Rudal Iran Melenceng ke Turki, Pertahanan Udara NATO Tembak Jatuh dan Ankara Kirim Protes ke Teheran

Sebuah rudal balistik yang diluncurkan dari Iran dan melintasi wilayah udara Turki, melalui Irak dan Suriah, berhasil dihancurkan oleh sistem pertahanan udara NATO, demikian pernyataan resmi dari pejabat Turki pada Rabu, 4 Maret 2026.
Kementerian Pertahanan Turki menyatakan bahwa rudal tersebut telah berhasil “dihadang dan dinetralisir oleh sistem pertahanan udara dan rudal NATO yang dikerahkan di Mediterania timur”. Namun, pihak kementerian tidak mengungkapkan informasi mengenai target yang sebenarnya dituju oleh rudal tersebut.
Diketahui bahwa Iran telah melancarkan serangan ke berbagai lokasi di sekitarnya sebagai respons terhadap serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel pada hari Sabtu sebelumnya. Turki, yang merupakan anggota NATO dengan mayoritas penduduk Muslim Sunni, berbagi perbatasan sepanjang 500 kilometer dengan Iran.
Seorang pejabat Turki, yang meminta untuk tetap anonim saat berkomunikasi dengan AFP, mengungkapkan bahwa rudal tersebut “sebenarnya ditujukan untuk sebuah pangkalan di Siprus Yunani, tetapi melenceng dari jalurnya”.
Para pejabat juga menjelaskan bahwa pecahan dari rudal yang jatuh di distrik Dortyol, di bagian selatan Turki dekat perbatasan Suriah, telah diidentifikasi sebagai bagian dari rudal pencegat yang digunakan untuk menangkal “ancaman di udara”.
Beruntung, tidak ada laporan mengenai korban jiwa akibat insiden tersebut.
Menanggapi peristiwa ini, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menghubungi Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan dan menegaskan bahwa serangan terhadap kedaulatan Turki tidak bisa diterima. Rubio juga berjanji akan memberikan dukungan penuh dari Amerika Serikat, menurut pernyataan juru bicara Departemen Luar Negeri, Tommy Pigott.
Insiden ini juga mendapat kecaman dari pihak NATO.
“NATO siap berdiri bersama semua sekutunya, termasuk Turki, di tengah serangan tanpa pandang bulu yang dilakukan oleh Iran di berbagai wilayah,” ujar juru bicara NATO, Allison Hart, merujuk pada nama resmi Turki.
“NATO tetap berkomitmen untuk menjaga posisi pencegahan dan pertahanan yang kuat di semua sektor, termasuk dalam hal pertahanan udara dan rudal,” tambahnya.
Uni Emirat Arab juga mengeluarkan pernyataan “mengutuk keras” peluncuran rudal tersebut, menyebutnya sebagai “eskalasi serius”.
Sebagai bentuk reaksi, Ankara memanggil duta besar Iran untuk menyampaikan “keprihatinan dan reaksi” mereka terkait insiden tersebut. Sumber diplomatik melaporkan bahwa Fidan memperingatkan Teheran agar tidak mengambil langkah-langkah yang dapat memperburuk konflik yang sudah ada.
➡️ Baca Juga: Bali United vs Persebaya: Tavares Antisipasi Kembalinya Formasi Serdadu Tridatu Tanpa Bruno dan Milos
➡️ Baca Juga: EJAE Launches R&B Lo-Fi Single Time After Time




