Upaya pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga anggota kru kapal yang hilang di sekitar Gunung Anak Krakatau terus dilakukan pada Kamis, 10 September. Meskipun tim pencari telah memanfaatkan teropong untuk memantau area tersebut, sayangnya belum ada tanda-tanda keberadaan para jurnalis yang hilang saat meliput erupsi gunung berapi yang terletak di Pulau Sertung.
Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad, mengungkapkan bahwa tim gabungan yang terdiri dari petugas SAR dan nelayan lokal telah melakukan pencarian di pulau-pulau di sekeliling Gunung Anak Krakatau. Namun, dia menjelaskan bahwa pencarian langsung di Pulau Sertung belum dapat dilakukan. Hal ini disebabkan oleh pernyataan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang menyatakan bahwa area tersebut masih berisiko tinggi, mengingat letaknya berada dalam radius 3 kilometer dari Gunung Anak Krakatau.
“Untuk Pulau Sertung, berada dalam radius 3 kilometer. Data PVMBG menunjukkan bahwa lokasi tersebut masih dalam kategori berbahaya. Meskipun demikian, kami akan terus berupaya mencari solusi agar dapat mengakses wilayah tersebut, berdasarkan informasi dari BMKG dan BNPB, yang akan membantu menentukan langkah-langkah yang perlu diambil untuk memastikan keselamatan tim,” ungkapnya.
Amrad juga menambahkan bahwa Basarnas telah memperluas area pencarian dengan memanfaatkan drone di Pulau Sangiang, menggunakan Kapal Negara Search and Rescue (KN SAR) Tetuka. Namun, pencarian ini belum memberikan hasil yang diharapkan, karena wilayah tersebut masih diselimuti kabut asap yang tebal.
“Hari ini, informasi dari rekan-rekan di lapangan yang menggunakan drone, yaitu KN SAR Tetuka, melaporkan bahwa pencarian terkendala oleh kabut asap yang sangat pekat,” jelas Amrad.
Dia menegaskan bahwa Basarnas terus berpegang pada informasi terbaru dari BMKG dan PVMBG terkait kondisi cuaca dan situasi di lapangan demi menjaga keselamatan dalam proses pencarian.
“Oleh karena itu, tim dari BMKG dan PVMBG selalu memberikan update informasi setiap jam. Jika ada hal yang mendesak, mereka akan segera menginformasikan kepada kami,” tuturnya.
Sebelumnya, Desi Purnamasari, istri dari jurnalis ANTARA bernama Bagus, sempat melakukan pertemuan dengan Gubernur Banten, Andra Soni. Dalam pertemuan tersebut, ia meminta agar upaya pencarian terhadap suaminya dan rekan-rekannya dilakukan dengan maksimal.
“Saya mohon agar pencarian dilakukan semaksimal mungkin, Pak,” ungkapnya kepada Andra Soni dalam sebuah tayangan video yang dirilis pada Kamis, 10 September 2026.
➡️ Baca Juga: Denada Mengungkap Kehamilan di Luar Nikah, Terkait Ayah Ressa Rizky yang Tak Bertanggung Jawab
➡️ Baca Juga: Mitigasi Krisis Energi: Purbaya Percepat Reformasi Struktural Melalui Satgas Debottlenecking

