Iran Mengklaim Kemenangan Setelah Memaksa AS Menerima 10 Poin Tuntutan

Iran baru-baru ini mengklaim kemenangan yang signifikan dalam konfrontasi yang berlangsung selama 40 hari, menyebutnya sebagai “kekalahan bersejarah dan telak” bagi Amerika Serikat dan rezim Israel. Klaim ini muncul setelah Amerika Serikat dinyatakan terpaksa menerima sepuluh poin tuntutan dari Iran yang mencakup gencatan senjata permanen, pencabutan semua sanksi, dan penarikan pasukan tempur AS dari kawasan tersebut.
Dalam sebuah pernyataan yang ditujukan kepada “bangsa Iran yang mulia, agung, dan heroik,” Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengungkapkan bahwa musuh telah mengalami kekalahan yang tidak dapat disangkal. Mereka menyatakan bahwa saat ini, pihak lawan tidak memiliki pilihan lain selain tunduk pada kehendak bangsa Iran yang agung dan Poros Perlawanan yang terhormat.
Pengumuman ini disampaikan pada hari ke-40 dari perang agresi yang dilancarkan oleh AS-Israel terhadap Iran, yang dimulai dengan pembunuhan Pemimpin Revolusi Islam, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, serta para komandan berpangkat tinggi pada tanggal 28 Februari.
“Iran telah mencapai kemenangan yang luar biasa dan berhasil memaksa Amerika Serikat untuk menerima proposal sepuluh poin yang diajukan,” demikian bunyi pernyataan tersebut.
Presiden Donald Trump mengumumkan pada malam Selasa bahwa Amerika Serikat telah mencapai kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu dengan Iran, menjelang batas waktu ultimatum yang semakin dekat. Kesepakatan ini diambil untuk mencegah apa yang sebelumnya digambarkan sebagai serangan yang berpotensi mengancam “seluruh peradaban.”
Trump menjelaskan, “Alasan di balik keputusan ini adalah karena kami telah memenuhi dan bahkan melampaui semua tujuan militer, serta telah membuat kemajuan signifikan menuju kesepakatan perdamaian jangka panjang dengan Iran, dan stabilitas di Timur Tengah.” Pernyataan tersebut dikutip dari platform media sosialnya, Truth Social.
“Kami telah menerima proposal sepuluh poin dari Iran dan percaya bahwa ini adalah landasan yang dapat digunakan untuk melakukan negosiasi lebih lanjut,” tambahnya.
Trump, yang menyatakan bahwa gencatan senjata ini tergantung pada pembukaan Selat Hormuz oleh Iran, juga mencatat bahwa “hampir semua perbedaan yang ada sebelumnya antara Amerika Serikat dan Iran telah disepakati.” Ia meyakini bahwa periode gencatan senjata dua minggu ini akan memberikan kesempatan untuk menyelesaikan dan merealisasikan kesepakatan tersebut.
➡️ Baca Juga: Safari Ramadan di Boyolali, PSI Dorong Santri untuk Menguasai Teknologi Modern
➡️ Baca Juga: 10 Game Xbox Eksklusif 2024-2025 yang Seru Tapi Jarang Dibahas




