PSSI Menyampaikan Tanggapan Resmi Terhadap Tendangan Kungfu di Pertandingan EPA U-20

PSSI segera mengambil tindakan tegas terkait insiden keras yang terjadi di ajang Elite Pro Academy (EPA) U-20. Dengan serius, federasi meminta Komite Disiplin (Komdis) untuk memberikan hukuman yang berat kepada pelaku yang terlibat.
Insiden yang menjadi sorotan publik ini melibatkan Fadly Alberto, seorang pemain dari Bhayangkara FC U-20, setelah pertandingan sengit melawan Dewa United U-20 yang berlangsung di Stadion Citarum, Semarang, pada 20 April 2026.
Rekaman video yang beredar menunjukkan aksi berbahaya yang dilakukan oleh Fadly. Pemain yang sebelumnya memperkuat Timnas Indonesia U-17 di Piala Dunia U-17 2025 kini berada di bawah perhatian yang tajam dari berbagai pihak.
Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima laporan resmi mengenai insiden tersebut dan segera mengambil langkah proaktif dengan mendorong Komdis untuk bertindak.
“PSSI telah mendapatkan laporan terkait kejadian dalam pertandingan Dewa United dan Bhayangkara di Elite Pro Academy. Ketua Umum sangat mengecam tindakan tersebut, termasuk pemain yang terlibat,” kata Yunus Nusi dalam keterangan resminya yang disampaikan kepada wartawan pada Senin, 20 April.
“Segera setelah itu, PSSI akan menyerahkan masalah ini kepada Komite Disiplin untuk ditindaklanjuti dengan hukuman yang seberat-beratnya. Kami meminta agar ini menjadi prioritas yang segera disidangkan dan diputuskan,” tambahnya.
PSSI tidak hanya fokus pada pelaku insiden, tetapi juga menyoroti kemungkinan adanya kelalaian dari pihak perangkat pertandingan. Evaluasi menyeluruh dianggap penting agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Komite Wasit yang dipimpin oleh Yoshimi Ogawa diminta untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh. Bahkan, jika ditemukan adanya unsur kelalaian, tidak menutup kemungkinan akan ada edukasi tambahan atau sanksi yang diberikan.
Yunus menegaskan, insiden ini merupakan pukulan telak bagi perkembangan pembinaan usia muda yang seharusnya mengedepankan sportivitas di lapangan.
“Kami sangat prihatin dengan terjadinya insiden ini. Masih ada kejadian-kejadian seperti ini yang melibatkan pemain,” tutur Yunus Nusi.
“Kami berharap, setiap pemain dapat menjaga emosi dan tetap bersikap sabar, apapun situasi yang terjadi di lapangan. Tindakan emosional justru merugikan diri mereka sendiri dan juga klub,” lanjutnya.
Kasus ini menjadi sinyal serius bagi PSSI untuk menjaga integritas dan kualitas kompetisi di level usia muda. Federasi berharap insiden ini dapat menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak, terutama para pemain, agar selalu menjunjung tinggi prinsip fair play di atas lapangan.
➡️ Baca Juga: Tri Indah Merespons Isu VCS dengan Suami Clara Shinta, Apakah Dia Pingsan?
➡️ Baca Juga: 7 Setting Developer Options Android, Termasuk Turunkan Skala Animasi agar HP Terasa Lebih Cepat




