Wakil Presiden Gibran Rakabuming menekankan pentingnya transparansi dalam menyampaikan hasil investigasi terkait kasus keracunan yang terjadi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Ia meminta agar informasi mengenai kasus tersebut disampaikan secara terbuka kepada keluarga para korban.
Pernyataan ini disampaikan Gibran saat ia mengadakan dialog dengan orang tua siswa yang terdampak di SDN Pasusukan, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang.
“Proses investigasi sedang berlangsung, namun saya pastikan ini dilakukan dengan cepat. Hasilnya akan disampaikan kepada Bapak-Ibu secara terbuka dan transparan. Kejadian serupa tidak boleh terulang,” ungkapnya.
Gibran juga menyampaikan rasa empati dan permohonan maaf kepada keluarga yang terdampak. Ia menegaskan bahwa pemerintah akan menindaklanjuti keluhan yang disampaikan serta memastikan penanganan bagi para korban dilakukan dengan optimal.
“Jika saya berada di posisi Anda, tentunya saya juga akan merasa cemas jika anak saya mengalami keracunan. Oleh karena itu, saya hadir di sini untuk memastikan bahwa korban mendapatkan perawatan yang layak, keluarga mendapat kepastian, investigasi diselesaikan, dan pengawasan diperkuat,” tambahnya.
Dalam pertemuan tersebut, salah satu orang tua siswa, Faizun, meminta kepada pemerintah untuk mengevaluasi program MBG dan mencari solusi agar insiden serupa tidak terjadi di masa mendatang.
“Kami akan mencari solusi terbaik, Pak. Yang jelas, tata kelola program ini harus diperbaiki agar kejadian-kejadian seperti ini tidak terjadi lagi,” jawab Gibran menanggapi permintaan tersebut.
Wakil Presiden kemudian meminta kepada Pemerintah Kabupaten Batang untuk menunjuk penanggung jawab dari berbagai sektor yang dapat mengoordinasikan penanganan terhadap korban, mencakup kesehatan, layanan pendidikan, serta kebutuhan keluarga.
“Setiap keluhan dari orang tua atau keluarga korban harus segera ditindaklanjuti. Bupati, silakan tentukan PIC dari berbagai dinas seperti BGN, Dinkes, Disdikbud, dan Pemkab untuk menangani isu kesehatan, layanan pendidikan, serta kebutuhan keluarga,” tegasnya.
Menurut data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Batang hingga Senin, 28 September, pukul 07.00 WIB, sebanyak 674 orang telah tercatat terpengaruh oleh dugaan keracunan makanan tersebut. Dari jumlah tersebut, 34 pasien masih dalam perawatan.
Kasus keracunan ini terjadi pada penerima manfaat program MBG dari beberapa lembaga pendidikan yang berada di Kecamatan Bawang. Pemerintah daerah saat ini telah mengambil sampel makanan untuk dianalisis guna menentukan penyebab masalah ini.
Sementara itu, operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertanggung jawab memasok makanan kepada para penerima manfaat yang terdampak juga dihentikan sementara hingga pemeriksaan selesai dilakukan.
➡️ Baca Juga: F-15 AS Jatuh Ditembak Iran, Dampak Terhadap Kebijakan Luar Negeri Trump
➡️ Baca Juga: <p>Apple Menjajaki Strategi untuk Memerangi Kenaikan Harga Memori</p>

