BKSAP DPR Mengutuk Tindakan Israel di Timur Tengah Secara Tegas dan Konsisten

Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Syahrul Aidi Maazat, beserta delegasi DPR RI, berpartisipasi dalam Sidang Umum Inter-Parliamentary Union (IPU) ke-152 yang diselenggarakan di Istanbul pada tanggal 15 hingga 19 April 2026.
Dalam forum internasional yang dihadiri oleh delegasi dari sekitar 150 negara, Syahrul menyampaikan keprihatinannya yang mendalam terkait kondisi di Timur Tengah yang semakin memprihatinkan akibat meningkatnya ketegangan dan konflik.
Syahrul menegaskan sikap tegas Parlemen Indonesia yang mengecam berbagai tindakan militer Israel di wilayah Timur Tengah. Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak hanya memperburuk konflik regional, tetapi juga berpotensi mengancam stabilitas di tingkat global.
Salah satu insiden yang menjadi sorotan adalah penembakan yang menimpa tiga prajurit TNI yang tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
“Tindakan ini sudah melampaui batas karena menyasar pasukan yang menjalankan misi perdamaian,” ungkap Syahrul dalam pernyataannya pada Sabtu, 18 April 2026.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional serta prinsip-prinsip kemanusiaan yang dijunjung tinggi oleh komunitas internasional.
“Kejadian ini harus menjadi perhatian bersama dan tidak boleh dibiarkan tanpa adanya respons tegas dari komunitas global,” lanjutnya.
BKSAP DPR RI juga mengecam keras serangan militer Israel terhadap Palestina, terutama di Jalur Gaza. Menurutnya, agresi yang terus berlangsung telah memicu krisis kemanusiaan yang berkepanjangan, dengan banyaknya korban sipil yang jatuh.
Selanjutnya, Syahrul mengkritik kebijakan terbaru Pemerintah Israel yang dinilai semakin memperburuk situasi. Beberapa kebijakan tersebut termasuk langkah untuk mempersenjatai warga sipil serta pengesahan regulasi yang membuka ruang bagi tindakan kekerasan terhadap warga dan tahanan Palestina.
“Israel telah merusak tatanan geopolitik yang ada, mengganggu ekonomi, hingga menciptakan ketidakstabilan yang dapat mengancam perdamaian dunia. Kami menyerukan kepada seluruh negara untuk bersatu dalam menekan Israel agar tidak menciptakan potensi konflik yang lebih luas, bahkan bisa memicu terjadinya perang dunia,” tegasnya.
Dengan demikian, Syahrul menekankan pentingnya peran forum-forum internasional seperti IPU dalam membangun solidaritas antarnegara untuk mendorong penyelesaian konflik secara damai.
“Seluruh parlemen di dunia harus memperkuat diplomasi dan mengambil langkah konkret dalam menekan pihak-pihak yang terlibat dalam pelanggaran hukum internasional,” pungkasnya.
➡️ Baca Juga: Menjaga Kebersihan Alat Olahraga di Pusat Kebugaran Setelah Digunakan Sangat Penting
➡️ Baca Juga: Tricep Pushdown: Gerakan Efektif untuk Meningkatkan Detailing Otot Lengan Anda




