Bayar KPR atau Gaji Pengacara? Netizen Sarankan Utang dan Nafkah Anak Lebih Utama

Perseteruan antara Niko Al Hakim, yang lebih dikenal sebagai Okin, dan Rachel Vennya kini semakin memanas. Di tengah isu mengenai sengketa rumah dan tanggung jawab nafkah, Okin terlihat mulai bersiap untuk mengambil langkah hukum dengan melibatkan seorang pengacara.
Isu ini mencuat setelah beredarnya foto di media sosial, salah satunya diunggah oleh akun Threads @putriandriani4215. Dalam foto tersebut, Okin tampak bersama seorang pria yang belakangan diketahui bernama Axl Mattew Situmorang, seorang pengacara. Dia terlihat hadir bersama istrinya, Cindy. Mari kita simak lebih lanjut tentang perkembangan terbaru ini!
“Semua berjalan lancar tanpa huru-hara #okin,” tulis pengunggah foto tersebut, yang dikutip pada Selasa, 7 April 2026.
Kehadiran pengacara ini langsung memicu reaksi dari warganet. Banyak yang berpendapat bahwa langkah Okin justru bisa memicu polemik baru, terutama terkait dengan tanggung jawabnya terhadap anak-anak mereka.
Alih-alih fokus pada proses hukum, sejumlah komentar justru menyoroti kewajiban nafkah yang dinilai belum terpenuhi.
“Mending bayar utang dan nafkah untuk anak,” ujar salah satu netizen.
“Daripada mengeluarkan uang untuk pengacara, lebih baik bayar kewajiban kepada anak-anak,” sahut yang lain.
“Daripada menggunakan uang untuk menyewa pengacara, lebih baik lunasi utang untuk rumah Biru, bayar KPR, dan biaya sekolah Biru, Chava,” kata seorang warganet.
Sebagaimana telah diketahui, konflik antara Okin dan Rachel Vennya berfokus pada rumah yang mereka beli saat masih menikah. Kuasa hukum Rachel, Sangun Ragahdo, menyatakan bahwa properti tersebut diperoleh melalui sistem kredit.
Meskipun demikian, Rachel dilaporkan telah mengeluarkan dana yang cukup besar untuk renovasi rumah tersebut, bahkan mencapai lebih dari Rp3 miliar. Renovasi tambahan dengan biaya ratusan juta rupiah juga baru-baru ini dilakukan.
Namun, situasi menjadi semakin rumit ketika terindikasi bahwa rumah tersebut akan dijual.
“Ternyata uang sudah dikeluarkan, dan sekarang ada indikasi bahwa rumah ini akan dijual,” ungkap Ragahdo.
Sebelumnya, Rachel Vennya mengaku meminta agar rumah tersebut menjadi bentuk kompensasi karena dia belum menerima uang mut’ah dari Okin. Selain itu, kewajiban nafkah untuk anak-anak mereka juga disebutkan tidak berjalan sesuai harapan.
Menurut Ragahdo, nilai uang mut’ah yang diminta mencapai Rp1 miliar, sementara nafkah anak diperkirakan sekitar Rp50 juta per bulan. Dengan kondisi tersebut, Rachel merasa bahwa kepemilikan rumah bisa menjadi bentuk pelunasan dari kewajiban yang ada.
➡️ Baca Juga: Windows 11 insider build 26000 ini fitur tersembunyinya buat gaming fps tambahan 10-15%
➡️ Baca Juga: 8 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Jual Beli di Marketplace




