ford (CVN-78), mengalami kebakaran saat terlibat dalam operasi militer di kawasan yang berkonflik dengan Iran. Dalam insiden ini, dua anggota awak kapal mengalami luka, meskipun pejabat AS menyatakan bahwa hal tersebut tidak mengganggu kelancaran operasional kapal induk secara keseluruhan.
CENTCOM, sebagai Komando Pusat Angkatan Bersenjata AS, menjelaskan bahwa penyebab kebakaran tersebut tidak terkait dengan aksi pertempuran. Kebakaran sudah dapat dikendalikan, dan tidak ada kerusakan yang dilaporkan pada sistem penggerak kapal. Dengan demikian, USS Gerald R. Ford tetap dalam kondisi operasional penuh.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis di platform media sosial X, pihak Komando Pusat AS menjelaskan, “Pada 12 Maret, USS Gerald R. Ford (CVN-78) mengalami kebakaran yang berasal dari ruang cuci utama. Kebakaran ini tidak ada hubungannya dengan pertempuran dan sudah terkendali. Tidak ada kerusakan pada sistem propulsi kapal, dan kapal induk tetap dapat beroperasi penuh. Dua pelaut yang mengalami cedera saat ini sedang mendapatkan perawatan medis dan dalam kondisi stabil. Kami akan memberikan informasi lebih lanjut jika tersedia.”
Kebakaran tersebut diketahui terjadi di area fasilitas pencucian pakaian di kapal setelah sebelumnya dilaporkan adanya masalah dengan toilet yang tersumbat. Situasi ini mungkin mencerminkan tantangan yang dihadapi akibat penempatan kapal induk dalam jangka waktu yang lama dan penumpukan masalah perawatan.
Insiden tersebut juga dikonfirmasi melalui unggahan di X oleh Komando Pusat, yang menyebutkan bahwa kebakaran kemungkinan disebabkan oleh kerusakan pada sistem kelistrikan. Dua pelaut yang terluka mendapatkan perawatan medis untuk cedera yang tidak mengancam jiwa dan dalam kondisi stabil.
Gugus Tempur Kapal Induk Ford, yang tengah berpartisipasi dalam Operasi Epic Fury, merupakan kampanye militer yang dilakukan oleh AS dan Israel melawan Iran, dan saat ini sudah memasuki minggu kedua.
USS Gerald R. Ford memulai pelayarannya dari Norfolk, Virginia, pada 24 Juni 2025, dan berangkat menuju Eropa Utara sebelum melanjutkan ke Mediterania. Kapal ini kemudian dipindahkan ke kawasan Karibia pada akhir tahun 2025 dan kembali lagi ke Mediterania sebagai persiapan untuk serangan terhadap Iran. Pada 5 Maret, kapal tersebut melintasi Terusan Suez. Dengan tidak adanya tanggal akhir yang pasti untuk penempatan saat ini, situasi ini mengingatkan kita pada penempatan kapal selama Perang Vietnam dan diperkirakan akan mencetak rekor modern dalam hal jumlah hari penempatan. Kapal induk ini telah dikerahkan untuk tugas nasional selama setidaknya 263 hari.
➡️ Baca Juga: Ekonomi RI Diprediksi Tumbuh Meski Penutupan Selat Hormuz, Purbaya Cs Yakin
➡️ Baca Juga: Apple Ecosystem Explosion: Active Devices Surpass 2.5 Billion, iPhone Fuels New Growth




