PC

Update Windows 11 24H2 Masih Banyak Bug Gaming Ini Masalah yang Belum Beres Sampai Sekarang

Pernahkah Anda merasa sangat antusias menginstal pembaruan sistem terbaru? Anda berharap pengalaman bermain game menjadi lebih mulus dan visualnya lebih memukau.

Sayangnya, kadang harapan itu berubah menjadi kekecewaan yang mendalam. Layar tiba-tiba menunjukkan warna yang aneh, atau permainan favorit justru berhenti bekerja.

Untuk pengguna sistem operasi Microsoft terbaru, kabarnya pembaruan besar versi 24H2 masih menyisakan masalah serius. Gangguan ini terutama dirasakan oleh para gamer yang mengandalkan kinerja optimal.

Perusahaan sendiri telah mengakui adanya gangguan teknis. Masalah ini terkait fitur AutoHDR yang dapat membuat warna tampilan game tidak akurat. Beberapa judul bahkan tiba-tiba berhenti merespons alias crash.

Sebagai bentuk pencegahan, mereka sempat memblokir instalasi update untuk perangkat dengan fitur tersebut aktif. Sementara itu, versi penerusnya, yaitu 25H2, sudah mulai dirilis secara bertahap.

Artikel ini hadir untuk memahami skala masalah yang sebenarnya. Kami akan memberikan panduan komprehensif dan solusi praktis. Tujuannya adalah membantu Anda mengambil keputusan terbaik untuk pengalaman bermain yang lebih menyenangkan.

Poin-Poin Penting

  • Pembaruan Windows 11 versi 24H2 masih memiliki masalah yang mengganggu pengalaman gaming.
  • Bug terkait fitur AutoHDR dapat menyebabkan warna game tidak benar dan game crash.
  • Microsoft telah mengonfirmasi issue ini dan melakukan pemblokiran update untuk pencegahan.
  • Versi terbaru 25H2 sudah tersedia, namun rollout dilakukan secara bertahap.
  • Artikel ini akan membahas troubleshooting dan solusi sementara yang dapat diterapkan.
  • Pembaca akan dibantu untuk memutuskan apakah menunggu perbaikan atau kembali ke versi sebelumnya.

Pendahuluan: Masalah Gaming Pasca-Update 24H2

Apa yang Anda rasakan ketika pembaruan yang ditunggu-tunggu justru mengacaukan aktivitas utama di komputer? Rilis terbaru dari sistem operasi Microsoft, yaitu build 24H2, membawa cerita seperti itu bagi banyak pemain.

Alih-alih menyajikan peningkatan performa yang mulus, upgrade ini malah memicu berbagai masalah. Komunitas pengguna mulai ramai melaporkan gangguan aneh segera setelah instalasi selesai.

Inti dari kekacauan ini terletak pada satu fitur yang seharusnya memukau: AutoHDR. Fungsinya adalah untuk meningkatkan rentang warna pada konten yang tidak mendukung HDR asli.

Sayangnya, dalam rilis ini, fitur tersebut justru menjadi biang kerok ketidakstabilan. Gejala yang paling sering dilaporkan meliputi:

  • Warna pada tampilan permainan terlihat pucat, terlalu terang, atau sama sekali tidak akurat.
  • Beberapa judul tiba-tiba berhenti merespons dan keluar dengan sendirinya (crash).
  • Gangguan visual bahkan bisa muncul di luar aplikasi game, sampai pengaturan warna sistem dimatikan.

Masalahnya jelas bukan sekadar urusan estetika layar. Ketidakstabilan ini secara langsung merusak pengalaman bermain dan bisa menghentikan sesi yang sedang seru secara paksa.

Merespons gelombang laporan, perusahaan pengembang secara resmi mengakui kendala ini. Mereka bahkan mengambil langkah tegas dengan memblokir instalasi pembaruan untuk perangkat dengan fitur HDR aktif.

Peringatannya jelas: nonaktifkan Auto HDR atau tunda dulu rencana upgrade ke versi 24H2.

Bayangkan kekecewaan saat game favorit tidak bisa dimainkan atau visualnya rusak total. Frustrasi ini sangat nyata bagi siapa pun yang mengandalkan PC untuk rekreasi digital.

Yang membuat situasi semakin rumit, masalah inti ini masih bertahan. Meskipun rilis penerus (25H2) sudah mulai diluncurkan, perbaikannya belum menyeluruh.

Rollout dilakukan bertahap, sehingga tidak semua pengguna segera mendapatkan pembaruan yang lebih stabil.

Artikel ini hadir untuk memberi Anda jalan keluar, bukan sekadar mengeluhkan keadaan. Kami memahami betapa menjengkelkannya gangguan semacam ini.

Mari kita lanjutkan untuk mendiagnosis penyebab spesifik di perangkat Anda dan menemukan solusi praktis yang bisa diterapkan sekarang.

Bug Utama: AutoHDR Penyebab Warna Game Jadi Kacau dan Crash

Mari kita selidiki akar permasalahan yang membuat warna layar berantakan dan aplikasi sering mogok. Gangguan ini berpusat pada satu fitur spesifik yang bernama AutoHDR.

Fitur ini sebenarnya hadir sebagai penyempurna visual. Namun, dalam rilis terbaru sistem operasi, fungsinya justru terbalik.

Apa Itu AutoHDR dan Bagaimana Seharusnya Ia Bekerja?

AutoHDR adalah sebuah teknologi di sistem Microsoft. Tugasnya mengubah konten biasa menjadi tampilan High Dynamic Range.

Konten biasa sering disebut SDR. Rentang warnanya terbatas dibandingkan standar HDR.

