Komnas Anak Tegaskan Ruben Onsu Tidak Bela Sarwendah Terkait Video Viral

Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) menegaskan bahwa mereka tidak memihak Sarwendah dalam perselisihan hak asuh anak dengan Ruben Onsu. Ketua Komnas PA, Agustinus Sirait, menyampaikan penyesalan atas reaksi yang muncul setelah pernyataannya dalam konferensi pers sebelumnya menjadi sorotan publik di media sosial.
Agustinus mengungkapkan bahwa akun media sosial Komnas PA kebanjiran komentar negatif pasca konferensi pers yang diadakan untuk menanggapi pengaduan Sarwendah. Ketegangan semakin meningkat setelah Ruben Onsu memberikan respon terhadap video pernyataan Agustinus yang dianggap menunjukkan dukungan terhadap mantan istrinya.
Ia menekankan bahwa lembaganya tidak memiliki niatan untuk membela salah satu pihak yang terlibat dalam konflik. Agustinus juga menyoroti dampak negatif dari komentar masyarakat terhadap lembaga yang berupaya melindungi anak di tengah perselisihan antara kedua orang tua.
“Semenjak konferensi pers yang lalu, akun media sosial kami mengalami serangan komentar yang sangat merugikan,” tutur Agustinus Sirait saat konferensi pers, mengutip dari media yang meliput pernyataan tersebut.
Kontroversi ini bermula dari video Agustinus yang memuji pengacara Sarwendah, Pablo Benua, yang kemudian tersebar luas. Ruben Onsu merespons video tersebut dan merasa bahwa sikap Komnas PA memberikan kesan lembaga itu lebih berpihak kepada mantan istrinya.
Agustinus menyatakan bahwa respons Ruben justru menyebabkan kesalahpahaman publik terkait posisi Komnas PA dalam situasi ini.
“Namun, Ruben Onsu sendiri menanggapi dengan menganggap kami berpihak hanya karena video saya yang memuji Pablo,” jelasnya.
Ia menyayangkan penilaian yang didasarkan pada potongan video tanpa mempertimbangkan konteks secara keseluruhan. Menurut Agustinus, Komnas PA memberikan apresiasi kepada siapapun yang menekankan pentingnya menjaga hubungan anak dengan kedua orang tuanya.
“Penilaian yang hanya melihat potongan video pernyataan saya terasa terlalu dangkal. Siapapun yang menyatakan bahwa anak tidak boleh dipisahkan dari orang tua, pasti kami hargai,” tegas Agustinus.
Agustinus juga mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak dalam memberikan komentar di media sosial. Menurutnya, konflik antara orang tua yang menjadi konsumsi publik dapat berdampak buruk bagi anak-anak yang terjebak di tengah situasi tersebut.
“Tolong hentikan sekarang juga, karena ada anak-anak yang menjadi korban dari apa yang Anda tulis,” tegurnya.
➡️ Baca Juga: 10 Tips Windows 11: Software & Setting agar Laptop Ngebut & Ringan
➡️ Baca Juga: Xiaomi Menguji Smartphone 6,59 Inci: Apakah Ini Xiaomi 17 SE?




