Berita Utama

Pemerintah Gelontorkan Rp 12,83 T untuk Diskon Transportasi dan Bansos Beras Minyak Lebaran 2023

Pemerintah Indonesia telah menyiapkan paket stimulus ekonomi untuk kuartal I-2026 senilai Rp 12,83 triliun, bertujuan untuk meningkatkan daya beli dan mobilitas masyarakat menjelang Lebaran.

Informasi ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam acara KTT Ekonomi Indonesia yang berlangsung di Hotel Shangri-La, Jakarta, pada hari Selasa (3/2).

“Kami akan meluncurkan paket stimulus yang mencerminkan kondisi perekonomian Indonesia saat ini. Anggaran sebesar Rp 12,83 triliun ini dirancang untuk mendukung daya beli dan mobilitas masyarakat,” ungkap Airlangga, seperti dilansir oleh Detik.com.

Diskon Transportasi Sebagai Prioritas

Salah satu insentif utama dalam paket stimulus ini adalah diskon tarif transportasi untuk meringankan biaya perjalanan masyarakat selama musim Lebaran.

Diskon tersebut mencakup tiket pesawat domestik kelas ekonomi, kereta api, transportasi laut, serta tarif tol. Pemerintah juga memberikan potongan untuk airport tax dan harga avtur guna meningkatkan efisiensi biaya transportasi.

Airlangga menjelaskan rincian diskon yang ditawarkan, antara lain:

  • Tiket pesawat domestik kelas ekonomi: diskon hingga 16% termasuk PPN yang ditanggung oleh pemerintah.
  • Transportasi laut dan kereta api: diskon mencapai 30%.
  • Jalan tol: potongan tarif hingga 20%.
  • Airport tax (Angka Pura): diskon 50%, serta potongan harga avtur untuk mendukung efisiensi biaya transportasi.

Airlangga menegaskan bahwa tujuan utama dari diskon ini adalah untuk meningkatkan mobilitas masyarakat sekaligus menjaga daya beli tetap stabil.

“Kami berharap diskon ini dapat meringankan biaya perjalanan masyarakat saat Lebaran,” tambahnya.

Baca Juga: Diskon Airport Tax 50 Persen untuk Mudik Lebaran 2026, InJourney Pastikan Harga Tiket Lebih Murah

Bantuan Sosial Beras dan Minyak Selama Dua Bulan

Selain diskon transportasi, pemerintah juga akan menyalurkan bantuan sosial berupa 10 kilogram beras dan minyak goreng kepada masyarakat. Program ini direncanakan berlangsung dari Februari hingga Maret 2026, dengan tujuan untuk mendorong konsumsi rumah tangga di kuartal pertama tahun ini.

Airlangga menjelaskan bahwa langkah ini diambil karena kuartal pertama merupakan periode penting untuk pertumbuhan ekonomi. Tahun lalu, pertumbuhan pada kuartal ini tergolong rendah, sehingga pemerintah menilai kebutuhan akan stimulus tambahan untuk mendorong aktivitas ekonomi.

Kementerian Sosial juga sebelumnya menyebutkan bahwa sebagian penerima bantuan sosial akan mendapatkan bantuan beras selama enam bulan, untuk menjaga ketersediaan pangan menjelang Lebaran.

Paket stimulus ini diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal I-2026. Dengan kombinasi diskon transportasi dan bantuan sosial, pemerintah menargetkan untuk meningkatkan mobilitas masyarakat sekaligus menjaga daya beli, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Langkah ini juga sejalan dengan strategi pemerintah untuk menjaga inflasi tetap terkendali, memperkuat konsumsi domestik, serta mendukung sektor transportasi dan perdagangan yang merupakan tulang punggung pertumbuhan ekonomi.

➡️ Baca Juga: Speed Test: Acronis vs Macrium Reflect Backup 1TB SSD, Mana Lebih Cepat?

➡️ Baca Juga: 5 Fakta AI di Dunia Pendidikan yang Bakal Gantikan Guru

Related Articles

Back to top button