Site icon MataAir

Trump Tegaskan Ancaman Hancurkan Iran Jika Perundingan Perang Tidak Berhasil

Trump Tegaskan Ancaman Hancurkan Iran Jika Perundingan Perang Tidak Berhasil

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa ia akan segera mengambil keputusan penting mengenai potensi tindakan militer terhadap Iran. Sementara itu, pihak Teheran mengungkapkan bahwa mereka telah menerima tanggapan resmi dari Washington terkait proposal yang diajukan untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama tujuh bulan.

“Kita berada di persimpangan: menghancurkan mereka atau mencari jalan untuk bernegosiasi,” ungkap Trump saat memberikan keterangan kepada wartawan dalam konferensi pers di Ruang Oval, sebagaimana dilansir oleh Politico pada Kamis, 1 Oktober 2026.

Saat ditanya mengenai strategi negosiasi dengan pejabat Iran, Trump menekankan kemungkinan tindakan ekstrem, yakni menghancurkan negara tersebut.

“Mungkin kita akan menghancurkan mereka,” tegasnya.

Sebelumnya, Iran mengajukan proposal dalam forum Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang berlangsung pekan lalu, di mana mereka menyerukan agar Selat Hormuz dibuka kembali dalam waktu satu minggu dan melanjutkan perundingan terkait program nuklir. Sebagai imbalannya, Teheran meminta AS untuk menghentikan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan mereka, mencabut sanksi terkait penjualan minyak, serta mengizinkan akses kembali terhadap aset-aset yang dibekukan. Iran juga meminta agar gencatan senjata diterapkan di seluruh wilayah yang mengalami konflik.

Namun, Trump secara terbuka menolak proposal yang diajukan oleh Iran tersebut pada hari Sabtu. Ia menyatakan bahwa Iran tengah mengalami kekalahan besar dan sangat menginginkan kesepakatan.

“Mereka ingin mencapai kesepakatan dan saya rasa itu positif. Saya juga ingin menjalin kesepakatan. Namun, kesepakatan yang mereka tawarkan tidak dapat diterima,” jelas Trump.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengonfirmasi bahwa Teheran telah menerima tanggapan awal dari Trump. Meski demikian, Iran masih menunggu posisi resmi dari Washington yang akan disampaikan melalui mediator. Qatar dan Pakistan terus berupaya untuk menghidupkan kembali proses perundingan antara kedua belah pihak.

Konflik ini dimulai pada 28 Februari ketika AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran. Pada 7 April, Trump mengancam akan menghancurkan infrastruktur penting di Iran, termasuk pembangkit listrik dan jembatan, sambil memperingatkan bahwa seluruh peradaban akan terancam.

Beberapa jam setelah itu, dengan bantuan Pakistan sebagai mediator, Trump menyepakati gencatan senjata selama dua minggu untuk memberikan kesempatan bagi kedua belah pihak melakukan negosiasi.

Namun, pada 8 Juli, Trump mengumumkan bahwa gencatan senjata tersebut telah berakhir, meskipun ia menyatakan bahwa dialog masih dapat dilanjutkan. Sampai saat ini, kedua pihak belum mencapai kesepakatan yang memadai.

➡️ Baca Juga: Bitcoin Jatuh ke $60.000: Spekulasi Penjual Misterius dan Dampak Unwind Carry Trade

➡️ Baca Juga: Hendarsam Marantoko Resmi Menjadi Dirjen Imigrasi Berdasarkan Keppres dan Dilantik pada April

Exit mobile version