slot deposit qris depo 10k
Olahraga

Thomas Tuchel Soroti Performa Phil Foden, Hebat di Latihan Tapi Kesulitan di Pertandingan

Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, mengakui bahwa gelandang Manchester City, Phil Foden, menunjukkan performa yang luar biasa dalam sesi latihan, namun kesulitan menerjemahkannya ke dalam pertandingan sesungguhnya.

Pernyataan ini disampaikan Tuchel setelah kekalahan 0-1 Inggris dari Jepang dalam laga uji coba di Wembley pada 30 Maret 2026. Foden, yang menjadi salah satu dari sedikit pemain yang tampil di kedua laga uji coba bulan Maret, dinilai gagal memberikan dampak signifikan di lapangan.

Performa Kontras: Latihan vs Pertandingan

Tuchel mengungkapkan kekecewaannya terhadap inkonsistensi Foden, yang menurutnya tampil cemerlang saat berlatih bersama timnas. “Dia mencoba segalanya. Saya akan mengatakan dia luar biasa di kamp latihan, tetapi ya, dia kesulitan menunjukkannya di lapangan,” ujar Tuchel, dilansir dari Goal.com.

Lebih lanjut, Tuchel menambahkan bahwa Foden datang ke pemusatan latihan dengan senyum cerah dan menunjukkan performa sangat baik dalam latihan. “Saya pikir dia akan mengejutkan kami dan bermain dengan semangat dan kegembiraan yang sama, tetapi ya, dia kesulitan memberikan dampak penuh,” imbuh pelatih asal Jerman tersebut.

Statistik menunjukkan bahwa Foden bermain selama 1.813 menit di Premier League musim 2025/2026, mencetak 7 gol dan 3 assist. Namun, performanya di level internasional seringkali belum sesuai ekspektasi. Ia tercatat baru mencetak 4 gol dalam 49 penampilan untuk Inggris, kontras dengan 110 gol dalam 360 pertandingan untuk Manchester City.

Keraguan untuk Skuad Piala Dunia

Kekhawatiran atas performa Foden di pertandingan semakin membesar menjelang penetapan skuad Piala Dunia. Tuchel secara terbuka menyatakan bahwa tempat Foden di skuad tidak lagi terjamin. “Saya tidak bisa menjamin Foden akan dibawa ke Piala Dunia,” tegas Tuchel.

Foden merupakan satu-satunya pemain yang menjadi starter dalam dua laga uji coba terakhir Inggris sebelum Tuchel memutuskan skuad akhir. Ia dimainkan sebagai gelandang serang (nomor 10) melawan Uruguay dan sebagai false nine saat melawan Jepang. Namun, penampilannya di kedua pertandingan tersebut dinilai tidak efektif dan kurang memberikan kontribusi berarti.

Dalam pertandingan melawan Jepang, Foden bahkan memiliki kontak bola paling sedikit di antara semua pemain Inggris yang menjadi starter. “Kami menuntut aksi ofensif, kreativitas, dribbling, tembakan, dan assist dari pemain ofensif, dan jelas kami tidak punya cukup,” kata Tuchel mengenai performa lini serangnya, termasuk Foden dan Cole Palmer.

Analisis Tuchel Tentang Gaya Bermain Foden

Tuchel juga menyoroti aspek keberanian dalam permainan Foden. Ia menilai Foden bermain dengan rasa tanggung jawab, namun terkadang kurang berani mengambil risiko yang diperlukan seorang gelandang serang.

“Kami menyadari pergerakan lini tengah mereka yang sering berubah posisi dan ingin menarik kami keluar dari posisi. Kami membutuhkan penampilan taktis yang solid dan cerdas,” ujar Tuchel saat ditanya mengenai peran Foden dalam pertandingan melawan Uruguay.

“Saat itulah Phil masuk karena dia luar biasa dalam pola bertahan saat latihan, dia sering bermain sebagai nomor 8 untuk Manchester City. Dalam beberapa momen, saya berpikir dia bisa sedikit lebih berani, mengambil risiko seperti seorang nomor 10, mencoba beberapa hal,” tambahnya.

Tuchel juga berbicara dengan Phil Foden dan Marcus Rashford mengenai penampilan mereka yang kurang efektif dalam pertandingan debutnya sebagai pelatih Inggris. Namun, ia menekankan bahwa kedua pemain tersebut masih mendapatkan kepercayaan penuh darinya.

Dengan sisa waktu delapan minggu sebelum Piala Dunia, Tuchel memiliki banyak hal untuk dipertimbangkan dalam menentukan skuad finalnya. Performa Foden di level klub dan internasional akan terus menjadi sorotan utama dalam pengambilan keputusannya.

➡️ Baca Juga: Rose BLACKPINK: Solois K-Pop Pertama yang Mengukir Sejarah di Grammy Awards

➡️ Baca Juga: Ayah Vidi Aldiano Tanggapi Selebgram Pansos yang Merasa Mirip Anaknya dan Cari Panggung

Related Articles

Back to top button