Statistik mengejutkan: selama jeda rilis, laporan tentang cheaters melonjak tajam, lalu turun di bawah 1% setelah updates dilanjutkan.
Riot Games mencatat puncak ban velocity pada 10–13 Januari dengan hampir tujuh suspensi per menit. Median time-to-action hanya enam game sebelum akun pelaku ditindak.
Di sini kita bongkar rumor bahwa sistem bisa “membaca” mouse dari BIOS. Faktanya, banyak mekanisme modern bekerja di level kernel untuk menjaga integritas pertandingan, bukan ngawur memindai perangkat kamu secara langsung.
Kami jelaskan konteks turnamen dan ekosistem game kompetitif yang bikin isu ini meledak, serta data resmi yang mengubah persepsi publik.
Intinya: baca dulu fakta dan metrik seperti ban velocity dan time-to-action sebelum panik. Artikel ini akan memberikan peta jalan jelas soal mana yang rumor dan mana yang realita bagi pengalaman main sehari-hari.
Ringkasan cepat: klaim “baca mouse dari BIOS” vs realita di lapangan
Klaim bahwa sistem bisa membaca mouse dari BIOS memicu perdebatan besar di komunitas. Banyak posting viral membuat pemain khawatir tanpa bukti teknis yang kuat.
The Verge menyebut bahwa Vanguard memakai driver level kernel dan memeriksa pemetaan yang aneh di kernel memory. Riot juga menyatakan lonjakan cheaters terjadi saat jeda rilis; setelah patch kembali, persentase games dengan cheater turun di bawah 1%.
Apa yang ramai dibahas komunitas dan kenapa isu ini meledak
Komunitas ramai karena klaim bombastis soal BIOS, padahal cara modern bekerja di ruang kernel, bukan firmware mouse. Banyak things yang memperbesar rumor: video menyesatkan, promosi dari cheat developers, dan istilah teknis yang disalahpahami.
Poin inti dari sumber resmi Riot Games dan The Verge
- Fokus sistem adalah deteksi pemetaan ke kernel memory dan menolak input non-primer.
- Mayoritas cheating harian kini berupa triggerbot yang membaca screen, bukan manipulasi firmware.
- Data menunjukkan penurunan cheaters setelah update dilanjutkan, jadi ini lebih soal proses patching daripada tool baru yang ‘baca BIOS’.
VCT 2024 anti cheat: apa yang dikonfirmasi Riot tentang Vanguard
Riot sudah mengonfirmasi bahwa bagian inti sistem berjalan di level kernel untuk memperketat proteksi pertandingan. Pendekatan ini bertujuan mendeteksi pemetaan aneh ke kernel memory tanpa mengungkap rincian yang bisa disalahgunakan.
Driver level kernel, deteksi pemetaan, dan cara kerja umum
Driver tingkat rendah memantau tanda-tanda injeksi atau objek yang tidak semestinya berada di area kernel. Jika ada indikasi, sistem menunggu bukti perilaku dalam game sebelum mengambil tindakan.
Tujuan proses ini adalah memberi ruang bagi anti-cheat team untuk memastikan bukti valid. Dengan begitu, larangan akun tidak mudah diakali lewat modifikasi cepat pada code pihak ketiga.
Ban velocity, time-to-action, dan hasil
Data resmi menunjukkan lonjakan pelanggaran saat jeda rilis, lalu penurunan setelah updates berjalan kembali.
Rekor ban velocity mencapai puncak tertentu akhir pekan Januari, dan median time-to-action tercatat sekitar 6 game. Setelah thaw pada code dan rutinitas updates, persentase match dengan cheaters turun ke bawah 1% global.
| Metode | Fungsi | Metik utama | Hasil |
|---|---|---|---|
| Driver kernel | Monitor akses rendah-level | Ban velocity | Respon cepat saat ancaman |
| Behavioral detection | Konfirmasi perilaku di match | Time-to-action (6 game) | Kurangi false positive |
| Delay ban | Hindari adaptasi cheat | Updates & code thaw | Stabilitas jangka panjang |
Selama beberapa years, strategi ini terbukti menekan cheating dan membuat pengalaman game lebih aman. Meski ada cheaters yang gigih, fokus Riot tetap menekan dampak dan meminimalkan gangguan bagi pemain.
Apakah anti-cheat benar-benar “membaca mouse dari BIOS”?
Mari luruskan: lapisan BIOS, firmware, dan driver punya fungsi berbeda dan tidak otomatis saling membaca. Banyak things teknis disalahpahami di forum, sehingga cerita jadi berlebihan.
