Strategi Purbaya Jaga Defisit APBN 2026 di Bawah 3 Persen dengan Efektif

Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan komitmennya untuk menjaga defisit APBN 2026 di bawah angka 3 persen, meskipun terdapat lonjakan harga energi global yang signifikan saat ini.
“Semua perhitungan telah kami lakukan. Bahkan jika rata-rata harga minyak dunia mencapai US$100 per barel, kami masih bisa memastikan defisit tetap di bawah 3 persen, tepatnya sekitar 2,9 persen. Jadi, tidak ada yang perlu dikhawatirkan,” ujar Purbaya di Wisma Danantara, Jakarta, pada Rabu, 1 April 2026.
Sebelumnya, proyeksi awal untuk APBN 2026 menunjukkan kemungkinan defisit sebesar Rp 698,15 triliun, yang setara dengan 2,68 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Namun, proyeksi ini mengalami kenaikan sebesar 0,12 persen akibat dampak konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran.
Konflik tersebut berimplikasi langsung pada harga minyak dunia, terlihat dari fluktuasi harga minyak jenis Brent dan West Texas Intermediate (WTI) yang kini berada di kisaran US$100 per barel.
Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata harga minyak pada Januari 2026, di mana harga Brent tercatat hanya sekitar US$64 per barel.
“Perpindahan defisit dari 2,68 persen ke 2,9 persen hanyalah 0,12 persen dari PDB. Ini bukanlah angka yang terlalu signifikan,” tegas Purbaya.
Meskipun demikian, ia mencatat bahwa asumsi defisit sebesar 2,9 persen ini didasarkan pada rata-rata harga minyak dunia yang diperkirakan akan bertahan di angka US$100 per barel hingga akhir tahun.
Oleh karena itu, Purbaya menegaskan bahwa pemerintah akan menerapkan sejumlah langkah penghematan dalam belanja kementerian guna menekan defisit APBN. Selain itu, pemerintah juga memiliki Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp 420 triliun yang akan dimanfaatkan jika kondisi mendesak memerlukan.
“Jika situasi mendesak, kami memiliki SAL yang kini mencapai Rp 420 triliun. Dana ini akan digunakan jika situasi benar-benar mendesak. Namun, saat ini kami belum memerlukan penggunaan dana tersebut, karena kondisi keuangan negara kita masih sangat baik,” tambahnya.
➡️ Baca Juga: <p>“Google AI Plus Diluncurkan di AS seharga $7,99, Meningkatkan Google One menjadi 2 TB”</p>
➡️ Baca Juga: Fitur Canggih Siri Mungkin Tertunda Hingga iOS 27, Apa Dampaknya?




