Dua lembar kain batik warisan Fatmawati memainkan peranan penting dalam rangkaian penghormatan terakhir bagi Guruh Soekarnoputra. Sebelum prosesi pemakaman dilaksanakan, jenazah putra bungsu Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, tersebut dibalut dengan kain milik sang ibu yang ternyata telah disiapkan sebelumnya.
Kain batik ini memiliki arti mendalam bagi keluarga. Selain sebagai peninggalan dari Fatmawati, kehadirannya dalam proses pemulasaraan jenazah Guruh mencerminkan ikatan yang kuat antara ibu dan anak, yang tetap terjaga hingga saat terakhir.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh politikus PDI Perjuangan, Mohammad Guntur Romli, saat ditemui di tempat persemayaman terakhir.
“Dalam prosesi ini, kain kafan Mas Guruh dilapisi dengan kain ihram yang digunakan saat menjalankan ibadah umrah terakhirnya, di atasnya ditutupi dua kain batik warisan Ibu Fatmawati yang telah beliau siapkan lebih dahulu,” ungkap Guntur, seperti yang dibagikan di media sosial.
Selain kain batik dari Fatmawati, ada juga benda lain yang menyertai prosesi perpisahan Guruh, yaitu kain ihram yang dikenakannya saat melaksanakan ibadah umrah.
Kain ini digunakan untuk melapisi kain kafan almarhum. Dengan demikian, terdapat dua benda yang memiliki nilai emosional dalam prosesi tersebut, yaitu kain ihram dari perjalanan ibadah terakhirnya dan kain batik warisan sang ibu.
Kehadiran kedua kain tersebut menunjukkan bahwa pemulasaraan Guruh tidak hanya sekadar momen perpisahan, tetapi juga dipenuhi dengan benda-benda yang memiliki makna khusus dalam perjalanan hidupnya.
Prosesi pemandian jenazah Guruh Soekarnoputra dihadiri oleh sejumlah anggota keluarga. Di antara mereka terdapat Prananda Prabowo serta Joy Kameron, suami dari Puti Guntur Soekarno.
Guntur Romli juga menjelaskan kondisi Guruh saat prosesi berlangsung. Menurutnya, wajah almarhum tampak tenang setelah menghembuskan nafas terakhir.
Guruh bahkan disebut-sebut terlihat seperti sedang tidur, dengan ekspresi wajah yang tersenyum. Gambaran tersebut menciptakan kenangan tersendiri bagi keluarga yang hadir untuk memberikan penghormatan terakhir.
Guruh Soekarnoputra meninggal dunia pada hari Sabtu, 26 September 2026, setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Siloam Semanggi, Jakarta.
Kepergian Guruh menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat Indonesia. Selain sebagai putra bungsu Soekarno dan Fatmawati, Guruh juga dikenal sebagai seorang seniman yang berkontribusi di bidang musik, tari, dan kebudayaan.
➡️ Baca Juga: Polri Tahan Istri dan Dua Anak Ko Erwin Terkait Kasus TPPU Narkoba
➡️ Baca Juga: Liverpool Genggam Kemenangan atas Newcastle, Mohamed Salah Ciptakan Sejarah Baru di Premier League