Bedakan: BIOS/UEFI, firmware, driver, dan jalur input
BIOS atau UEFI adalah firmware yang memulai komputer. Firmware pada device mengatur fungsi dasar perangkat. Driver menghubungkan hardware dengan operating system. Jalur input itu alur event mouse dan keyboard sampai ke game.
Apa yang sebenarnya dilakukan Vanguard
Riot menegaskan sistem menolak input dari device non-primer. Itu berarti pixelbot atau triggerbot harus mencari cara lain untuk mengirim event mouse.
- Banyak orang mencampuradukkan lapisan teknis; tiap layer punya batasan berbeda.
- Sistem tidak memata-matai BIOS; fokusnya mengamankan jalur input dan menolak device asing.
- Ini penting karena beberapa cheats bergantung pada injeksi event pada mouse atau keyboard.
- Untuk players, hasilnya kontrol lebih sahih dan manipulasi jadi sulit.
- developers jahat biasanya mencari celah lain, tapi biaya dan risiko kini naik.
Kesimpulannya, narasi “dibaca dari BIOS” tidak akurat. Yang benar: validasi input diperkuat untuk membongkar pola curang dan menandai cheater.
Medan tempur terbaru: DMA, pixelbot, dan kernel cheats lintas wilayah
Tren sekarang bergeser ke metode yang lebih fisik dan lebih mudah diakses. Pelaku memadukan perangkat dan skrip untuk mengekstrak informasi tanpa masuk ke proses utama.
DMA hardware: kartu PCIe dan pembacaan physical memory
Beberapa cheaters menggunakan kartu PCIe pada PC kedua untuk membaca physical memory dan menampilkan radar atau map posisi lawan.
Pengembang menambahkan lapisan proteksi yang dapat memblokir akses mencurigakan sehingga device serupa bisa diisolasi sampai reboot.
Pixelbot dan triggerbot yang membaca layar
Sekitar 80% kasus curang harian mengandalkan pembacaan screen untuk menembak otomatis. Cara ini murah dan populer, tapi juga cepat terdeteksi.
Update regional dan pola pelanggaran
- Brazil sempat mencapai ~10% ranked karena gelombang pixelbot.
- NA beralih ke hardware mahal; EU memakai kernel dengan driver palsu.
- KR, AP, TR, dan LA menunjukkan pola berbeda yang memengaruhi penanganan di tiap region.
| Metode | Karakteristik | Dampak |
|---|---|---|
| DMA | Hardware PCIe, baca memory fisik | Radar/map tanpa injeksi |
| Pixelbot | Baca screen, kirim event mouse | 80% lanskap curang |
| Kernel cheats | Driver bersertifikat palsu | Deteksi dan ban regional |
Windows security features yang dimanfaatkan Vanguard
Windows kini menyediakan lapisan keamanan yang dipakai Vanguard untuk mengunci titik-titik kritis sistem. Langkah ini mengurangi vektor serangan yang sering disalahgunakan oleh tool luar.
TPM, Secure Boot, dan rencana penguncian kernel
TPM dan Secure Boot dipakai untuk menekan bootkit dan memperkuat identitas hardware. Riot pernah mendorong pemain memperbarui Windows agar fitur ini aktif.
Riset juga mengevaluasi VBS/HVCI untuk mengunci kernel dari injeksi code. Jika diterapkan, peluang masuknya kode berbahaya ke area inti sistem menurun.
IOMMU: batasi akses device ke memory game
IOMMU memberi kontrol pada akses perangkat ke memory permainan. Ini mirip pendekatan konsol yang memblokir jalur DMA yang biasa dipakai hardware curang.
Microsoft semakin aktif mencabut sertifikat driver berbahaya. Langkah ini membuat driver palsu sulit bertahan di ekosistem.
- Vanguard memanfaatkan fitur Windows untuk menutup vektor bootkit dan memperkuat hardware ID.
- VBS/HVCI mengurangi kemungkinan injeksi ke kernel tanpa izin.
- IOMMU membatasi akses device ke memory game sehingga DMA jauh lebih sulit.
| Fitur | Fungsi | Dampak pada game |
|---|---|---|
| TPM & Secure Boot | Cegah bootkit; verifikasi hardware ID | Lebih sedikit kompromi awal sistem |
| VBS / HVCI | Kunci kernel dari injeksi code | Kurangi proses berbahaya tetap aktif |
| IOMMU | Batasi DMA dan akses memory | Perangkat curang tidak bisa baca memory game |
Dengan semua fitur aktif, rencana selanjutnya adalah membuat client hanya aktif saat game berjalan, lalu recede from kernel space. Cara ini memberi way bagi privasi dan performa sambil menutup banyak celah.
