Sahroni Menyampaikan Kekecewaan atas Kasus Penyiraman Aktivis yang Terulang Kembali

Muhammad Rosidi, seorang aktivis lingkungan yang berasal dari Bangka Selatan, Provinsi Bangka Belitung, baru-baru ini menjadi korban penyiraman air keras oleh orang yang tidak dikenal. Peristiwa ini kembali memicu keprihatinan terkait keselamatan para aktivis yang berjuang untuk lingkungan dan masyarakat.
Akibat dari tindakan brutal tersebut, Rosidi mengalami luka bakar yang serius di beberapa bagian tubuhnya, termasuk kaki, tangan, dan selangkangan. Ia mengungkapkan bahwa insiden tersebut terjadi pada 17 Februari 2026 di Toboali, Bangka Selatan. Rosidi meyakini bahwa serangan ini berkaitan erat dengan sikap kritisnya terhadap penambangan ilegal dan praktik penyelundupan yang merugikan masyarakat dan lingkungan.
Menanggapi insiden yang mencolok ini, Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, menyampaikan rasa kemarahannya. Ia mendesak Kapolda Bangka Belitung untuk segera mengambil tindakan dan melakukan investigasi yang mendalam. Sahroni memperingatkan bahwa jika kasus ini tidak ditangani dengan serius, teror semacam ini bisa menimpa siapa saja.
“Ini merupakan bentuk teror terencana yang tidak hanya ditujukan kepada aktivis, tetapi juga memberi dampak pada masyarakat luas. Keadaan ini sudah sangat memprihatinkan. Oleh karena itu, saya meminta kepada Kapolda Bangka Belitung untuk bertindak tegas dan segera terjun langsung mengawasi penyelidikan kasus ini. Fakta-fakta harus diungkap dengan jelas, dan pelaku harus segera dipublikasikan,” tegas Sahroni dalam pernyataannya di Jakarta pada Kamis, 2 April 2026.
Sahroni menegaskan bahwa meningkatnya kasus intimidasi dan serangan terhadap individu-individu yang bersuara kritis adalah situasi yang sangat berbahaya jika dibiarkan terus berlangsung.
“Intimidasi semacam ini tidak bisa dibiarkan. Baru-baru ini, Andrie Yunus dari KontraS juga mengalami hal serupa, dan kini kita kembali mendengar kejadian di Bangka Belitung. Siapa yang akan menjadi korban berikutnya? Ini bisa menimpa siapa saja di luar sana. Pola perilaku seperti ini jelas mengancam keamanan masyarakat sipil. Oleh karena itu, kepolisian harus cepat mengungkap dan memproses hukum pelaku, serta memastikan bahwa ini adalah tindakan terakhir yang terjadi,” pungkas Sahroni.
➡️ Baca Juga: AirDrop 2024 Transfer File 10GB Lewat Internet, Gak Perlu Dekat
➡️ Baca Juga: Marcus Rashford: Pemain Pengganti Paling Produktif di Eropa Bersama Barcelona