Cara kerjanya adalah dengan menganalisis gambar secara real-time. Kemudian, fitur ini menambahkan kedalaman warna dan kontras yang lebih kaya.

Hasil yang diharapkan adalah gambar yang lebih hidup dan cerah. Detail di area gelap dan terang menjadi lebih jelas terlihat.

Ini sangat berguna untuk permainan lawas yang tidak dibangun dengan dukungan HDR asli. Pengalaman bermain menjadi lebih imersif secara visual.

Sayangnya, pada versi 24H2, realitanya jauh dari harapan. Alih-alih membantu, fitur ini menjadi sumber ketidakstabilan utama.

Aspek Cara Kerja Ideal AutoHDR Realita di Windows 11 24H2
Tujuan Meningkatkan kualitas visual konten SDR ke level HDR. Menimbulkan distorsi warna dan menyebabkan crash.
Pemrosesan Warna Analisis dan peningkatan yang akurat untuk rentang dinamis lebih lebar. Konversi warna yang salah, menghasilkan tampilan pucat atau terlalu terang.
Stabilitas Sistem Bekerja di latar belakang tanpa mengganggu kinerja aplikasi. Memicu aplikasi berhenti merespons atau keluar secara paksa.
Dampak pada Pengguna Pengalaman gaming yang lebih memukau tanpa usaha tambahan. Pengalaman bermain rusak oleh gangguan visual dan teknis.

Gejala: Warna Tidak Akurat dan Game Tiba-tiba Berhenti Merespons

Setelah menginstal pembaruan besar, masalah bisa langsung muncul. Gejalanya terbagi dalam dua kategori utama.

Pertama adalah masalah warna yang tidak akurat. Layar menampilkan hue yang aneh dan tidak sesuai desain asli.

Warna bisa terlihat sangat pudar seperti lapisan kabut. Sebaliknya, terkadang justru terlalu terang sampai menyilaukan mata.

Kedua adalah gejala crash yang mengganggu. Aplikasi permainan tiba-tiba membeku dan tidak merespons input.

Permainan juga bisa keluar dengan sendirinya ke desktop. Bahkan, beberapa judul mogok di layar loading tanpa pesan kesalahan.

Pengguna melaporkan pengalaman nyata dengan judul populer. Misalnya, Call of Duty yang crash tanpa meninggalkan jejak di Event Viewer.

Sesi multiplayer yang seru bisa terputus secara tiba-tiba. Kemajuan dalam campaign mode juga bisa hilang karena penutupan paksa.

Perusahaan pengembang telah mengonfirmasi kendala ini secara resmi. Ini bukan sekadar spekulasi dari komunitas pemain.

Mereka mencatat, “Anda mungkin mengamati bahwa beberapa game berhenti merespons.” Pernyataan ini menguatkan bahwa masalahnya nyata.

Solusi untuk gangguan ini terletak pada pengelolaan fitur AutoHDR. Kita akan bahas langkah-langkah praktisnya di bagian selanjutnya.

Daftar Game yang Diketahui Terdampak Bug Windows 11 24H2

Berdasarkan laporan komunitas, beberapa game populer ternyata rentan terhadap masalah teknis pada rilis OS ini.

Situs Windows Latest menemukan utasan diskusi di Reddit. Pembahasan itu menandai gangguan misterius dimana aplikasi hiburan tiba-tiba berhenti.

Seorang pengguna yang terdampak mencatat pengalamannya. Ia menyebut judul tertentu macet di layar loading atau langsung crash.

Dari kumpulan laporan itu, kita bisa membuat daftar konkret. Tujuannya untuk membantu Anda mengenali pola masalah yang sama.

Nama Game Gejala yang Dilaporkan Keterangan
Call of Duty: Infinite Warfare Terjebak (stuck) di layar loading dan tidak bisa masuk ke menu utama. Masalah ini menjadi contoh paling sering disebutkan di forum.
Assassin’s Creed Valhalla Aplikasi langsung keluar (crash) sesaat setelah dijalankan atau selama gameplay. Judul AAA ini menunjukkan ketidakstabilan yang signifikan.
Assassin’s Creed Origins Mengalami crash serupa tanpa pesan kesalahan yang jelas. Gangguan juga memengaruhi seri lama dari franchise yang sama.
Seri Far Cry (berbagai judul) Performanya tidak stabil, sering disertai gangguan visual sebelum akhirnya crash. Laporan mencakup beberapa judul dalam seri Far Cry.
Need for Speed Unbound Game gagal berjalan dan langsung kembali ke desktop. Rilis balap terbaru ini juga tidak luput dari masalah.

Perlu diingat, daftar di atas mungkin belum lengkap. Gangguan bisa memengaruhi judul lain yang menggunakan teknologi HDR atau API grafis tertentu.

Jika permainan favorit Anda ada dalam catalog ini, jangan langsung panik. Kehadirannya di sini bukan berarti aplikasi tersebut rusak permanen.

Masalahnya lebih sering terletak pada konflik pengaturan sistem. Intervensi sederhana sering kali bisa menyelesaikan issue ini.

Daftar ini berfungsi sebagai alat diagnosa cepat untuk Anda. Jika judul yang Anda mainkan ada di sini, kemungkinan besar AutoHDR adalah biang keroknya.

Kami menyampaikan informasi ini dengan nada hati-hati. Tujuannya agar Anda waspada, bukan merasa cemas.

Bagian ini ingin memberikan konteks komunitas yang lebih luas. Anda tidak sendirian menghadapi kendala ini.

