Amerika Serikat berusaha untuk menggantikan kepemimpinan Presiden Kuba, Miguel Diaz-Canel. Namun, Washington menyatakan bahwa langkah lebih lanjut harus berasal dari rakyat Kuba sendiri, menurut laporan terbaru.
Dalam laporan tersebut, yang mengutip berbagai sumber, dijelaskan bahwa saat ini, Washington tidak mengambil tindakan langsung terhadap keluarga Castro. Namun, mereka telah menegaskan kepada pemerintah Kuba bahwa tidak akan ada kesepakatan yang dicapai selama Diaz-Canel tetap menjabat sebagai presiden.
Beberapa pejabat dalam pemerintahan mantan Presiden AS Donald Trump berpendapat bahwa penggantian pemimpin Kuba dapat membuka jalan bagi perubahan ekonomi yang fundamental di negara tersebut, yang dinilai tidak mungkin dapat didorong oleh Diaz-Canel.
Pada akhir Januari, Trump mengeluarkan perintah eksekutif yang memberikan kekuasaan kepada Washington untuk mengenakan tarif impor terhadap barang-barang dari negara-negara yang menyediakan minyak bagi Kuba.
Langkah ini juga disertai oleh penetapan status darurat dengan alasan adanya ancaman terhadap keamanan nasional yang diduga berasal dari pihak Havana.
Pemerintah Kuba sendiri menuduh Amerika Serikat berupaya untuk mengganggu perekonomian negara tersebut dan memperburuk kondisi kehidupan masyarakatnya di tengah situasi yang semakin sulit.
Miguel Diaz-Canel, seorang politikus senior dari Partai Komunis Kuba, telah menjabat sebagai Presiden sejak April 2018 setelah menggantikan Raúl Castro. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Wakil Presiden Pertama Dewan Negara dan Dewan Menteri dari tahun 2013 hingga 2018.
➡️ Baca Juga: Game Eksklusif Xbox Ini Worth It Banget, Tapi Kok Gak Terkenal di Indonesia Ya?
➡️ Baca Juga: Cara Download Video YouTube ke MP3 (Konversi Audio)

