Tiga Pemain Grade A yang Bisa Dinaturalisasi untuk Timnas Indonesia Menggantikan Laurin Ulrich

Timnas Indonesia kini menghadapi tantangan besar dalam mencari pemain berkualitas internasional setelah Laurin Ulrich, gelandang yang memiliki darah Surabaya, mendapatkan kesempatan untuk bergabung dengan Timnas Jerman U-21.
Meskipun kehilangan Ulrich menjadi kekhawatiran, terdapat tiga pemain berkualitas tinggi lainnya yang bisa dipertimbangkan untuk dinaturalisasi dan membela timnas Indonesia.
Laurin Ulrich telah terpilih untuk memperkuat skuad Jerman U-21 dalam pertandingan melawan Latvia, Malta, dan Georgia dalam rangka kualifikasi Piala Eropa U-21 2027, yang menunjukkan betapa seriusnya ia dipandang dalam dunia sepak bola internasional.
Situasi ini membuka peluang bagi tiga pemain keturunan yang memiliki pengalaman di liga-liga Eropa untuk dipertimbangkan sebagai alternatif bagi timnas Indonesia.
Pascal Struijk
Salah satu nama yang menarik perhatian adalah Pascal Struijk. Pemain berposisi bek ini memiliki pengalaman yang signifikan di Premier League dan saat ini membela Brighton & Hove Albion setelah meninggalkan Leeds United pada musim panas 2026.
Struijk, yang kini berusia 26 tahun, telah tampil dalam 34 pertandingan di Premier League bersama Leeds pada musim 2025-2026, menjadikannya sangat familiar dengan ketatnya persaingan di liga tertinggi Inggris.
Dengan garis keturunan Indonesia dari keluarganya, Struijk pernah dikaitkan dengan kemungkinan untuk memperkuat timnas Indonesia, berkat koneksi keluarganya.
Namun, ada satu kendala besar: Struijk secara terbuka mengungkapkan bahwa membela Timnas Belanda adalah impiannya. Keputusan final mengenai ia akan bergabung dengan timnas Indonesia sangat bergantung pada pilihan pribadi sang pemain.
Jenson Seelt
Nama berikutnya yang patut diwaspadai adalah Jenson Seelt. Pemain ini memiliki darah Indonesia dari pihak kakeknya yang berasal dari Maluku, tepatnya dari Ambon dan Saparua.
Seelt, bek tengah kelahiran Ede, Belanda, pada 23 Mei 2003, telah mencatatkan namanya dalam profil Bundesliga setelah menjalani musim 2025-2026 bersama VfL Wolfsburg.
Pengalamannya semakin bertambah ketika ia dipinjamkan ke klub lain, di mana ia berhasil mencatat sembilan penampilan di Bundesliga selama musim lalu.
Setelah masa peminjamannya berakhir, Wolfsburg memastikan bahwa Seelt kembali ke Sunderland, klub yang masih memiliki hak atasnya dan kini berkompetisi di Premier League.
Karier Seelt menjadikannya salah satu pemain keturunan yang menarik untuk dipantau oleh timnas Indonesia, karena ia telah berkompetisi di dua liga top Eropa, yaitu Premier League dan Bundesliga.
Usianya yang masih muda, 23 tahun, serta postur tubuhnya yang menjulang 195 sentimeter, memberikan Seelt potensi besar untuk berkembang dan menjadi bagian integral dari proyek jangka panjang skuad Garuda.
➡️ Baca Juga: Bung Ropan Ungkap Sikap Unik John Herdman yang Belum Pernah Diterapkan Pelatih Timnas Sebelumnya
➡️ Baca Juga: Menhan AS Hegseth Marah atas Pertanyaan DPR AS mengenai Kesehatan Mental Trump di Perang Iran