Silakan bagikan pengalaman Anda di kolom komentar. Ceritakan jika judul lain yang tidak tercantum juga mengalami masalah serupa.

Langkah selanjutnya adalah memverifikasi apakah AutoHDR memang penyebabnya di perangkat Anda.

Cara Mendiagnosis Apakah AutoHDR adalah Biang Kerok Masalahmu

Apakah AutoHDR benar-benar menjadi sumber masalah di komputer Anda? Mari kita verifikasi dengan beberapa pemeriksaan sederhana.

Diagnosis yang tepat menghemat banyak waktu. Anda tidak perlu mencoba semua solusi jika akar issue-nya bisa diidentifikasi sejak awal.

Perusahaan pembuat sistem operasi memahami bahwa banyak users tidak menyadari status fitur ini. Oleh karena itu, mereka mengambil langkah pencegahan.

Mereka memblokir upgrade ke rilis terbaru pada perangkat dengan Auto HDR yang aktif. Jika fitur ini hidup, Anda tidak akan melihat pembaruan besar tersebut tersedia.

Langkah-langkah berikut akan memandu Anda untuk memeriksa kondisi sistem. Ikuti dengan saksama untuk mendapatkan gambaran yang jelas.

Langkah Apa yang Harus Diperiksa Hasil yang Mengindikasikan AutoHDR sebagai Masalah
1. Status HDR & AutoHDR Buka Settings > System > Display. Gulir ke bagian “Brightness & color”. Lihat toggle untuk “HDR” dan “Auto HDR”. Toggle “Auto HDR” berada dalam posisi On. Atau, pengaturan HDR global juga aktif.
2. Riwayat Pembaruan Sistem Buka Settings > Windows Update > Update history. Periksa apakah pembaruan fitur besar dengan label versi terkini sudah terinstal. Anda menemukan catatan instalasi untuk version 24H2. Masalah mulai muncul setelah tanggal instalasi tersebut.
3. Pola Gangguan Aplikasi Ingat-ingat, apakah games atau apps yang bermasalah adalah konten SDR lama? Apakah gangguan muncul tepat setelah pembaruan? Ya, judul yang crash adalah game lawas yang awalnya tidak mendukung HDR. Gangguan dimulai pasca-update.
4. Uji Coba Nonaktifkan Sementara Pada halaman Display settings, matikan toggle “HDR” atau “Auto HDR”. Coba jalankan kembali game yang bermasalah. Gangguan crash atau warna yang aneh pada screen berhenti terjadi. Game berjalan normal.

Setelah melakukan langkah-langkah di tabel, Anda sudah memiliki petunjuk kuat. Jawaban “ya” pada kolom ketiga meningkatkan kemungkinan AutoHDR sebagai penyebab.

Sebagai bagian dari proses eliminasi, Anda bisa memeriksa Event Viewer. Buka menu Start, ketik “Event Viewer”, dan buka aplikasinya.

Navigasi ke Windows Logs > Application. Cari error atau peringatan dengan timestamp saat game Anda berhenti.

Perlu dicatat, gangguan ini sering tidak meninggalkan log yang jelas. Jadi, jangan khawatir jika tidak menemukan catatan spesifik.

Pertanyaan panduan sangat membantu. Tanyakan pada diri sendiri: “Apakah masalah ini tidak ada sebelum pembaruan sistem?”

Pertanyaan lain: “Apakah hanya game tertentu yang mengalami error, sementara yang lain baik-baik saja?”

Dengan diagnosis mandiri ini, Anda menjadi lebih berdaya. Anda tidak lagi sekadar menebak-nebak sumber ketidakstabilan di device Anda.

Langkah selanjutnya akan jauh lebih terarah. Jika AutoHDR terkonfirmasi sebagai biang kerok, kita bisa lanjut ke solusi tepat.

Langkah Troubleshooting #1: Mematikan AutoHDR untuk Semua Game

Solusi paling efektif untuk menghentikan crash dan masalah warna adalah dengan mematikan AutoHDR secara keseluruhan. Ini adalah tindakan pertama yang direkomendasikan oleh Microsoft sendiri.

Dengan menonaktifkan fitur ini di tingkat system, Anda mencegahnya mengganggu semua aplikasi. Panduan berikut akan memandu Anda langkah demi langkah.

Ikuti instruksi di bawah dengan saksama. Nama menu mungkin sedikit berbeda tergantung version OS yang Anda gunakan.

Panduan Lengkap Menonaktifkan AutoHDR di Settings Windows 11

Langkah-langkah ini akan menonaktifkan AutoHDR untuk semua games dan apps di device Anda. Prosesnya sederhana dan hanya membutuhkan waktu beberapa menit.

  1. Buka Pengaturan Sistem (Settings). Anda bisa menekan tombol Windows + I pada keyboard. Cara lain adalah klik Start Menu dan ketik “Settings”, lalu pilih aplikasinya.
  2. Navigasi ke bagian “System” lalu “Display”. Setelah jendela Settings terbuka, cari dan klik kategori “System”. Pada sidebar kiri, pilih opsi “Display”.
  3. Cari pengaturan terkait HDR. Gulir ke bawah pada halaman display sampai Anda menemukan bagian “Brightness & color”. Di sini, Anda akan melihat beberapa toggle.
  4. Matikan toggle “Auto HDR”. Pastikan switch untuk opsi “Auto HDR” berada dalam posisi Off (berwarna abu-abu). Ini adalah inti dari perbaikan ini.
  5. Periksa juga pengaturan “HDR” dasar. Sebagai tindakan pencegahan ekstra, perhatikan toggle “Use HDR” di atasnya. Nonaktifkan juga jika monitor Anda tidak mendukung HDR dengan baik. Konfigurasilah sesuai kemampuan perangkat tampilan Anda.

