Hyundai Indonesia Berkoordinasi dengan Prinsipal Mengenai Isu Recall Terbaru

PT Hyundai Motors Indonesia akhirnya memberikan tanggapan mengenai isu global yang sedang melanda SUV unggulannya, Hyundai Palisade. Permasalahan ini muncul seiring dengan adanya recall di beberapa negara akibat terdeteksinya potensi masalah pada mekanisme pelipatan kursi elektrik.
Fransiscus Soerjopranoto, Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia, menegaskan bahwa pihaknya secara aktif memantau situasi ini dan berkoordinasi dengan prinsipal global, Hyundai Motor Company, untuk mendapatkan informasi terkini.
“Hyundai Motors Indonesia berkomitmen untuk terus memantau perkembangan isu ini secara aktif sambil berkolaborasi dengan prinsipal guna memastikan tindakan yang tepat,” kata Fransiscus saat dihubungi pada Selasa, 14 April 2026.
Ia juga menambahkan bahwa keselamatan pelanggan adalah prioritas utama bagi perusahaan. Jika diperlukan langkah lebih lanjut di pasar Indonesia, Hyundai akan siap melaksanakan tindakan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Isu ini bermula dari recall yang dilakukan terhadap model Palisade terbaru di beberapa negara, termasuk Amerika Serikat. Recall ini terkait dengan potensi gangguan pada sistem pelipatan kursi baris kedua dan ketiga yang dilengkapi dengan fitur elektrik.
Menurut keterangan resmi, terdapat kemungkinan perangkat lunak pada sistem tersebut tidak dapat mendeteksi keberadaan penumpang atau objek saat kursi dilipat. Hal ini berisiko menyebabkan cedera serius, mengingat kursi masih dapat bergerak meskipun ada halangan.
Perhatian publik terhadap kasus ini semakin meningkat setelah terjadinya insiden tragis di Ohio, Amerika Serikat, pada awal Maret 2026, yang melibatkan seorang anak kecil. Insiden ini mendorong penghentian sementara penjualan dan distribusi Palisade di berbagai pasar, termasuk AS, Korea Selatan, dan Australia.
Secara global, total sebanyak 2.242 unit kendaraan yang diproduksi antara tahun 2025 hingga 2026 terlibat dalam kampanye recall ini. Hyundai juga telah menyiapkan pembaruan perangkat lunak untuk memperbaiki sistem deteksi pada mekanisme kursi elektrik tersebut.
Di berbagai negara, perbaikan dilakukan melalui kunjungan ke dealer resmi atau melalui pembaruan over-the-air (OTA) untuk kendaraan yang terhubung dengan sistem Bluelink.
Sementara itu, hingga saat ini belum ada konfirmasi apakah unit yang dijual di Indonesia termasuk dalam daftar yang terpengaruh. Hyundai Indonesia masih menunggu arahan lebih lanjut dari prinsipal sambil terus melakukan pemantauan situasi terkini.
➡️ Baca Juga: Minuman Rendah Kalori yang Aman dan Sehat untuk Konsumsi Harian Saat Diet
➡️ Baca Juga: PPSSPP 2012 Tapi Baru Kencang 5 Tahun Belakangan Ini Faktanya




