Ruben Onsu Tawarkan Investasi Menjanjikan, Korban Tergiur dengan Keuntungan Setiap Bulan

Janji untuk memberikan keuntungan investasi mencapai Rp350 juta setiap bulan menjadi sorotan dalam kasus dugaan penipuan yang melibatkan Ruben Onsu. Kasus ini menimbulkan pertanyaan tentang keabsahan tawaran investasi menjanjikan yang diterima oleh beberapa pihak.
Ruben Onsu kini berstatus sebagai tersangka dalam kasus investasi senilai Rp3,5 miliar, yang dilaporkan oleh seorang rekan bisnisnya yang dikenal dengan inisial DM. Penetapan status ini dilakukan oleh Polres Metro Jakarta Selatan.
Informasi mengenai besaran keuntungan yang dijanjikan disampaikan oleh kuasa hukum korban, Ahmad Ramzy. Ia mengungkapkan bahwa Ruben Onsu sebelumnya menawarkan skema investasi dengan janji imbal hasil sebesar 10 persen dari modal yang disetorkan.
“Ini berarti ada keuntungan yang diharapkan. Janji 10 persen itu disampaikan, tetapi kenyataannya tidak ada realisasi,” jelas Ahmad kepada awak media pada hari Jumat, 28 Agustus 2026.
Dengan total investasi yang mencapai Rp3,5 miliar, jumlah keuntungan yang dijanjikan kepada korban dapat mencapai Rp350 juta setiap bulannya. Ini merupakan angka yang cukup menggiurkan bagi para investor.
“Jadi, dari total Rp3,5 miliar, keuntungan yang dijanjikan adalah Rp350 juta per bulan,” tambahnya.
Namun, harapan akan keuntungan tersebut tidak terwujud. Masalah semakin rumit setelah modal yang diinvestasikan oleh korban juga tidak kunjung dikembalikan.
Sebelumnya, para korban sempat memberikan kesempatan kepada Ruben untuk menyelesaikan masalah ini secara informal. Mereka berharap dapat mencapai kesepakatan tanpa harus membawa perkara ini ke ranah hukum.
Ahmad Ramzy menyatakan bahwa pihaknya telah memberikan waktu kepada Ruben Onsu untuk memenuhi kewajibannya. Namun, upaya tersebut ternyata tidak membuahkan hasil yang diharapkan.
“Kami sudah memberikan waktu yang cukup, tetapi sepertinya RSO tidak berniat untuk menyelesaikannya,” tutupnya.
Setelah tidak menemukan titik terang, kasus ini kemudian dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Selatan. Langkah hukum diambil untuk menuntut keadilan bagi para korban.
Menurut Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Joko Adi Wibowo, kasus ini bermula ketika Ruben menawarkan peluang investasi kepada korban melalui bisnis yang ia jalankan. Tawaran ini menarik perhatian dan menyebabkan korban terjerat dalam skema investasi yang tidak jelas.
Laporan polisi mengenai kasus ini tercatat dengan nomor 310/VIII/2025/SPKT/Polres Jakarta Selatan, yang dibuat pada 22 Agustus 2025. Dalam laporan tersebut, pelapor berinisial P, sedangkan korban berinisial DM.
Korban kemudian tertarik dengan penawaran investasi yang disampaikan oleh Ruben, dan keduanya sepakat untuk melanjutkan transaksi.
“Si terlapor ini memiliki bisnis dan menawarkan kepada korban untuk menginvestasikan dananya,” ungkap AKP Joko.
Peristiwa ini menunjukkan betapa pentingnya kewaspadaan dalam memilih investasi, terutama ketika tawaran keuntungan terlihat terlalu bagus untuk menjadi kenyataan. Banyak orang yang tergoda oleh janji-janji manis, namun pada akhirnya terjebak dalam skema yang merugikan mereka.
Investasi menjanjikan haruslah diikuti dengan transparansi dan kejelasan mengenai risiko yang ada. Dalam kasus ini, jelas bahwa para korban tidak mendapatkan informasi yang memadai mengenai potensi kerugian yang mungkin mereka hadapi.
Penting bagi setiap calon investor untuk melakukan due diligence sebelum menanamkan dananya. Mengandalkan reputasi atau ketenaran seseorang tidak selalu menjadi jaminan keamanan investasi.
Sebagai langkah pencegahan, calon investor sebaiknya:
– Memverifikasi latar belakang perusahaan atau individu yang menawarkan investasi.
– Memahami semua syarat dan ketentuan investasi.
– Mengetahui risiko yang terkait dengan jenis investasi tersebut.
– Tidak tergoda oleh janji keuntungan yang tidak realistis.
– Menggunakan jasa penasihat keuangan yang terpercaya.
Melalui berbagai langkah tersebut, diharapkan para investor dapat melindungi diri mereka dari potensi penipuan dan kerugian finansial.
Kasus Ruben Onsu menjadi pengingat bahwa investasi menjanjikan harus disertai dengan kehati-hatian dan pengetahuan yang cukup. Dengan meningkatnya jumlah penipuan investasi, penting bagi masyarakat untuk tetap waspada dan kritis dalam mengambil keputusan keuangan.
Mari kita belajar dari pengalaman ini dan berinvestasi dengan bijak agar tidak terjebak dalam skema yang merugikan.
➡️ Baca Juga: 15 software legendaris yang hilang tanpa jejak, generasi Zoomer gak akan pernah ngerasain
➡️ Baca Juga: Baru Saja Samsung Umumkan Chip HP 2 nm – Baca Selengkapnya di Sini