Setelah menyelesaikan langkah-langkah tersebut, tutup jendela Settings. Perubahan akan disimpan secara otomatis.

Untuk memastikan perubahan diterapkan sepenuhnya oleh system, sangat disarankan untuk me-restart PC Anda. Ini membersihkan cache dan memuat ulang pengaturan grafis.

Langkah ini adalah solusi paling ampuh saat ini. Microsoft secara eksplisit menyarankan users untuk melakukan ini sebagai jalan keluar sementara.

Harap diingat, setelah AutoHDR dimatikan, judul yang dirancang dengan dukungan HDR asli mungkin tidak akan memanfaatkan fitur tersebut. Kualitas visualnya akan kembali ke standar SDR sampai issue ini diperbaiki dalam update mendatang.

Jika masalah crash atau warna aneh masih berlanjut setelah ini, berarti ada penyebab lain. Jangan khawatir, kita akan membahas solusi lanjutan di bagian berikutnya.

Langkah Troubleshooting #2: Menonaktifkan AutoHDR untuk Game Spesifik

Ingin tetap menikmati keunggulan visual AutoHDR di beberapa judul, tetapi terpaksa mematikannya karena satu aplikasi bermasalah? Jangan khawatir, ada solusi yang lebih presisi.

Sistem operasi terbaru menyediakan opsi pengaturan grafis per-aplikasi. Fitur ini memungkinkan Anda mengontrol preferensi untuk tiap program secara individual.

Dengan cara ini, Anda tidak perlu mengorbankan pengalaman visual di semua game. Cukup atur hanya untuk judul yang menunjukkan gejala ketidakstabilan.

Metode Cara Kerja Keunggulan Utama
Nonaktifkan Global (Langkah #1) Mematikan fitur AutoHDR untuk seluruh sistem di Settings > Display. Solusi cepat dan ampuh untuk menghentikan semua crash terkait fitur ini.
Nonaktifkan Spesifik (Langkah #2) Mengatur preferensi grafis khusus untuk setiap app atau game yang bermasalah. Fleksibilitas tinggi. AutoHDR tetap aktif untuk judul lain yang berjalan stabil.

Berikut adalah panduan langkah demi langkah untuk mengonfigurasi opsi ini. Prosesnya dilakukan melalui menu Graphics settings.

  1. Akses Pengaturan Grafis. Buka Settings (Windows + I). Pilih System, lalu klik Display. Gulir ke bawah dan cari tautan “Graphics” di bagian terkait.
  2. Tambahkan Aplikasi. Pada halaman Graphics, klik tombol “Add an app“. Sebuah dropdown akan muncul; pilih opsi “Desktop app” lalu klik “Browse”.
  3. Cari File Eksekusi Game. Arahkan ke folder instalasi game Anda yang bermasalah. Cari file dengan ekstensi .exe (biasanya nama judulnya, seperti “cod.exe”). Pilih file tersebut dan klik “Add”.
  4. Atur Opsi Khusus. Setelah game muncul di daftar, klik namanya lalu pilih tombol “Options“. Sebuah jendela baru akan terbuka.
  5. Nonaktifkan Auto HDR. Di jendela Options, cari pengaturan untuk “Auto HDR“. Ubah pilihannya menjadi “Off” khusus untuk aplikasi ini saja. Klik “Save”.

Sebagai contoh, jika Call of Duty: Infinite Warfare bermasalah, Anda cari file “cod.exe”. Nonaktifkan Auto HDR hanya untuk file itu.

Game lain dalam daftar Graphics settings tidak akan terpengaruh. Mereka tetap bisa memanfaatkan fitur peningkatan warna tersebut.

Ingatlah, Anda perlu mengulangi proses ini untuk setiap judul yang menunjukkan error atau crash. Buatlah konfigurasi yang sesuai dengan pengalaman Anda di tiap aplikasi.

Kendala umum adalah找不到 file .exe jika game terinstal di folder non-standar. Gunakan fitur “Browse” dan jelajahi direktori drive tempat Anda biasa menginstal program.

Anda juga bisa mencari shortcut di desktop, klik kanan, dan pilih “Open file location” untuk menemukan path-nya dengan cepat.

Metode ini mendorong eksperimen yang aman dengan pengaturan per-aplikasi. Cobalah konfigurasi berbeda hingga menemikan keseimbangan optimal antara stabilitas dan kualitas visual di device Anda.

Solusi Sementara Jika Game Masih Crash Setelah AutoHDR Dimatikan

Rilis sistem operasi terbaru ini diketahui membawa lebih dari satu jenis masalah teknis yang perlu diatasi.

Mematikan fitur AutoHDR adalah solusi utama, tetapi mungkin belum cukup. Beberapa gangguan lain masih bisa menyebabkan aplikasi hiburan berhenti bekerja.

Daftar issue pada version ini terus bertambah. Laporan mencakup kursor mouse yang hilang, penurunan performance, dan menu File Explorer yang muncul di luar jendela.

Jika permainan favorit Anda masih mogok, jangan menyerah dulu. Ada serangkaian langkah pemecahan masalah standar yang bisa dicoba.

Lakukan pemeriksaan ini secara bertahap. Mulai dari yang paling sederhana sebelum beralih ke opsi yang lebih kompleks.

