Site icon MataAir

Rencana Strategis AS dan Israel Terkait Pembunuhan Pemimpin Iran Ali Khamenei

Rencana Strategis AS dan Israel Terkait Pembunuhan Pemimpin Iran Ali Khamenei

Setelah lebih dari tiga dekade menjabat sebagai pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan udara yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel pada pagi hari Sabtu, 28 Februari 2026. Kematian Khamenei membawa dampak yang mendalam bagi masyarakat Iran, yang merasakan kehilangan besar terhadap sosok yang telah lama memimpin negara mereka.

Kematian Khamenei juga memicu reaksi kemarahan dari Iran, yang terlihat jelas melalui serangan balasan yang diluncurkan terhadap pangkalan militer AS, serta lokasi-lokasi strategis di Tel Aviv dan Beit Shemesh dalam beberapa waktu terakhir.

Dengan kepergian pemimpin tertinggi tersebut, sejumlah informasi mulai terungkap mengenai bagaimana pembunuhan Khamenei dapat terjadi. Berikut adalah rangkuman penting yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya mengenai insiden ini.

Pertanyaannya adalah, bagaimana aliansi antara Israel dan Amerika Serikat dapat mengetahui lokasi target mereka dengan tepat?

Serangan udara yang menargetkan Khamenei serta pejabat tinggi pertahanan Iran berlangsung sekitar pukul 09.40 waktu setempat di Teheran (06.10 GMT) pada hari Sabtu, 28 Februari 2026.

Khamenei ditemukan tewas di sebuah kompleks yang terletak di pusat Teheran, yang juga berfungsi sebagai kantor dan kediaman resmi pemimpin tertinggi, presiden Iran, serta Dewan Keamanan Nasional.

Menurut laporan dari The New York Times yang mengutip sumber anonim yang terlibat dalam operasi tersebut, Badan Intelijen Pusat AS (CIA) berhasil memperoleh informasi tentang pertemuan yang berlangsung pada pagi hari tersebut, di mana Khamenei dan jajaran militer senior Iran hadir. Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada pihak Israel.

CBS juga melaporkan, berdasarkan keterangan dari pejabat anonim, bahwa CIA memberikan data lokasi Khamenei kepada Israel, yang memungkinkan serangan tersebut dilakukan dengan tepat.

Setelah kematian Khamenei, Presiden AS Donald Trump, melalui platform Truth Social, menyatakan bahwa pemimpin Iran tersebut “tidak dapat menghindari sistem intelijen dan pelacakan canggih kami. Dengan kerjasama yang erat antara AS dan Israel, tidak ada yang dapat dilakukannya, begitu juga dengan para pemimpin lain yang ikut tewas bersamanya.”

Masih belum jelas apakah AS melakukan intersepsi terhadap komunikasi telepon atau digital lainnya, menggunakan citra satelit, atau memanfaatkan agen rahasia di lapangan untuk mendapatkan informasi berharga tersebut.

Belum ada kejelasan mengenai alasan mengapa para pemimpin militer senior Iran berkumpul di lokasi yang relatif mudah diprediksi, di tengah ancaman serangan dari Israel dan AS yang sudah teridentifikasi.

Namun, diketahui bahwa Israel telah lama merekrut agen rahasia di Iran dan memantau aktivitas Khamenei selama bertahun-tahun. Informasi yang berhasil dikumpulkan mencakup detail-detail seperti kebiasaan sehari-hari dan lokasi tempat mereka mendapatkan makanan, sebagaimana diungkapkan oleh mantan pejabat CIA kepada The Guardian. Dalam konflik yang berlangsung selama 12 hari pada bulan Juni yang lalu, enam ilmuwan nuklir Iran juga tewas dibunuh, sebagian besar di rumah mereka masing-masing.

➡️ Baca Juga: <p>Pembaruan iOS 26.3: Fitur Baru yang Menarik untuk iPhone Anda</p>

➡️ Baca Juga: Klasemen Proliga 2026 Putri: Gresik Phonska Unggul, Pertamina Enduro Siap Mengejar

Exit mobile version