Menteri Lingkungan Hidup Singapura Hubungi Jumhur untuk Bantu Indonesia Atasi Karhutla

Pemerintah Singapura mengambil langkah tegas terkait masalah kabut asap yang disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Hidup Singapura, Grace Fu, menyatakan bahwa pemerintahnya siap memberikan dukungan kepada Indonesia untuk mengatasi tantangan karhutla yang kini berdampak hingga ke wilayah Singapura.
Fu menjelaskan bahwa komunikasi antara negara-negara tetangga tetap terjalin dengan baik. Ia mengungkapkan, “Kami menyadari bahwa fenomena El Nino telah menyebabkan kondisi cuaca yang sangat kering di kawasan ini. Hal ini membuat upaya pemadaman kebakaran hutan menjadi semakin sulit,” ujarnya kepada media, seperti dilansir dari The Straits Times.
Dalam upaya memberikan bantuan, Fu menambahkan bahwa ia telah menghubungi Menteri Lingkungan Hidup Indonesia, Jumhur Hidayat. Melalui komunikasi tersebut, Fu menawarkan dukungan serta menyampaikan penghargaan terhadap langkah-langkah yang telah diambil Indonesia dalam upaya penanggulangan kebakaran hutan.
“Kami mengetahui adanya berbagai inisiatif yang sedang dilakukan. Kami siap membantu semaksimal mungkin,” imbuh Fu.
Menteri Fu juga menunjukkan dukungannya terhadap inisiatif regional untuk membahas kerja sama antarnegara dalam menangani masalah kabut asap. Namun, ia tidak merincikan jenis bantuan yang dapat diberikan oleh Singapura dan tidak menerima pertanyaan lebih lanjut dari awak media.
Menurut Indeks Standar Polutan (Pollutant Standards Index/PSI), yang digunakan untuk memantau kualitas udara di Singapura, angka PSI mencapai 192 di wilayah tengah Singapura pada pukul 18.00, 9 Oktober. Angka ini merupakan yang tertinggi sepanjang tahun 2026 dan mendekati kategori sangat tidak sehat, yaitu 201 atau lebih.
Meskipun ada sedikit perbaikan pada kualitas udara di Singapura pada malam hari, kondisi tersebut masih terklasifikasi sebagai tidak sehat pada pagi 10 Oktober.
Pada pukul 17.00, angka PSI yang tercatat di berbagai wilayah adalah sebagai berikut: utara 119, selatan 129, timur 153, barat 153, dan tengah 170.
Kadar PM2.5, yang mencerminkan kondisi kualitas udara terkini dan digunakan untuk menentukan aktivitas dalam waktu dekat, juga menunjukkan peningkatan di lima wilayah tersebut. Angkanya berkisar antara 58 hingga 117.
Sejak 4 September, Singapura telah mengalami beberapa episode kabut asap. Namun, periode kali ini menjadi yang terlama, dengan kualitas udara yang tidak sehat dan partikel kabut asap yang bertahan di udara sejak 5 Oktober.
➡️ Baca Juga: WinRAR gratis selamanya rahasia ini akhirnya terbongkar dari EULA-nya
➡️ Baca Juga: Ramalan Shio Monyet 2026: Peluang dan Tantangan Komunikasi di Tahun Kuda Api