  • Perbarui Driver Grafis (GPU). Kunjungi situs NVIDIA, AMD, atau Intel. Unduh dan instal driver versi paling baru yang tersedia. Driver lawas sering kali tidak kompatibel dengan fitur baru di update sistem.
  • Verifikasi File Game. Buka klien seperti Steam atau Battle.net. Cari judul yang bermasalah di library, buka propertinya, dan pilih opsi “Verify Integrity of Game Files”. Proses ini akan memperbaiki file yang korup.
  • Jalankan sebagai Administrator. Klik kanan pada shortcut atau file .exe permainan. Pilih “Run as administrator”. Tindakan ini memberi izin penuh untuk mengakses sumber daya system.
  • Coba Mode Kompatibilitas. Klik kanan file .exe, pilih “Properties”, lalu buka tab “Compatibility”. Centang “Run this program in compatibility mode for” dan pilih “Windows 10”. Ini bisa mengatasi konflik API.
  • Lakukan Clean Boot. Tekan Windows + R, ketik “msconfig”, dan buka System Configuration. Di tab Services, centang “Hide all Microsoft services”, lalu klik “Disable all”. Restart device Anda. Ini mengisolasi konflik dari apps pihak ketiga.
  • Periksa Stabilitas Overclock. Jika CPU, GPU, atau RAM Anda di-overclock, kembalikan ke pengaturan default melalui BIOS atau perangkat lunak. Ketidakstabilan overclock bisa diperparah oleh pembaruan system.
  • Gunakan System Restore. Cari “Create a restore point” di Start Menu. Buka tab “System Protection” dan klik “System Restore”. Pilih titik pemulihan dari tanggal sebelum Anda menginstal update besar. Ini mengembalikan settings dan file sistem tanpa menghapus data pribadi.

Beberapa issue mungkin memerlukan solusi yang lebih drastis. Atau, Anda mungkin harus menunggu patch perbaikan langsung dari pengembang.

Nada kita di sini realistis. Tidak semua masalah bisa diselesaikan hanya dengan perubahan pengaturan di tingkat user.

Perusahaan pengembang telah mengeluarkan konfirmasi resmi dari Microsoft mengenai masalah. Mereka juga telah memblokir upgrade untuk mencegah gangguan lebih luas.

Perbaikan yang lebih menyeluruh diharapkan datang dalam release atau preview build mendatang. Sampai saat itu, langkah-langkah di atas adalah pertahanan terbaik Anda.

Cobalah setiap solusi dengan sabar. Beri time untuk sistem beradaptasi setelah setiap perubahan. Dengan pendekatan terstruktur, peluang untuk kembali bermain dengan lancar akan semakin besar.

Bug Lain yang Masih Mengintai: Task Manager yang Tidak Mau “Pergi”

Selain masalah AutoHDR, ada gangguan lain yang lebih halus namun mengganggu: Task Manager yang enggan ditutup.

Masalah ini muncul pada version tertentu dari rilis OS terbaru. Setelah menginstal sebuah windows update, aplikasi sistem ini bisa berperilaku aneh.

Gejalanya sederhana tetapi berdampak luas. Anda menutup jendelanya dengan tombol X, namun prosesnya tetap hidup di belakang layar.

Dampaknya pada Performa Gaming dan Cara Membersihkannya

Mengapa hal ini menjadi issue serius? Setiap instance Task Manager yang tersisa diam-diam mengonsumsi sumber daya.

Mereka memakan memori RAM dan siklus CPU. Sumber daya vital ini seharusnya dialokasikan untuk aplikasi lain, terutama permainan.

Dampaknya langsung terasa saat bermain. Frame rate bisa turun drastis dan terjadi stuttering yang mengganggu.

Permainan yang haus sumber daya akan mengalami penurunan performance secara umum. Kinerja device Anda terasa lebih lambat dari seharusnya.

Untungnya, ada cara untuk membersihkan instance zombie ini. Berikut adalah dua workaround praktis yang bisa Anda coba.

Metode Langkah-Langkah Keterangan
Workaround #1: End Task dari Dalam 1. Buka Task Manager (Ctrl+Shift+Esc). 2. Pada tab “Processes”, cari “Task Manager”. 3. Klik kanan dan pilih “End task”. Cara ini memaksa menutup proses dari dalam aplikasi itu sendiri. Efektif untuk instance yang terlihat.
Workaround #2: Perintah Command Prompt 1. Buka Command Prompt sebagai Administrator. 2. Ketik perintah: taskkill.exe /im taskmgr.exe /f 3. Tekan Enter. Perintah ini akan menghentikan paksa (force stop) semua instance Task Manager yang berjalan. Solusi yang lebih menyeluruh.

Kabar baiknya, issue teknis ini tidak berlangsung selamanya. Perusahaan telah merilis perbaikan resmi.

Bug ini telah diperbaiki dalam windows update keamanan November 2025 (KB5068861) dan build yang lebih baru.

Jika system Anda telah menerima patch tersebut, masalah seharusnya tidak muncul lagi. Proses akan berhenti dengan benar saat jendela ditutup.

Oleh karena itu, selalu pastikan OS Anda mendapatkan pembaruan terbaru. Meskipun update besar seperti 24h2 bisa membawa masalah, patch kecil berikutnya justru penting.

Mereka mengandung perbaikan kritis untuk kestabilan dan keamanan. Dengan system yang selalu diperbarui, pengalaman menggunakan komputer menjadi lebih mulus.

Langkah-langkah di atas adalah solusi sementara jika Anda belum menginstal perbaikan tersebut. Mereka membantu membersihkan performance device Anda dengan cepat.