Valorant Console: deteksi mouse-keyboard dan input spoofing
Di konsol, pengalaman kompetitif sengaja dipisah dari PC untuk menjaga fairness antara controller dan perangkat presisi. Larangan mouse keyboard di konsol mencegah kombinasi aim assist dengan akurasi yang biasa diraih di PC.
Mengapa tidak ada cross-play dan larangan perangkat presisi
Tanpa cross-play, meta konsol tetap berbeda. Ini melindungi players yang ’re playing dengan controller dari kerugian bila ada input presisi masuk ke match.
Metode deteksi input emulasi, match termination, dan iterasi ban
Pelaku beralih ke perangkat spoofing yang menyamar sebagai controller untuk tetap dapat keuntungan. Untuk menanggapi, anti-cheat team melakukan playtest internal sambil merekam pola curang terkontrol.
Sejak closed beta 14 Juni, sistem mulai menerapkan ban dan kadang match termination saat indikasi exploit terdeteksi. Deteksi lalu diiterasi cepat saat pola spoofing berubah.
| Aspek | Metode deteksi | Hasil operasional |
|---|---|---|
| Keyboard emulasi | Anomali pola gerak & respons | Identifikasi dan ban terarah |
| Mouse emulasi | Konsistensi input & mikro-penyesuaian | Match termination saat bukti kuat |
| Spoofing device | Dataset ground truth dari playtest | Penyempurnaan logika deteksi |
Kolaborasi lintas team teknis memastikan jalur eksploit ditutup tanpa merusak pengalaman controller legit. Hasilnya: konsol mempunyai proteksi yang sesuai karakter platform dan lebih cepat mengenali cheater baru.
Dampak ke pemain: keamanan, privasi, dan Competitive integrity
Perubahan kebijakan ini langsung terasa pada pengalaman ranked para pemain, terutama soal rasa adil setelah insiden curang.
Ranked Rollback: pengembalian RR saat cheater kena ban
Ranked Rollback akan mengembalikan RR yang hilang ke pihak yang dirugikan tiap kali ada ban. Sistem ini tidak menghapus kemenangan yang sah jika satu tim kebetulan punya pelaku.
Namun, bila terbukti sengaja hitchhiking, akun tetap mendapat sanksi. Karena sebagian ban ditunda sebagai bagian dari taktik validasi, fitur rollback menutup celah ketidakadilan saat ban hammer datang terlambat.
Keamanan akun: 2FA, password unik, dan mencegah pembajakan akun
Sekitar 4% kasus ban yang dianggap cheating akhirnya dibatalkan karena akun ternyata dikompromi. Itu menunjukkan accounts sering jadi vektor masalah.
- Aktifkan 2FA dan pakai password unik untuk setiap account.
- Waspadai tautan palsu, panel top-up ilegal, dan tools yang mengklaim “aman”.
- Notifikasi hasil laporan dipindah ke mailbox in-game agar players bisa melihat daftar pelaku yang pernah mereka laporkan.
| Aspek | Fungsi | Manfaat bagi player |
|---|---|---|
| Ranked Rollback | Kembalikan RR hilang | Perlindungan usaha kompetitif |
| Keamanan account | 2FA & password unik | Kurangi pembajakan dan false ban |
| Notifikasi | Mailbox in-game | Transparansi hasil laporan |
Gabungan rollback, notifikasi, dan updates keamanan membantu menjaga integritas kompetitif dan melindungi identitas digital setiap player.
Kesimpulan
Intinya, pelindung modern fokus pada jalur input dan integritas memori, bukan membaca firmware periferal. Riot mencatat jutaan ban selama beberapa years, dan data menunjukkan turunnya scripters di league legends setelah penerapan sistem serupa.
Mayoritas cheats kini berbasis pembacaan layar, sementara teknik DMA semakin dibatasi lewat IOMMU dan daftar perangkat tepercaya. Kolaborasi team dan developers dengan windows security features memperkuat proteksi kernel dan memory tanpa mengorbankan performa game.
Untuk players, langkah praktisnya sederhana: amankan account dengan 2FA, pakai password unik, dan laporkan pola curang. Kombinasi enforcement di kernel, pembatasan DMA, dan inovasi detection memberi jalan untuk pengalaman games yang lebih adil.
➡️ Baca Juga: Bawa Standar Keamanan Baru, Apple Umumkan iMessage akan Dilindungi Kriptografi PQ3.
➡️ Baca Juga: Indonesia Raih Empat Gelar Juara di Thailand Masters 2026, Menciptakan Sejarah Baru

