Site icon MataAir

I.League Pertimbangkan Pengurangan Poin untuk Persija Terkait Insiden Penyerangan Bus Persib U-18

I.League Pertimbangkan Pengurangan Poin untuk Persija Terkait Insiden Penyerangan Bus Persib U-18

I.League kini sedang mempertimbangkan penerapan sanksi berupa pengurangan poin bagi klub yang suporternya terlibat dalam pelanggaran serius. Rencana ini muncul setelah terjadinya insiden penyerangan terhadap rombongan tim Elite Pro Academy (EPA) U-18 Persib Bandung yang berlangsung di Batang, Jawa Tengah, pada Minggu, 11 Oktober 2026.

Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, menegaskan bahwa sanksi untuk pelanggaran serius harus lebih dari sekadar denda. Ia berpendapat bahwa hukuman yang lebih berat perlu dipertimbangkan guna memberikan efek jera dan untuk menjaga kemajuan sepak bola di Indonesia.

Pendekatan ini sejalan dengan pernyataan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, yang mendesak adanya penanganan tegas terhadap kekerasan yang dilakukan oleh suporter. I.League siap untuk melakukan koordinasi dengan PSSI guna membahas kemungkinan pengurangan poin bagi klub yang melanggar sesuai dengan regulasi yang ada.

“Kami sepenuhnya mendukung pandangan Ketua Umum PSSI. Sepak bola Indonesia sedang bergerak ke arah yang lebih positif,” ungkap Ferry dalam keterangan resminya pada Jumat, 16 Oktober 2026.

Ferry menjelaskan bahwa hukuman yang diterapkan harus dapat mencegah terulangnya insiden serupa di masa depan. Oleh karena itu, I.League membuka peluang untuk mendiskusikan penerapan sanksi yang lebih berat dibandingkan sekadar denda.

“Sanksi tidak seharusnya berhenti pada denda atau hukuman yang tidak memberikan efek jera. Kami siap untuk berkoordinasi dengan PSSI untuk mendorong penerapan sanksi yang lebih ketat, termasuk pengurangan poin bagi klub jika terjadi pelanggaran serius sesuai peraturan yang berlaku,” tegasnya.

Isu ini mendapat perhatian khusus karena nama Persija Jakarta muncul dalam pembahasan sanksi menyusul penyerangan terhadap rombongan pemain muda Persib Bandung. Namun, perlu dicatat bahwa kemungkinan pengurangan poin tersebut tidak berarti Persija akan otomatis dijatuhi hukuman.

Ketua Umum The Jakmania, Muhammad Aditya Putra, sebelumnya menyatakan bahwa wacana mengenai pengurangan poin Persija dalam Super League 2026/2027 perlu diteliti berdasarkan regulasi yang ada. Ia juga mengingatkan bahwa aturan terkait sanksi tersebut saat ini masih dalam tahap penyusunan.

“Sejauh yang saya ketahui, regulasi tersebut masih dalam proses penyusunan dan belum berlaku saat ini,” jelas Aditya, seperti yang dikutip dari Antara.

Aditya juga menyoroti bahwa lokasi penyerangan terjadi di luar arena pertandingan. Menurutnya, penerapan sanksi kepada klub harus didasarkan pada aturan yang jelas dan mempertimbangkan konteks dari kejadian tersebut.

➡️ Baca Juga: Game Mobile Legends Baru Mode 5v5v5 Triple Battle Bikin Meta Kacau Balau Pro Player Bingung

➡️ Baca Juga: Cara Kerja iCloud Handoff: Peran Bluetooth dan WiFi dalam Continuity Apple

Exit mobile version