Respon Microsoft: Blokir Update dan Janji Perbaikan

A digital illustration depicting a modern office workspace, with a laptop open to a Windows 11 update screen showing a prominent error notification. In the foreground, a professional in business attire, looking concerned, gestures at the screen, symbolizing frustration with the update issues. The middle ground features a large monitor displaying a graphic representation of a "blocked" update, while charts and graphs hint at gaming performance problems. The background includes shelves filled with tech books and plants, creating a vibrant yet professional atmosphere. Soft, natural lighting filters in through a window, enhancing the focus on the laptop and the individual, creating a mood of urgency and professionalism in addressing the issue.

Merespons insiden teknis, perusahaan pengembang menerapkan kebijakan pemblokiran sementara. Tindakan ini dikenal sebagai safeguard hold dalam prosedur internal mereka.

Langkah tersebut mencegah penyebaran issue yang sudah teridentifikasi. Pengguna dilindungi dari gangguan sebelum solusi final tersedia.

Mengapa Microsoft Menahan Update 24H2 untuk Beberapa PC?

Pemblokiran ini bersifat otomatis dan terintegrasi dengan layanan Windows Update. Jika fitur Auto HDR aktif di device Anda, tawaran untuk upgrade tidak akan muncul.

Tujuannya jelas: melindungi users dari ketidakstabilan yang dipastikan terjadi. Ini adalah praktik standar untuk masalah berdampak luas.

Jadi, jika Anda tidak melihat pembaruan besar itu, kemungkinan besar penyebabnya adalah AutoHDR. Sistem sedang menjalankan fungsi pencegahannya.

Skenario pada Perangkat Tindakan oleh Sistem (Windows Update) Rekomendasi untuk Pengguna
Auto HDR Aktif Menahan (hold) tawaran update ke version 24H2. Pembaruan tidak akan ditampilkan. Tunggu perbaikan resmi. Atau, nonaktifkan Auto HDR terlebih dahulu jika ingin segera upgrade.
Auto HDR Nonaktif Mengizinkan proses upgrade ke release terbaru untuk dilanjutkan. Anda dapat melanjutkan instalasi, tetapi tetap waspada terhadap issue potensial lainnya.
Upaya Instalasi Manual Media Creation Tool atau file ISO akan memaksa instalasi, melewati safeguard hold. Tidak direkomendasikan oleh Microsoft. Risiko mengalami gangguan teknis sangat tinggi.

Peringatan dari perusahaan sangat tegas. Mereka menyarankan untuk tidak menginstal update ini secara manual tahun ini.

Penggunaan Media Creation Tool atau file ISO Windows 11 harus dihindari. Kecuali Anda telah mematikan fitur Auto HDR di tingkat sistem.

Langkah pencegahan ini menunjukkan keseriusan mereka menangani issue windows ini. Meskipun perbaikan belum dirilis, setidaknya ada upaya membatasi dampak.

Tim pengembang telah mengonfirmasi bahwa perbaikan sedang dikerjakan. Patch tersebut diharapkan datang dalam release atau preview update mendatang.

Begitu solusi teknisnya siap, safeguard hold akan dicabut secara bertahap. Pengguna yang terdampak kemudian akan menerima pembaruan dengan aman.

Proses ini memberi time bagi tim untuk memastikan kualitas. Dukungan jangka panjang untuk device Anda tetap menjadi prioritas.

Respon ini menegaskan bahwa Microsoft menyadari masalah dan bertindak. Ada mekanisme resmi di balik layar untuk menangani situasi semacam ini.

Nada dari kebijakan ini bersifat prosedural dan protektif. Tujuannya adalah kestabilan ekosistem secara keseluruhan.

Update Terbaru: Apakah Masalah Ini Sudah Diperbaiki di Versi 25H2?

Apakah upgrade ke pembaruan besar berikutnya akan menjadi solusi permanen untuk gangguan yang ada? Pertanyaan ini wajar muncul setelah pengalaman kurang menyenangkan dengan rilis sebelumnya.

Microsoft secara resmi telah meluncurkan Windows 11, version 25H2, yang juga disebut Windows 11 2025 Update. Rilis ini adalah penerus langsung dari version 24H2 dan membawa janji perbaikan.

Perusahaan sendiri merekomendasikan perpindahan ke version terbaru ini. Tujuannya agar perangkat Anda tetap mendapatkan dukungan dan fitur terkini.

Lalu, bagaimana status dua issue utama yang kita bahas? Mari kita lihat tabel perbandingan singkat ini.

Jenis Masalah Status di Windows 11 24H2 Status di Windows 11 25H2
Bug Task Manager (KB5067036) Aktif dan mengganggu. Proses tidak tertutup sempurna. Telah Diperbaiki. Patch KB5068861 sudah terintegrasi dalam rilis ini.
Bug AutoHDR (Warna & Crash) Aktif dan menjadi penyebab utama gangguan. Dalam Pengerjaan. Perbaikan mungkin sudah termasuk atau akan datang via preview update.

Informasi di atas memberikan gambaran yang jelas. Satu gangguan teknis sudah terselesaikan, sementara yang lain masih memerlukan time.

Untuk masalah AutoHDR, perbaikan masih dikembangkan oleh tim pengembang. Sumber terpercaya menunjukkan patch mungkin sudah dirilis dalam build tertentu atau akan segera menyusul.

Oleh karena itu, pindah ke version 25H2 adalah langkah logis ke depan. Rilis ini tidak hanya membawa perbaikan stabilitas, tetapi juga fitur dan peningkatan baru.

Bagaimana cara mendapatkan pembaruan besar ini? Prosesnya tidak otomatis untuk semua device karena kebijakan rollout bertahap.

