Jakarta – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri mengungkap kasus penyelundupan emas ilegal yang melibatkan warga negara India. Penangkapan ini dilakukan melalui penggerebekan terhadap dua apartemen di kawasan Sunter, Jakarta Utara, pada dini hari Minggu.
“Banyak pelaku yang masih beroperasi di sekitar Sunter. Namun, kami berhasil mengamankan dua orang,” ungkap Brigjen Pol. Mohammad Irhamni, Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri, dalam keterangan video yang diterima oleh media.
Irhamni menjelaskan bahwa dari penggeledahan di apartemen pertama, penyidik menemukan 2,5 kilogram emas. Temuan tersebut terdiri dari dua batangan emas seberat masing-masing 1 kilogram dan satu cincin emas seberat 0,5 kilogram, yang disimpan dalam sebuah brankas.
Di apartemen kedua, penyidik menemukan peralatan pengolahan emas, sebanyak 18 keping residu pengolahan emas dengan total berat sekitar 18 kilogram, serta uang tunai dalam bentuk rupiah dan dolar Amerika Serikat.
Menurut Irhamni, sindikat yang terlibat dalam penyelundupan ini telah beroperasi selama dua bulan terakhir, menghasilkan sekitar 30 kilogram emas setiap harinya. Emas yang diolah tersebut kemudian diselundupkan ke Dubai.
“Proses pengolahan emas ini dijalankan dengan cara menerima emas dari berbagai daerah, yang kemudian diolah di apartemen di Sunter sebelum diselundupkan ke Dubai,” ujar Irhamni.
Saat ini, pihak kepolisian juga sedang melacak jaringan sindikat penyelundup emas yang beroperasi menuju negara lain.
Jenderal polisi dengan satu bintang tersebut menambahkan bahwa dua warga negara India yang ditangkap masuk ke Indonesia dengan menggunakan paspor yang berkaitan dengan investasi atau perdagangan.
Kepolisian akan berkoordinasi dengan Kedutaan Besar India di Indonesia untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.
“Nanti akan ada kebijakan yang ditetapkan, apakah kami akan melakukan penegakan hukum dan penahanan di Indonesia atau apakah akan dilakukan deportasi. Kami akan mengoordinasikan hal ini terlebih dahulu. Namun, kami akan tetap mengejar pelaku-pelaku yang berasal dari Indonesia dan melakukan penegakan hukum serta penahanan,” tutup Irhamni.
➡️ Baca Juga: Chromebook Hp 14a Na1000 Resmi Rp 2 Jutaan Bisa Bikin Anak Sekolah Senang Ini Review
➡️ Baca Juga: <p>“Kendalikan Privasi Anda di tahun 2026 dengan Incogni: Inilah Alasannya”</p>

