IHSG Menguat, Bursa Asia Siap Rebound Didorong Optimisme Kesepakatan Iran-AS

Jakarta – IHSG mencatatkan penguatan sebesar 17 poin atau setara dengan 0,23 persen, membuka perdagangan pada level 7.639 di hari Jumat, 17 April 2026.
Fanny Suherman, Kepala Riset Ritel di BNI Sekuritas, memberikan prediksi bahwa IHSG kemungkinan akan mengalami rebound dalam perdagangan hari ini.
Menurut Fanny dalam laporan riset harian yang dirilisnya, “IHSG memiliki potensi untuk rebound hari ini.”
Bursa saham Asia secara umum menunjukkan tren penguatan pada perdagangan Kamis kemarin, didorong oleh optimisme terkait kemungkinan tercapainya kesepakatan untuk mengakhiri konflik di Iran.
Sentimen positif ini muncul seiring dengan meningkatnya tekanan dari pihak AS terhadap Teheran, dan pelaku pasar yang bersiap untuk menyambut rilis data ekonomi serta laporan kinerja perusahaan.
Indeks Nikkei 225 di Jepang mengalami lonjakan signifikan sebesar 2,38 persen, sedangkan Topix naik 1,17 persen. Di Korea Selatan, Kospi meningkat 2,21 persen dan Kosdaq mencatatkan kenaikan sebesar 0,91 persen.
Sementara itu, Hang Seng di Hong Kong menguat 1,72 persen, CSI 300 di China naik 1,1 persen, dan Taiex di Taiwan bertambah 1,12 persen. Namun, indeks S&P/ASX 200 di Australia mengalami penurunan sebesar 0,26 persen, FTSE Straits Times melemah 0,16 persen, dan FTSE Malaysia KLCI turun 0,27 persen.
Di samping itu, para pelaku pasar tengah menantikan sejumlah data penting, termasuk laporan ketenagakerjaan dari Australia dan produk domestik bruto (PDB) dari China.
Raksasa semikonduktor, Taiwan Semiconductor Manufacturing Company, dijadwalkan untuk mengumumkan kinerja keuangannya, dengan harapan bahwa laba bersih mereka akan melonjak hingga 50 persen seiring dengan tingginya permintaan akan chip canggih untuk kecerdasan buatan (AI).
“Support IHSG berada di kisaran 7.580-7.600, sementara rentang resistennya di level 7.650-7.730,” tambahnya.
Sebagai catatan, indeks-indeks saham di Wall Street mencatatkan kinerja yang sangat baik pada penutupan perdagangan Kamis kemarin. Indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite keduanya mencapai rekor tertinggi sepanjang masa, berkat optimisme pasar yang muncul dari potensi berakhirnya konflik di Iran.
Indeks S&P 500 meningkat sebesar 0,26 persen, Nasdaq bertambah 0,36 persen, dan Dow Jones Industrial Average naik 0,24 persen. Penguatan ini didorong oleh sentimen positif setelah Presiden AS, Donald Trump, mengonfirmasi bahwa ia telah berbicara dengan Presiden Lebanon, Joseph Aoun, dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.
Dalam pernyataannya, Trump menyebutkan bahwa Israel dan Lebanon sepakat untuk melakukan gencatan senjata selama 10 hari yang mulai berlaku pukul 17.00 waktu AS. Langkah penghentian serangan Israel terhadap Lebanon ini diharapkan menjadi salah satu syarat penting untuk membuka kembali negosiasi antara AS dan Iran.
➡️ Baca Juga: Berkolaborasi dengan JBL, Realme GT 6 Tayangkan Suara Stereo dengan Dolby Atmos.
➡️ Baca Juga: Trump Ancang-Angan Serang Iran, Pakar Ingatkan Risiko Kembali ke Zaman Batu