Ikuti langkah-langkah berikut untuk memeriksa ketersediaannya di sistem Anda:

  1. Buka Settings lalu pilih Windows Update.
  2. Cari dan aktifkan pengaturan bernama “Dapatkan pembaruan terbaru segera setelah tersedia”.
  3. Klik “Check for updates”. Jika memenuhi syarat, tawaran untuk update windows ke 25H2 akan muncul.

Peringatan penting sebelum memulai instalasi: pastikan fitur AutoHDR dalam keadaan nonaktif.

Lakukan ini melalui Settings > System > Display. Matikan toggle untuk “Auto HDR” dan “HDR”.

Tindakan pencegahan ini menghindari konflik selama proses installing windows yang baru. Setelah upgrade selesai, Anda dapat mengevaluasi apakah fitur tersebut sudah aman diaktifkan kembali.

Perlu diingat, kebijakan rollout bertahap berarti tidak semua users akan melihat pembaruan ini hari ini. Ketersediaannya akan berkembang selama beberapa bulan ke depan.

Jika belum tersedia, bersabarlah. Sistem akan menawarkannya ketika perangkat Anda dianggap siap berdasarkan policy kompatibilitas internal.

Nada kami di sini mendorong namun berhati-hati. Using windows versi terbaru umumnya lebih aman dan mendapat dukungan penuh.

Namun, selalu persiapkan sistem dengan baik. Backup files penting dan pastikan apps kritikal Anda kompatibel.

Secara keseluruhan, peta jalan ke depan sudah jelas. Solusi permanen untuk gangguan teknis kemungkinan besar terletak pada migrasi ke release yang lebih baru dan stabil.

Windows 11 25H2 mewakili langkah maju tersebut. Dengan persiapan yang matang, transisi ini dapat membawa pengalaman using windows yang lebih mulus dan bebas masalah.

Kiat Mencegah Masalah Sebelum Menginstall Update Windows Besar

Mengelola pembaruan sistem dengan bijak adalah kunci untuk menjaga stabilitas komputer Anda. Pengalaman dengan version sebelumnya mengajarkan pentingnya persiapan matang.

Perangkat dengan edisi Home dan Pro dari sistem operasi ini sering menerima update besar secara otomatis. Anda biasanya diberi pilihan untuk menjadwalkan restart.

Namun, mengambil kendali proaktif jauh lebih aman. Langkah-langkah berikut akan melindungi device dan data Anda dari issue tak terduga.

Kebiasaan lama seringkali mengundang masalah. Mari kita ubah pendekatan kita dengan strategi baru yang lebih aman.

Kebiasaan Lama (Risiko Tinggi) Kebiasaan Baru yang Direkomendasikan Manfaat Utama
Menginstal feature update segera setelah tersedia. Tunggu 1-2 minggu untuk memantau laporan masalah dari komunitas pengguna lain. Menghindari issue kritis yang baru terdeteksi setelah rilis massal.
Mengandalkan backup otomatis sistem saja. Buat titik pemulihan sistem (System Restore Point) manual tepat sebelum memulai installing windows yang baru. Memberikan jalan pulang yang cepat jika pembaruan menyebabkan ketidakstabilan.
Menyimpan save file game hanya di drive lokal. Backup data penting, termasuk konfigurasi dan save file, ke lokasi aman atau layanan cloud. Mencegah kehilangan progres game atau content berharga akibat issue selama update.
Membiarkan semua fitur eksperimental aktif. Nonaktifkan sementara fitur seperti AutoHDR atau Widgets sebelum proses upgrade dimulai. Mengurangi titik potensial konflik yang dapat membuat apps stop responding.

Membuat System Restore Point adalah langkah pertama yang sangat penting. Ini seperti membuat snapshot kondisi sistem Anda yang sehat.

Jika pembaruan menyebabkan masalah, Anda dapat kembali ke titik itu dengan cepat. Proses ini tidak menghapus files pribadi Anda.

Selalu luangkan time untuk membaca catatan rilis resmi. Dokumen ini berisi daftar known issues yang telah diidentifikasi oleh pengembang.

Dengan mengetahui potensi masalah sejak awal, Anda bisa membuat keputusan yang lebih terinformasi. Apakah harus mengupdate sekarang atau menunggu perbaikan?

Perbarui driver perangkat keras, terutama kartu grafis (GPU), sebelum memulai windows update besar. Driver versi lama sering kali tidak kompatibel.

Kunjungi situs support produsen untuk mendapatkan driver terbaru. Kesesuaian ini sangat penting untuk kinerja yang optimal.

Jika komputer Anda sangat krusial untuk pekerjaan atau aktivitas penting, gunakan opsi “Jeda pembaruan”. Fitur ini memberi Anda ruang bernapas.

Anda bisa menunda update selama beberapa hari atau minggu. Gunakan time ini untuk mempersiapkan segala sesuatu dengan lebih baik.

Untuk keamanan tingkat tinggi, pertimbangkan membuat image backup penuh sistem. Gunakan perangkat lunak seperti Macrium Reflect.

Image backup ini adalah salinan lengkap dari seluruh drive sistem Anda. Jika terjadi kegagalan total, Anda dapat memulihkan semuanya ke keadaan semula.

Kebijakan (policy) update otomatis memang memudahkan. Namun, mengambil alih kendali untuk update besar adalah tanggung jawab bijak.

