Waketum PAN Dorong JK Sampaikan Saran dan Kritik Secara Langsung kepada Prabowo

Wakil Ketua Umum DPP PAN, Saleh Partaonan Daulay, mengajak mantan Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla (JK), untuk memberikan saran dan kritik secara langsung kepada Presiden Prabowo Subianto. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat komunikasi yang konstruktif dalam pemerintahan.
Saleh menegaskan bahwa ruang dialog antara Presiden dan berbagai elemen masyarakat saat ini sangat terbuka, termasuk bagi tokoh-tokoh nasional untuk menyampaikan pandangan mereka secara langsung.
“Presiden Prabowo sangat terbuka terhadap masukan dan kritik. Beliau bahkan sering mengundang para tokoh untuk berdiskusi di Istana,” ungkapnya dalam keterangan yang disampaikan pada Sabtu, 11 April 2026.
Menurut Saleh, forum diskusi tersebut melibatkan beragam kalangan, mulai dari birokrat, ulama, akademisi, hingga aktivis dan media. Hal ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk mendengarkan aspirasi publik. Ia berpendapat bahwa penyampaian kritik secara langsung akan lebih efektif dan memiliki dampak yang lebih besar.
“Saya percaya, jika Pak JK berkunjung ke Istana, semua orang akan berharap agar beliau menyampaikan saran, masukan, dan kritik yang konstruktif. Berbicara langsung dengan Presiden tentu akan lebih mudah untuk diimplementasikan, terutama jika yang menyampaikan adalah tokoh seperti Pak JK,” jelasnya.
Dia juga menekankan bahwa kapasitas dan pengalaman JK menjadi nilai penting dalam memberikan masukan yang strategis bagi pemerintah.
“Pak JK adalah sosok yang luar biasa. Beliau tidak hanya memiliki pemahaman yang dalam tentang bisnis, tetapi juga sangat mengerti seluk-beluk politik dan birokrasi. Pengakuan atas kemampuannya tidak hanya terbatas di dalam negeri, tetapi juga di tingkat internasional,” tambahnya.
Saleh berpendapat bahwa penyampaian kritik secara langsung sangat tepat bagi tokoh dengan pengalaman dan posisi seperti JK, sehingga dapat mendorong solusi yang lebih konkret. Ia menegaskan bahwa kritik tetap memiliki peran yang signifikan dalam demokrasi, namun harus disampaikan dengan cara yang konstruktif dan sesuai dengan konteks.
“Saya rasa, jika Pak JK mengunjungi Istana, semua orang berharap beliau dapat memberikan saran, masukan, dan kritik yang membangun,” ujarnya.
Langkah ini dinilai dapat memperkuat kerja sama antara pemerintah dan tokoh masyarakat dalam menjaga kualitas demokrasi sekaligus mendorong kebijakan yang responsif terhadap kebutuhan publik.
➡️ Baca Juga: Trailer Wolverine PS5 Bangkitkan Ekspektasi, Tapi Rilis Dijadwalkan 2026
➡️ Baca Juga: Reuni Choi Woo Shik dan Jang Hye Jin sebagai Ibu-Anak dalam Film Number One




