slot deposit qris slot qris
Otomotif

China Kuasai Pasar Mobil Listrik di Indonesia dengan Pangsa 60 Persen

Dominasi kendaraan listrik yang diproduksi oleh China di pasar global semakin sulit untuk dibendung. Namun, perlu diingat bahwa tidak semua negara bersikap sama terhadap merek-merek dari Negeri Tirai Bambu ini. Ada negara yang hampir sepenuhnya dikuasai, sementara ada pula yang masih memiliki kendala dalam penerimaan.

Berdasarkan laporan terbaru dari Visual Capitalist yang mengolah data dari Benchmark Mineral Intelligence, terungkap peta kekuatan mobil listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV) asal China di berbagai negara antara tahun 2018 hingga 2025. Hasilnya cukup mengejutkan dan membawa dampak besar bagi industri otomotif global.

Meksiko menjadi salah satu contoh paling mencolok. Diperkirakan pada tahun 2025, sekitar 89,9 persen dari total penjualan mobil listrik di negara tersebut akan berasal dari China, meningkat tajam dibandingkan dengan 28,3 persen di tahun 2023. Selama dua tahun, lonjakan ini sangat signifikan, dengan penjualan BEV asal China di Meksiko meloncat dari 3.145 unit menjadi 53.742 unit.

Bagaimana dengan Indonesia? Angka yang ditunjukkan juga tidak kalah mencengangkan. Pada tahun 2023, kontribusi mobil listrik China di Tanah Air tercatat sebesar 3,2 persen. Namun, pada tahun 2025, angka ini diprediksi akan melesat menjadi 61,6 persen. Dari segi volume, penjualannya juga mengalami pertumbuhan yang luar biasa, dari 543 unit menjadi 64.252 unit. Ini berarti lebih dari separuh mobil listrik yang beredar di Indonesia berasal dari pabrikan China.

Tidak hanya di kawasan Asia Tenggara, Eropa juga mulai tertarik. Di Inggris, diperkirakan 26 persen dari penjualan BEV pada tahun 2025 akan berasal dari China, setara dengan 129.069 unit. Italia bahkan mencatat angka yang lebih tinggi yakni 37 persen, sementara Spanyol mencapai 35,9 persen, dan Portugal 30,8 persen. Australia juga menunjukkan tren serupa, dengan 79,5 persen penjualan BEV berasal dari China. Israel bahkan mencapai angka yang sangat tinggi, yakni 84,8 persen.

Sementara itu, di pasar domestiknya sendiri, China tetap unggul tanpa tantangan berarti. Pada tahun 2025, penjualan BEV di dalam negeri diperkirakan mencapai 7.968.936 unit, hampir seluruhnya merupakan produk lokal. Skala produksi yang sangat besar ini kemudian mendorong China untuk melakukan ekspansi yang masif ke pasar luar negeri.

Namun, ada satu negara yang tetap memiliki hambatan: Amerika Serikat. Meskipun pasar mobil listrik di sana cukup besar, pangsa BEV buatan China hanya berada di angka 0,5 persen pada tahun 2025, atau sekitar 6.070 unit. Berbagai faktor seperti tarif tinggi, kebijakan perdagangan yang ketat, dan ketegangan geopolitik menjadi penghalang yang sulit untuk ditembus.

Fenomena ini mengindikasikan bahwa ekspansi kendaraan listrik dari China sangat bergantung pada kebijakan dan keterbukaan pasar di setiap negara. Negara-negara berkembang seperti Indonesia dan Meksiko menjadi pasar yang subur untuk produk-produk ini berkat harga yang kompetitif dan variasi model yang ditawarkan. Sebaliknya, pasar seperti Amerika Serikat masih dipenuhi dengan berbagai tantangan dan hambatan.

➡️ Baca Juga: 73% Pro Player CS2 Gaji Cuma 3 Juta/Bulan, Rata Rata 8 Juta

➡️ Baca Juga: Longsor Sampah di Zona 4 TPST Bantargebang, Penutupan Sementara Diberlakukan

Related Articles

Back to top button