Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, telah memberikan perintah kepada Angkatan Laut AS untuk mengambil tindakan tegas terhadap kapal-kapal Iran yang terlibat dalam penanaman ranjau di Selat Hormuz.
“Saya telah memerintahkan Angkatan Laut Amerika Serikat untuk menembak dan menghancurkan setiap kapal, sekecil apapun, yang terlibat dalam penanaman ranjau di perairan Selat Hormuz. Tidak ada keraguan akan hal ini,” ungkap Trump melalui akun Truth-nya, sebagaimana dilaporkan oleh Al Jazeera pada Jumat, 24 April 2026.
Lebih jauh, Trump menambahkan bahwa militer AS akan memperkuat upaya mereka dalam membersihkan bahan peledak dari jalur pelayaran tersebut.
“Selain itu, kapal penyapu ranjau kami saat ini sedang aktif membersihkan selat ini. Saya telah memerintahkan agar kegiatan ini dilanjutkan dan bahkan ditingkatkan hingga tiga kali lipat!” imbuhnya dalam pernyataan tersebut.
Sementara itu, Iran menegaskan kembali bahwa mereka akan mengambil langkah defensif dan memberikan respons terhadap setiap serangan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat.
Selat Hormuz, yang sebelumnya dapat dilalui tanpa hambatan, kini telah menjadi salah satu titik paling krusial dalam konflik ini.
Iran pernah menutup selat tersebut sebagai respons terhadap kampanye militer yang dilancarkan oleh AS dan Israel, dan kini mereka mengklaim hak mereka atas jalur pelayaran yang menghubungkan Teluk Persia dengan Samudra Hindia, termasuk area yang termasuk dalam perairan wilayah mereka.
Penutupan Selat Hormuz telah menyebabkan lonjakan harga minyak secara signifikan, dan situasi politik di dalam negeri AS semakin tertekan. Saat ini, harga bensin di AS telah melonjak di atas 4 dolar AS per galon (sekitar 3,8 liter), meningkat dari sekitar 3 dolar sebelum terjadinya konflik.
Situasi ini menciptakan ketegangan yang terus berlanjut.
Sebelum pecahnya konflik, sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia mengalir melalui Selat Hormuz.
Setelah terjadinya gencatan senjata selama dua minggu yang dimulai bulan lalu, Trump mengumumkan bahwa AS akan melakukan pengepungan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Tindakan ini tetap dipertahankan meskipun Teheran telah membuka kembali Selat Hormuz, seiring dengan masuknya Lebanon ke dalam kesepakatan gencatan senjata.
Iran telah menyatakan bahwa pencabutan blokade adalah syarat untuk melanjutkan perundingan dengan pihak AS.
Trump kemudian memperpanjang masa gencatan senjata yang seharusnya berakhir pada hari Rabu, namun Washington masih memberlakukan blokade terhadap kapal-kapal yang memiliki keterkaitan dengan Iran.
➡️ Baca Juga: IHSG Menguat, Bursa Asia Siap Rebound Didorong Optimisme Kesepakatan Iran-AS
➡️ Baca Juga: Sony Hapus Logo 8K Dari Box PS5 2024, Kenapa Sih?

