slot deposit qris depo 10k
bisnis

Swasembada Beras Dony Oskaria: Bulog Hadapi Tantangan Kekurangan Gudang

Jakarta – Kepala BP BUMN Dony Oskaria menegaskan bahwa ketahanan pangan adalah lebih dari sekadar wacana; ini adalah realitas yang harus dihadapi. Ia mengungkapkan keprihatinan terhadap beberapa pihak yang masih meragukan pencapaian swasembada pangan. Padahal, implementasi dari swasembada pangan ini sudah berlangsung nyata, langsung dikelola oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor pangan.

Dony mengomentari skeptisisme yang ada dengan tegas. “Banyak yang menyatakan bahwa swasembada itu tidak mungkin. Mereka yang berpendapat demikian mungkin hanya berhalusinasi. Bulog berada di bawah pengawasan saya, dan stok beras yang terkait dengan swasembada beras itu nyata adanya. Hari ini, saya bahkan harus menyuntikkan dana Rp 39 triliun lagi kepada Bulog untuk membeli hasil panen masyarakat,” ungkap Dony dalam sambutannya di sebuah acara Pertamina pekan lalu.

Ia juga menambahkan bahwa peningkatan signifikan dalam produksi beras nasional kini semakin jelas terlihat, salah satunya adalah dengan terbatasnya kapasitas penyimpanan yang ada. “Kami (Bulog) masih dalam proses membangun fasilitas gudang. Saat ini, kami menghadapi kekurangan ruang penyimpanan. Kami bahkan terpaksa menyewa gudang untuk menampung hasil panen,” jelasnya.

Dony menekankan bahwa kedaulatan suatu negara sangat bergantung pada kemampuannya untuk mandiri, khususnya dalam hal pangan. “Kami percaya bahwa negara yang berdaulat adalah negara yang mampu berdiri di atas kakinya sendiri, terutama di sektor pangan,” tegas Dony. Ia juga menjelaskan bahwa swasembada pangan merupakan hasil dari kolaborasi antara kementerian dan lembaga di bawah arahan Presiden Prabowo. Kementerian Pertanian dan BUMN di sektor pangan bekerja sama dalam berbagai program, termasuk pencetakan sawah baru di berbagai daerah.

Selain itu, Dony menyebutkan bahwa pemerintah juga sedang memperbaiki sistem irigasi, menurunkan harga pupuk melalui perubahan model bisnis dan distribusi, serta memastikan keberlanjutan lahan pertanian dengan membatasi konversi lahan. Langkah-langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk menjaga ketersediaan pangan dan melindungi generasi mendatang.

Lebih lanjut, Dony menegaskan bahwa seluruh kebijakan ini merupakan bagian dari transformasi yang bertujuan untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Ketahanan pangan menjadi salah satu pilar utama untuk memastikan bahwa pembangunan tidak hanya terlihat dari angka, tetapi juga dapat dirasakan oleh masyarakat luas, terutama oleh para petani yang merupakan aktor utama dalam sektor pertanian.

➡️ Baca Juga: Merdeka Gold Resources Resmi Tunjuk Tiga Direksi Baru, Simak Profil Lengkapnya

➡️ Baca Juga: Mobil Pilihan Kaum Elite Terkena Recall Akibat Masalah Baut yang Serius

Related Articles

Back to top button