slot deposit qris depo 10k
bisnis

Rupiah Menguat Meski Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI 2026 Dikurangi oleh Bank Dunia

Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan akan mengalami pergerakan yang bervariasi, meskipun ditutup mengalami penurunan pada sesi perdagangan terbaru.

Berdasarkan informasi dari Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor BI, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tercatat pada level Rp 17.082 pada hari Kamis, 9 April 2026. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 73 poin dibandingkan dengan nilai sebelumnya yang berada di Rp 17.009 pada perdagangan Rabu, 8 April 2026.

Sementara itu, dalam perdagangan di pasar spot pada Jumat, 10 April 2026 hingga pukul 09.02 WIB, rupiah tercatat bertransaksi di posisi Rp 17.083 per dolar AS. Ini menunjukkan penguatan sebesar 7 poin atau 0,04 persen dari level sebelumnya yang berada di Rp 17.090 per dolar AS.

Pengamat ekonomi dan pasar uang, Ibrahim Assuaibi, mengungkapkan bahwa Bank Dunia merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk 2026 menjadi 4,7 persen, menurun dari estimasi sebelumnya yang mencapai 4,8 persen. Meskipun mengalami penurunan, angka ini tetap lebih tinggi dibandingkan proyeksi pertumbuhan kawasan Asia Timur dan Pasifik (EAP) yang hanya sebesar 4,2 persen.

Tiga faktor eksternal utama mempengaruhi prospek ekonomi kawasan, yaitu ketegangan yang terjadi di Timur Tengah yang berdampak pada kenaikan harga energi, hambatan perdagangan di Amerika Serikat, serta ketidakpastian dalam kebijakan global. Selain itu, perkembangan pesat dalam teknologi kecerdasan buatan (AI) juga menjadi perhatian.

Sebelumnya, OECD juga melakukan penyesuaian terhadap proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun 2026, yang kini diperkirakan berada di angka 4,8 persen, turun dari sebelumnya yang mencapai 5 persen. Perubahan ini terjadi di tengah meningkatnya tekanan global, terutama akibat lonjakan harga energi dan ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung.

Sikap pesimistis dari Bank Dunia dan OECD ini kontras dengan pandangan pemerintah yang menunjukkan optimisme dalam proyeksi pertumbuhan ekonomi untuk 2026. Pemerintah memprediksi pertumbuhan akan berkisar antara 5,4 hingga 5,7 persen, didorong oleh konsumsi domestik yang kuat, investasi yang meningkat, serta program biodiesel B50, dengan harapan mencapai 6 persen melalui transformasi struktural yang berkelanjutan.

Fokus pemerintah dalam mencapai target tersebut adalah pada kedaulatan pangan dan energi, implementasi kebijakan fiskal yang prudent, serta percepatan investasi untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah situasi ketidakpastian global.

“Mata uang rupiah mengalami fluktuasi, tetapi ditutup melemah dalam rentang Rp 17.090 hingga Rp 17.140,” tambahnya.

Sebagai informasi tambahan, gangguan yang terjadi di Selat Hormuz terus berlanjut, sementara ketegangan geopolitik di Timur Tengah semakin meningkat, yang mengaburkan prospek pasokan energi global. Jalur penting yang menyuplai sekitar seperlima dari total pasokan minyak dunia sebagian besar masih terblokir, meskipun terdapat gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran.

➡️ Baca Juga: Karim Benzema Bergabung dengan Al Hilal: Tantangan bagi Ambisi Cristiano Ronaldo di Al Nassr untuk Menjuarai Liga

➡️ Baca Juga: Fakta Ukuran File: Rekam Video 4K 60fps Dolby Vision di iPhone 15 Pro Bisa 1GB per Menit!

Related Articles

Back to top button