Dengan menerapkan kiat-kiat ini, Anda membangun kebiasaan manajemen update yang lebih aman. Pengalaman menggunakan komputer pun akan menjadi lebih lancar dan bebas kejutan yang tidak menyenangkan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (Tapi Bukan FAQ Resmi)

A detailed workspace scene depicting a frustrated professional in a modern office, seated at a sleek desk with a high-resolution laptop open, displaying the Windows 11 update screen. The foreground features the individual, dressed in smart casual attire, showcasing emotions of concern while pointing at the computer. In the middle, various technical papers and notes about Windows Update issues are scattered around. The background shows a well-lit office space with soft natural light streaming in through a window, casting gentle shadows. The atmosphere conveys a sense of urgency and focus, emphasizing the ongoing problems related to gaming bugs after the 24H2 update. The image is composed from a slightly elevated angle, highlighting the workspace’s organized chaos while keeping the professional quality intact.

Berikut adalah kumpulan tanya jawab yang sering muncul di komunitas pengguna terkait masalah ini. Jawabannya dirangkum dari pengalaman nyata dan diskusi di forum.

Jika Anda mengalami kendala lain, jangan ragu untuk melaporkannya. Gunakan aplikasi Feedback Hub kapan saja untuk memberi tahu pengembang.

Untuk bantuan langsung dengan komputer rumah Anda, aplikasi Get Help di sistem operasi ini atau hubungi Microsoft Support.

Tabel di bawah ini merangkum pertanyaan paling umum. Simak baik-baik untuk panduan terakhir Anda.

No. Pertanyaan Jawaban dan Saran
1 Apakah aman menginstal Windows 11 24H2 sekarang? Hanya jika Anda mematikan AutoHDR terlebih dahulu. Bersiaplah menghadapi kemungkinan issue lain yang belum teridentifikasi. Pertimbangkan untuk langsung menuju version 25H2 jika memungkinkan.
2 Bagaimana cara tahu jika PC saya diblokir menerima update ini? Jika Anda tidak melihat tawaran update di Windows Update dan AutoHDR aktif, kemungkinan Anda terkena safeguard hold. Ini adalah kebijakan (policy) pencegahan dari pengembang.
3 Apakah mematikan AutoHDR akan mengurangi kualitas grafis? Untuk games SDR lama, ya. Kualitas visual akan kembali normal. Namun, lebih baik grafis normal daripada crash. Games dengan dukungan HDR asli tidak terpengaruh oleh pengaturan ini.
4 Saya sudah mematikan AutoHDR, tapi game masih crash. Apa yang harus dilakukan? Ikuti langkah troubleshooting lanjutan yang dibahas di bagian sebelumnya. Perbarui driver grafis dan verifikasi file game. Periksa juga stabilitas overclock pada device Anda.
5 Kapan perbaikan resmi untuk bug ini akan dirilis? Pengembang mengatakan “dalam waktu dekat”. Pantau terus Windows Update atau akun @WindowsUpdate di platform media sosial X untuk pengumuman release.
6 Haruskah saya kembali ke Windows 11 23H2? Itu adalah pilihan yang valid jika masalah sangat mengganggu. Anda memiliki jangka time 10 hari setelah update untuk rollback mudah melalui Settings.
7 Apakah issue ini juga memengaruhi Windows 10? Tidak. Masalah AutoHDR ini spesifik pada implementasi di Windows 11 versi terbaru. Sistem operasi sebelumnya tidak terdampak.
8 Bagaimana cara melaporkan bug ini secara resmi? Gunakan Feedback Hub (tekan Win + F). Jelaskan masalah dengan detail, lampirkan log jika ada, dan pilih kategori “Graphics and Display”. Ini membantu tim pengembang menganalisis error.

Nada dari jawaban di atas mencerminkan percakapan nyata di forum. Tujuannya adalah memberikan klarifikasi langsung dan jujur.

Kami berharap daftar ini dapat mengantisipasi keraguan terakhir Anda. Setiap pengalaman pengguna bisa berbeda.

Jika ada pertanyaan lain, bagikan di kolom komentar. Komunitas sering kali memiliki wawasan praktis yang sangat berharga.

Dengan informasi ini, Anda seharusnya sudah memiliki gambaran lengkap. Langkah selanjutnya adalah memutuskan tindakan terbaik untuk system Anda sendiri.

Kesimpulan: Bersabar atau Rollback? Pilihan untuk Gamer

Keputusan akhir berada di tangan Anda: bertahan dengan perbaikan sementara atau mengambil tindakan lebih lanjut.

Gangguan teknis terkait fitur tertentu dan manajemen proses memang mengganggu kelancaran. Namun, Anda punya kendali penuh.

Pilihan pertama adalah bersabar. Nonaktifkan fitur yang bermasalah di settings dan bersihkan proses latar belakang. Ini solusi cepat sambil menunggu update perbaikan resmi.

Jika stabilitas mutlak adalah prioritas, pertimbangkan untuk kembali ke version OS sebelumnya. Ini menjamin sesi bermain game bebas gangguan.

Pilihan ketiga adalah melompat ke depan. Beralih ke rilis 25H2 jika device memenuhi syarat. Release ini sudah membawa perbaikan untuk beberapa issue.

Pilih berdasarkan kebutuhan Anda. Gamer kompetitif mungkin memilih opsi kedua, sementara pengguna biasa bisa memilih pertama atau ketiga.

Masalah perangkat lunak adalah hal yang wajar. Dengan pengetahuan ini, Anda bisa mengelolanya dan kembali menikmati pengalaman komputasi yang mulus.

➡️ Baca Juga: Ambisi Andrei Alba Mengguncang Persis Solo di Liga Indonesia

➡️ Baca Juga: Amd Ryzen 9 8950x3d Meluncur Cache 192mb Buat Main Game 4k Tanpa Gpu Mahal Ini Test

Related Articles

Back to top button