Revitalisasi Industri Tekstil oleh Danantara untuk Memperkuat Fondasi Industri Nasional

Jakarta – Presiden Prabowo terus berkomitmen untuk merevitalisasi industri tekstil nasional guna memenuhi kebutuhan domestik. Upaya ini bertujuan untuk memperkuat sektor manufaktur, meningkatkan daya saing industri, membuka peluang kerja, serta mengoptimalkan kapasitas produksi di dalam negeri.
Inisiatif tersebut diambil oleh Prabowo di tengah tantangan yang dihadapi industri tekstil di tanah air. Berbagai masalah seperti persaingan global, perubahan dalam rantai pasokan, tekanan terhadap biaya produksi, dan pergeseran permintaan pasar menjadi tantangan yang harus diatasi. Selain itu, kebutuhan akan modernisasi mesin dan teknologi juga semakin mendesak.
Menurut Dr. Sarlina Sari, seorang akademisi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI), perhatian pemerintah terhadap sektor tekstil harus dilihat dari sudut pandang yang lebih luas. Hal ini penting sebagai bagian dari strategi untuk memperkuat fondasi industri nasional secara keseluruhan.
“Industri tekstil memainkan peran yang sangat penting dalam proses industrialisasi di Indonesia. Selain memberikan kontribusi terhadap produksi dan ekspor, sektor ini juga berhubungan erat dengan penyerapan tenaga kerja, industri pendukung, serta aktivitas ekonomi di berbagai wilayah,” ujar Sarlina dalam keterangannya pada tanggal 26 September 2026.
Dalam konteks ini, perhatian Presiden Prabowo terhadap revitalisasi industri tekstil diharapkan dapat mendorong transformasi yang signifikan dalam sektor manufaktur nasional.
Salah satu aspek yang perlu dicermati adalah peran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) dalam mendukung investasi dan penguatan industri strategis di tingkat nasional.
Dr. Sarlina, yang merupakan lulusan program Doktor dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), menyatakan bahwa investasi dalam industri tekstil tidak boleh hanya difokuskan pada peningkatan kapasitas produksi semata.
Ia berpendapat bahwa investasi harus mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi, kualitas produk, serta mendorong inovasi teknologi. Lebih jauh, industri juga perlu memiliki kemampuan untuk menjangkau pasar global. Untuk itu, Sarlina memberikan apresiasi terhadap perhatian CEO Danantara, Rosan Roeslani, dalam agenda investasi dan penguatan sektor industri nasional.
“Danantara memiliki posisi yang strategis dalam mendorong investasi jangka panjang yang dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia,” jelas Sarlina.
“Dukungan terhadap industri tekstil akan lebih berarti jika diarahkan pada modernisasi teknologi, penguatan rantai pasokan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan pengembangan pasar ekspor,” tambahnya.
Sarlina menekankan bahwa investasi dalam industri tekstil harus menghasilkan nilai tambah yang signifikan. Ukuran keberhasilan investasi tidak semata-mata terletak pada besarnya dana yang masuk, tetapi lebih pada dampak yang ditimbulkan terhadap sektor dan perekonomian secara keseluruhan.
➡️ Baca Juga: <p>“Hidupkan Kembali Game Retro di iPhone Anda dengan Pengontrol MagSafe Mungil Ini”</p>
➡️ Baca Juga: Duel Juventus vs Hellas Verona di ANTV: Si Nyonya Tua Usahakan Tiket Champions




