Harga Emas Dunia Meningkat, Siapkan Diri Menghadapi Dampaknya Bulan Depan

Harga emas dunia kembali menjadi perhatian utama setelah mencatatkan peningkatan untuk sesi kedua berturut-turut pada perdagangan yang berlangsung pada Senin, 30 Maret 2026. Meskipun terjadi kenaikan saat ini, diperkirakan bahwa logam mulia ini akan menghadapi tekanan kembali dalam waktu dekat.
Emas spot tercatat mengalami kenaikan sebesar 1,6 persen, mencapai level US$4.564 per ons pada pukul 08.51 waktu setempat, setelah sebelumnya menyentuh titik terendahnya sejak bulan November. Di sisi lain, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman bulan April juga menunjukkan penguatan, naik 1,5 persen hingga mencapai posisi US$4.594 per ons.
Menurut analis senior dari Kitco Metals, Jim Wyckoff, penguatan harga emas saat ini lebih dipengaruhi oleh ketidakpastian dalam geopolitik yang terus berlangsung. Kenaikan harga emas ini didorong oleh meningkatnya permintaan untuk aset yang dianggap aman di tengah meningkatnya ketegangan konflik di Timur Tengah.
“Perang yang sedang berlangsung masih menunjukkan intensitas yang tinggi, dan belum ada tanda-tanda akan segera mereda. Hal ini berkontribusi pada kenaikan harga emas karena permintaan untuk aset safe haven. Dalam waktu dekat, perhatian pasar akan terfokus pada situasi perang, harga minyak mentah, imbal hasil obligasi, serta indeks dolar AS,” ungkap Wyckoff dalam pernyataannya yang dikutip dari Kitco pada Selasa, 31 Maret 2026.
Saat ini, para pelaku pasar sedang menunggu pernyataan dari Ketua Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell, dan Presiden The Fed New York, John Williams, untuk mendapatkan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter selanjutnya. Menurut pandangan Wyckoff, harga emas berisiko mengalami penurunan jika bank sentral AS memilih untuk tetap mempertahankan suku bunga pada level yang ada.
“Saya memperkirakan bahwa Powell akan bersikap hati-hati dan cenderung netral. Namun, jika komentarnya mengarah pada kebijakan yang lebih ketat, harga emas bisa terkena dampak negatif. Sebaliknya, jika komentarnya menunjukkan kebijakan yang lebih longgar, harga emas bisa kembali mengalami penguatan,” kata Wyckoff.
Di samping itu, investor juga mencermati rilis berbagai data ekonomi penting dari AS yang dijadwalkan keluar minggu ini. Data yang diantisipasi mencakup informasi mengenai lowongan kerja, penjualan ritel, laporan dari ADP terkait tenaga kerja, hingga data nonfarm payrolls.
Di pasar logam lainnya, pergerakan harga juga menunjukkan tren positif. Harga perak spot meningkat 2,5 persen hingga mencapai US$71,36 per ons. Sementara itu, platinum mengalami penguatan sebesar 3 persen, mencapai level US$1.919,23. Palladium bahkan melonjak 4,3 persen, menyentuh harga US$1.436,56 per ons.
Ketegangan konflik semakin meningkat setelah Iran meluncurkan serangan rudal ke Israel dan mengancam akan memberikan balasan terhadap agresi tersebut, yang kemudian dibalas oleh Israel dengan serangan ke Teheran. Situasi ini semakin kompleks dengan keterlibatan kelompok Houthi di Yaman, yang juga berkontribusi pada lonjakan harga minyak dunia.
➡️ Baca Juga: EJAE Launches R&B Lo-Fi Single Time After Time
➡️ Baca Juga: Perbandingan Narasi ‘Sepuluh Hari’ Antara AS dan Iran yang Mempengaruhi Publikasi Media




