Kronologi Detail Dugaan Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry terhadap Lima Korbannya

Jakarta – Kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan Syekh Ahmad Al Misry kembali menarik perhatian publik setelah serangkaian kronologi peristiwa terungkap.
Peristiwa yang diduga terjadi sejak tahun 2017 ini mulai ramai diperbincangkan pada tahun 2021, menyusul munculnya pengakuan dari beberapa korban. Berikut adalah rangkaian kronologi kejadian yang disajikan secara sistematis.
Awal Mula Dugaan Kasus
Peristiwa ini diyakini bermula pada tahun 2017, ketika Syekh Ahmad Al Misry sering diundang ke berbagai pesantren. Dalam kesempatan tersebut, ia berinteraksi dengan santri, terutama mereka yang memiliki kemampuan untuk menghafal Al-Qur’an.
Kasus Terungkap ke Publik
Walaupun peristiwa ini terjadi beberapa tahun sebelumnya, dugaan kasus ini baru mencuat pada tahun 2021. Informasi mulai menyebar setelah para korban berani mengungkapkan pengalaman mereka kepada pihak-pihak yang mereka percayai.
Upaya Penyelesaian Internal
Mewakili para korban, Ustaz Abi Makki mengungkapkan bahwa masalah ini sempat ditangani secara internal oleh para guru di lingkungan pesantren. Dalam proses tersebut, pelaku disebut telah menyampaikan permohonan maaf.
“Dia minta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi. Setelah itu, tidak ada kelanjutan dari masalah ini,” ungkap Ustaz Abi Makki saat ditemui di Cipete Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Dugaan Peristiwa Terulang
Kasus ini kembali menjadi sorotan publik setelah wawancara yang dilakukan oleh Oki Setiana Dewi dengan salah satu korban. Dari wawancara tersebut, muncul dugaan bahwa perilaku serupa masih berlanjut.
“Ustazah Oki langsung menyampaikan kepada kami bahwa, ‘ternyata dia belum sembuh’,” jelas Ustaz Abi Makki.
Jumlah dan Profil Korban
Berdasarkan informasi yang terkumpul, terdapat lima korban laki-laki yang merupakan santri. Mereka semua memiliki hafalan Al-Qur’an minimal 10 juz, yang menunjukkan latar belakang religius dan pendidikan yang solid.
Modus Pendekatan ke Korban
Dalam menjalankan aksinya, pelaku diduga menggunakan pendekatan persuasif dengan menawarkan kesempatan untuk belajar di luar negeri, khususnya di Timur Tengah.
“Dia menyampaikan, mau tidak belajar ke Mesir? Bagi santri, kesempatan seperti itu sangat diinginkan. Apalagi jika bisa mendapatkan sanad hafiz Al-Qur’an, yang berarti sampai kepada Rasulullah. Itu menjadi kebanggaan tersendiri,” cerita Ustaz Abi Makki.
➡️ Baca Juga: Cara Share Play PlayStation 5 ke Teman Jarak Jauh (100% Work)
➡️ Baca Juga: Jadwal Perempat Final Piala Italia: Inter Milan Vs Torino Sabtu, 5 Februari untuk Semifinal




